Pertemuannya dengan Ki Uyut, menjadi sebuah tanda tanya untuk dipahami. Kakek tua itu terlalu takut jika melibatkan seorang gadis yang membuatnya sedikit tertarik. Entah macam hal apa yang sedang manusia itu sembunyikan, pastilah tak ingin diketahui dirinya akan sesuatu berarti dan teramat penting.
Malam ini, langit begitu terang. Tampak bulan purnama bertengger cantik di luasnya dirgantara, menampilkan keindahannya kepada ruang langit yang gelap. Perlahan, pikiran mengarah kepada seorang gadis. Lagi-lagi gadis yang amat sangat dilindungi oleh seorang Kawindra, betapa Bahuwirya membayangkan jika gadis seperti Gandes bisa bersinar seperti bulan menerangi gelitanya malam.
Gandes yang tak ingin lagi terikat dengan kesengsaraan, tak ingin terikat lagi dengan kesakitan. Juga sesuatu hal membuat gadis itu sedih, serta rasa sakit di hati bukan kepalang. Dari situ, muncul gerak batin pada diri Bahuwirya. Yakni sebuah rasa simpati. Ia ingin Gandes terlepas pada semua keadaan yang menjerat. Yang akan terbang tinggi nantinya bak burung terbebas dari sangkar. Atau, bersinar terang benderang bagai bulan tanpa malu-malu tertutupi awan hitam.
Tanpa disadari, gadis bernama Gandes telah mencuri hatinya. Bahuwirya menjadi terpana akan sifat dan karakter yang dimiliki gadis tersebut. Bagaimana pun cara, sedang Ia upayakan dan perhitungkan matang-matang. Sangat ingin Bahuwirya membantu, agar Gandes terbebas dan bisa menampilkan senyum manis itu kembali. Seutas senyum, menyebabkan Bahuwirya bak orang linglung terpengaruh oleh kekuatan sihir. Kemudian, timbul rasa ingin melindungi dan menjaga upaya gadis itu terus merasa aman, jauh dari kata kesakitan hingga jeritan tangis menjadikan Gandes tidak bahagia.
Ujungnya, Bahuwirya mulai menelisik tentang perasaannya lebih dalam. Banyaknya waktu luang Ia habiskan memperhatikan Gandes dari kejauhan, rasa penasaran kian memuncak tatkala sebuah fakta benar adanya. Gadis itu memang diperlakukan tak selayaknya, bak budak terus bekerja siang dan malam. Ada kalanya menangis dan meratapi nasib di pinggir kusen jendela, sembari menyangga wajah sibuk menatap bulan.
Demikian hati semakin membuncah, Bahuwirya semakin memahami perasaannya. Ia tak ingin kehilangan gadis itu sekejap saja, meski sangat tidak mungkin Gandes hidup selama ratusan tahun. Dia hanya seorang manusia, pastilah tak akan mampu. Kecuali mengikat perjanjian dengan mereka yang abadi, apabila melanggar tentu saja ada pertanggungjawaban sangat pedih untuk dijalani. Justru, hal tersebut menjadi sebab gadis itu semakin tersiksa.
Macam pria tua bangka yang sampai saat ini masihlah hidup.
Dalam hati mengungkap, bolehkah Ia membawa Gandes ke dalam kehidupannya? Menjadikan gadis itu sebagai tempat hatinya berlabuh, yang dapat dikatakan secara tidak langsung akan menjadi titik kelemahan selama Ia hidup. Tetapi kekeuh Bahuwirya tidak peduli, Ia ingin menyanggupi diri bahwa dirinya juga pantas dan mampu upaya menjaga serta membuat sang pujaan hati bahagia. Meski ada kesenjangan dari berbagai faktor yang tak lain usia, pola hidup, hingga karakter jauh berbeda. Teramat ingin Ia menantang keseluruhan perbedaan itu. Bahwasanya, Ia ingin melupakan rasa benci kepada sang kakak tak berkesudahan dan mencoba memulai kehidupan baru dengan seorang gadis yang akan mengisi hari-harinya.
Belum tahu apakah Gandes akan menerima maksud hati terhadap Bahuwirya, namun bisa dipastikan gadis itu akan jatuh ke dalam pelukannya.
-
Sesuatu yang dipunya, belum tentu bisa bertahan hingga diujung usia. Apa yang tergenggam akan terlepas dengan sendirinya, sekalipun keinginan kuat apabila sudah waktunya tentu tak bisa ditarik kembali semula. Dalam hal ini, Praya tak bisa berbuat banyak. Ia terlalu pecundang sebagai seorang lelaki dan kepala keluarga, tiada keberanian membawa Gandes upaya menjauhi istri serta anaknya. Menyelamatkan Gandes dari tindak kekerasan fisik serta ketidakadilan yang dialami putrinya itu, diperlakukan layaknya budak pun dirinya hanya mampu melihat tanpa bisa melakukan apa-apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Terjalin Senja
FantasyBahuwirya tak pernah berharap ia jatuh cinta pada gadis lugu yang terus menatapnya dengan rasa penasaran. Bagaimana ketika gadis itu mendekatinya, bertanya padanya, serta mengajaknya berbicara pada suatu hal yang selama ini belum ia rasakan di dunia...
