Happy Reading!
Di sisi lain Hutan Lingkih yang tidak jauh dari aliran sungai nampak seorang wanita tengah memejam mata, bergeming dalam posisi duduknya cukup lama. Keadaan tubuh berubah sepenuhnya menjadi manusia membuat Indira lebih tertarik untuk mendudukan diri dan enggan untuk berdiri. Sembari menikmati waktu luang Ia memikirkan akhir cerita dari pertunjukkan lakon yang dimainkan oleh orang-orang penting Kerajaan Tarungga.
Klannya hampir sebagian besar tinggal di dunia fana dan paling pinggir menghuni Hutan Lingkih. Walaupun tidak jarang Indira bergegas ke alam bawah untuk memantau serta membaca gerak-gerik pihak istana setelah menangkap Bahuwirya. Sekian waktu lama Indira tidak melakukan atau merencanakan apa pun. Menurutnya, selagi klan siluman buaya putih tidak dijadikan sebagai kambing hitam atau sekiranya hal-hal yang melibatkan klan dalam pertarungan itu sudah lebih dari cukup. Ia hanya ingin bagaimana akhir dari semuanya, berharap klan yang telah Indira pimpin ribuan tahun tidak menjadi awal kemusnahan klannya atas kekacauan ini.
Kekacauan yang dimaksud ditujukan pada persoalan petarungan takhta urung terselesaikan. Sekalipun Bahuwirya dinyatakan kalahhal tersebut masih akan terus berlangsung jika para pendukungnya menekan sang pangeran untuk segera melengserkan Nawasena dari singgasana. Selama dua ribu tahun ini Indira sudah merasakan bagaimana rasanya hidup dibawah pimpinan Raja Nawasena. Tidak cukup dikatakan baik, maka jika ada pergantian raja baru mungkin Indira tidak akan menolak.
Dari pikirannya terus berkelana Ia menyadari ada seseorang datang. Mata yang terbuka perlahan Indira menatap sang bawahan dengan penuh tanya.
"Izinkan hamba memberikan informasi kepada manggala. Ada beberapa saksi mata dari penjaga yang diatur memantau perbatasan Hutan Mati di alam bawah dipastikan ada seorang wanita. Kami belum mengetahui pasti siapa gerangan, tetapi sejak dua hari lalu langkah kaki mengarah ke wilayah Klan Buaya Putih. Lalu..."
Sang punggawa masih menekuk lutut dengan pandangan menunduk.
"Jenderal Suraya ditangkap oleh para prajurit kerajaan yang diketahui beliau berniat mencari tahu akan keberadaan pimpinan klan peri. Pemimpin klan peri yang sampai saat ini belum ditemukan dinyatakan hilang oleh pihak kerajaan. Yang mana, sejak dibebastugaskan menjadi seorang jenderal maka urusan pemerintahan juga tidak diperbolehkan untuk campur tangan."
Demikian Indira menegakkan badan, memandang batang pohon kini menjadi pusat perhatiannya.
Nismara dinyatakan hilang? Sejak kapan?
Dirgantara mulai kehilangan cahayanya sehingga banyak makhluk malam mulai bersuara. Eksistensi bulan untuk beberapa saat belum terlihat menyebabkan penglihatan begitu remang jika dilihat oleh penglihatan manusia. Namun hal itu tidak cukup mempengaruhi bagi makhluk abadi, mereka memiliki kepekaan cukup tinggi dengan mengandalkan tujuh indera. Cuaca yang berubah tidak menyebabkan mereka berhenti melakukan aktivitas, termasuk Indira kini mulai mendekati pinggir sungai.
Indira melangkah kaki dengan anggun, diikuti bawahannya ikut berdiri dan berjalan membuntuti. Tiada keberanian sang abdi untuk bersikap lancang sekedar menatap lama tuanya yang begitu cantik dengan kemben berwarna keabuan serta rok lilit berwarna senada dan selendang putih menyeratai di kedua tangannya. Sesekali Indira mengusap surai panjang yang terkepang rapi di sisi kanan menggunakan tangan kiri, memandang dirinya sendiri dari pantulan air. Wajahnya nampak muda jika manusia melihat akan mengira seperti gadis 17 tahun, meski kenyataannya umurnya kurang lebih hampir sama dengan Nismara.
Nismara, pemimpin klan peri yang diketahuinya telah hilang tanpa kabar.
"Kau yakin informasi yang diperoleh adalah benar?"
Indira memastikan kembali pada prajuritnya, berharap informasi yang diperoleh adalah benar. Jika demikian memang terjadi, seharusnya Ia menyadari kapan waktu Nismara hilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Terjalin Senja
FantasyBahuwirya tak pernah berharap ia jatuh cinta pada gadis lugu yang terus menatapnya dengan rasa penasaran. Bagaimana ketika gadis itu mendekatinya, bertanya padanya, serta mengajaknya berbicara pada suatu hal yang selama ini belum ia rasakan di dunia...
