37. SEMBUHLAH SAYANG

1K 77 34
                                    

Selama kau bersamaku, tak akan ada bahaya yang menyentuhku

Rakhasya Bhumi Ghantara

Brukk!!

"Aduh, sorry banget ya Gue sampai nggak lihat Lo." Mala membantu memungut obat-obatan lelaki yang ditabraknya karena terlalu fokus pada ponsel saat antre di apotek.

"Slow aja, Gue tahu Lo buru-buru." Lelaki itu menjawab santai.

Lelaki tampan dengan hoodie hitamnya menatap intens pada Mala.

"Tahu Gue buru-buru? Kita kenal?" Mala berbalik menatap lelaki yang kemudian memutus kontak matanya.

"Enggak, kelihatan aja dari cara jalan Lo."

Mala tersenyum, "iya, Gue buru-buru soalnya calon suami Gue ada jadwal fisioterapi."

"Ternyata salah satu aktris terbaik Jakarta sudah punya pawang." Lelaki itu terkekeh pelan.

"Biasa aja, oh ya Gue duluan ya. Sorry sekali lagi, obat Lo jadi berantakan."

"Santai aja. Oh ya, Gue Doni." Lelaki itu megulurkan tangan. Sekilas memandang, Mala membalas uluran tangan Doni.

"Fatmala Zitrya, Lo nggak usah sebut nama. Gue udah hapal sama nama Lo yang selalu muncul di opening sinetron. Karena Gue salah satu fanboy Lo juga."

Mala tertawa renyah, "thank's ya, Don."

"Sama-sama." Doni berlalu meninggalkan Mala yang tersenyum simpul, "cowok aneh," gumamnya.

"Sayang, kamu kenapa?"

"Oh, enggak kok, Ma."

"Itu sebentar lagi Dokternya manggil loh."

"Iya, Mama mau pulang? Atau mau ke Boutique?"

"Mama mau ke Boutique, kata Arienta hari ini ada jadwal bikin konten."

"Ooh, ya udah. Aku sendiri aja. Mama naik apa?"

"Mama udah pesen taxi online."

Selepas Alisia pergi, Mala mendekati Rakhasya yang ada di kursi tunggu.

"Hei, kok ngelamun? Mikirin aku ya?" Mala melingkarkan tangan kirinya di leher Rakhasya, sementara tangan kanannya mengusap pelan pipi Rakhasya yang langsung meliriknya dengan wajah kesal dibuat-buat.

"Ke mana aja sih, lama banget."

"Duuh, kangen ya?"

Rakhasya mengenggam tangan Mala yang masih bertengger di pipinya, beberapa orang melirik iri pada sejoli yang tampak mesra itu. Tapi tak sedikit pula yang berusaha mengabadikan moment dengan memotret mau pun membuat video dengan ponsel mereka.

"Duh, mesranya bikin iri banget Kak Mala."

Seorang gadis menatap mereka dengam raut bahagia.

"Terima kasih." Mala merapikan rambut Rakhasya yang berantakan. Tak lama, namanya dipanggil.

***

DEAR RAKHASYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang