Kamu ingkari janji yang kamu buat sendiri. Kamu pergi tanpa persetujuanku. Bahkan tanpa sepatah pun bertanya apakah aku siap kehilanganmu atau tidak.
Fatmala Zitrya
Satu bulan kemudian
Tok-tok-tok
Mendengar ketukan beberapa kali, Mala berjalan gontai mendekati pintu bercat coklat gelap itu lalu membukanya.
"Sayang, kamu nggak ada shooting hari ini?" Yusman mengusap kecil pucuk kepala Mala.
Mala menggeleng, "project nya sudah selesai kemarin itu, Ayah. Hari ini tinggal penayangan episode terakhir."
Yusman terlihat sedikit kecewa mendengar jawaban putrinya. "Kamu sudah makan?" tanya nya mengalihkan.
"Malas, Ayah."
"Loh, kenapa? Nanti kamu sakit."
"Enggak, nanti aja aku makan."
"Ayah mau pergi sama Bi Lilis. Kamu mau ikut? Mau belanja bulanan."
"Enggak, Ayah. Aku mau istirahat aja, soalnya Mama bilang malam ini ada jadwal pemotreran di Boutique."
"Baiklah, ayah pergi dulu." Yusman mencium sekilas kening Mala yang tampak tak bersemangat.
"Rakha, apa kabarmu sekarang?" Hatinya nyeri mengingat saat ia memperlakukan kasar kekasihnya itu.
***
Ctakk!
Sebuah gelas yang tengah dituangkan air panas pecah jadi dua. Lelaki muda dengan netra tajamnya itu melangkah mundur untuk menghindari cipratan air panas. Tapi sayang, masih ada sedikit yang mengenai kakinya.
"Astagahfirullahaladzim."
"Sya, kamu kenapa?"
"Enggak, ini nggak tahu kenapa gelasnya pecah."
Rakhasya, lelaki itu memungut pecahan gelas di atas meja lalu mengambil lap untuk membungkus belingnya.
"La, kamu baik-baik saja kan, Sayang?"
***
"Akbar, kamu jangan gila!" Mala gemetar melihat kilatan di mata Akbar. Kilatan sakit hati, serta nafsu yang menjadi satu.
"Beberapa kali kamu menolak dan mempermalukan aku, Fatmala Zitrya. Dan sekarang saatnya aku membalaskan sakit hatiku." Akbar berjalan cepat mendekati Mala lalu mencengkeram erat pergelangan tangannya.
Kesalahan terbesar Mala adalah, membukakan pintu saat melihat dari balik jendela ada Akbar yang tengah berdiri di depan rumah ayahnya.
Gadis itu tak menaruh curiga sedikit pun pada lelaki itu. Dan tak pernah mengira jika keponakan ayahnya akan bersikap tak senonoh padanya.
Kini, konsekuensi yang harus ia tanggung adalah menerima perlakuan kasar Akbar yang menggunakan kesempatan saat tahu Yusman sedang pergi.

KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR RAKHASYA
RomanceKatakan padaku bagaimana caranya meraihmu di posisi terendahku saat ini. katakan padaku bagaimana cara menunjukkan pada dunia bahwa aku ingin memilikimu meski aku tahu aku tak sebanding denganmu. Rakhasya Bhumi Ghantara Bukan aku yang memilihmu, tap...