akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
N
ERO MENATAP DIRINYA DICERMIN, IA TERSENYUM BANGGA DENGAN DIRINYA YANG BISA MERUBAH DIRINYA HANYA DENGAN DUA BENDA DAN MAKE UP TIPIS. Nero tertawa kecil kemudian melepas wig nya dan meletakkan kembali ke kepala boneka disamping kaca, ia membaringkan tubuhnya dikasur dan melihat handphone nya.
"yah..karena pindah tempat tinggal jadinya ruangan ku sempit"ucap Nero.
Nero pindah ke gedung hostel karena keinginan serim yang tak ingin jauh jauh dari Nero.
Tok tok tok
Nero berdiri dan berjalan ke arah pintu kemudian membukanya.
"Ada apa?"
Eunbi berdiri didepan kamarnya kemudian tersenyum sembari memeluk Nero, sepertinya wanita di hostel sekarang punya kebiasaan memeluk Nero setiap kali berjumpa.
"Kau datang bukan hanya untuk memeluk ku saja kan?"tanya Nero pada eunbi
"Ah, didepan ada yang nyariin bibi"ucap eunbi
"Siapa?"guman Nero menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju pintu masuk
"Oh! seok!!"ucap Nero sedikit histeris, ia lalu menyambut kedatangan pria itu dengan senyuman senang.
"Bibi kenal dengan kak Seok?"tanya yejin mengintip dari belakang.
"tidak tau deh, tapi sepertinya iya"ucap eunbi ikut mengintip.
"Seok, ayo ke kamar ku saja!"ucap Nero menarik Seok menuju kamarnya.
"TIDAK BOLEH!!!"
Nero dan Seok tersentak kaget karena serim yang menghadang mereka, serim berkacak pinggang sembari menatap Seok dengan tatapan tajam.
"(Tidak) boleh!"ucap wonseok ikut menghadang keduanya.
"Kalau ngomong jangan dipotong!"ucap serim.
"kenapa sih?"tanya Nero pada serim dan wonseok.
"Laki laki dan perempuan tidak boleh dikamar berduaan"ucap janghyun sembari menggendong yena.
"Hai janghyun"sapa Seok
Janghyun hanya menatapnya kemudian ia menatap Nero lalu pergi masuk ke dalam kamarnya.
"Kita punya ruang tamu, kenapa tidak ngobrol diruang tamu saja?"ucap serim menunjuk ruang tamu.
"ah... baiklah"ucap Nero menuntun Seok ke ruang tamu sembari menatap serim dan wonseok.