58. ALASAN

4.6K 258 21
                                        

Norine tersenyum tipis menyaksikan kebahagiaan Chai telah kembali. Dan ia menengok ketika bahunya di sentuh seseorang.

"Apa yang akan kau lakukan setelah ini Norine?" tanya Theo pada putrinya.

"Entahla...." Norine melebarkan pandangan tatkala menangkap kehadiran orang yang dikenal.
"Norine akan segera kembali." 

Norine berjalan cepat keluar aula dan suara heels membuat beberapa orang disekitar memperhatikan arah perginya.

"Racha..." panggil Norine namun Racha mempercepat langkahnya.

Norine berhenti. Melepas high heelsnya lalu berlari mengejar Racha.

"Hei." ucap Norine saat berhasil meraih pergelangan tangan Racha namun wanita cantik itu justru menepisnya.

"Tolong dengarkan penjelasanku." kata Norine menahan bahu Racha.

"pergilah... Kita selesai." sahut Racha mengusap airmatanya.

DEG

Norine membelalakkan mata. Ia melangkah berdiri dihadapan pujaannya.

"Tidak... Apa yang kau katakan. Kau sedang mengandung, jangan seperti ini." ucap Norine mencengkram kuat kedua bahu Racha.

"Ssssttt sakit Norine." Racha kembali menangis.

"Maafkan aku." Norine melepas cengkramannya.

Racha berniat melangkah namun Norine kembali menahannya. Menangkup pipi wanita itu dan langsung melahap bibirnya rakus.

"No...mh..rine." ucap Racha susah payah melepas pagutan kekasihnya.

Norine melepas ciumannya. Menatap sayu pada Racha lalu menyandarkan keningnya di bahu Racha.

"Aku mencintaimu. Tolong dengarkan penjelasanku." 

Racha menangkup pipi Norine dan dia terkejut melihat Norine yang jarang berekspresi itu  kini menangis di hadapannya.

"NORINE...!!!"

Racha tersentak lalu menengok kebelakang sedangkan Norine menyorot lurus ke depan.

"Apa-apaan kau ini?" kata Theo menatap tajam.

"tolong pelankan suaramu ayah... dia Racha, calonku." jelas Norine tanpa takut.

"Jangan membuat lelucon mustahil Norine." kata Theo memindai penampilan Racha dan Racha menunduk.

"Aku serius ayah, dia calonku dan sekarang tengah mengandung anakku."

"Tidak. Katakan jika kau bohong, kau tidak mungkin menyukai wanita...." kata Theo dengan telapak tangannya bergerak mendikte penampilan Racha yang nampak sederhana.

"Aku menyukainya." Tegas Norine tanpa ragu.

"Beginikah seleramu setelah di tolak keturunan trah Balderic, Norine?" lirih Theo tak percaya dengan pilihan putrinya.

"Tolong jaga bicaramu ayah. Bahkan dari awal aku tidak memiliki perasaan pada Chai."

"Apa maksudmu Norine? Lalu kenapa kau begitu memaksa ayah untuk melamarnya dulu?"

"Hanya untuk menebus rasa bersalahku 15 tahun lalu padanya." jawab Norine dan Theo yang mengerti maksud Norine hanya bergeming datar.

"Setidaknya cari yang setara, Norine." ucap Theo dengan suara kembali lembut.

"Apa kesetaraan hanya diukur dengan harta ayah?" Theo diam.
"Dia cantik, cerdas, berwawasan luas, menarik, publik speakingnya sangat baik, mampu mengimbangi pola pikirku dan etikanya tak kalah dengan didikan bangsawan. Apa semua kelebihan itu akan lenyap hanya karena dia dari kalangan bawah?" 

DESTINY || JOONGDUNK🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang