adu teknik

114 16 4
                                        

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

"KENAPA KALIAN DISINI?" tanya Nero melihat vasko, Jitae dan wonseok yang terkejut karena kehadirannya yang tiba tiba.

"Kalian sudah selesai berantemnya?" Tanya Nero lagi menatap jitae dan wonseok

"Kau tambah gagah saja Vasko" ucap Nero menoleh pada Vasko

BRACKK

Nero berhenti bertanya, matanya menoleh lurus kedepan. "Pertarungan apa ini?" Guman Nero tertegun.

Hyungseok dan seok sedang bertarung, keduanya saling menghancurkan ruangan.

"Dua teknik meniru sedang bertarung" ucap Wonseok

"Seperti adu teknik saja" ucap Nero mengangkat alis.

BRACK

BRACK

"Mereka menghancurkan" guman Nero

"Aku bingung harus mendukung yang mana" ucap Wonseok

"Mereka terlihat sangat brutal" ucap Vasko

"Hyungseok kecil terdesak" ucap Jitae

"Mereka beda pengalaman" ucap Nero

"Kau benar"

"Ternyata pengalaman sengaruh itu" ucap Jitae pelan

"Mereka tumbang" ucap Vasko tertegun

Hyungseok dan seok terkapar dilantai, mereka menghela nafas lega. Ketika Seok bangkit kembali, mereka menahan nafas.

Mata Seok melirik ke arah mereka.

"Sial!!"

Wonseok menarik tubuh nero menghindari serangan cepat Seok yang terarah ke mereka.

"Aku kaget sekali" ucap Vasko juga menghindar

"Dia mengincar kita" ucap Jitae panik

"Aduh kacamata-ku" ucap Nero mengeluh karena kacamata terjatuh saat wonseok menarik tubuhnya.

Seok menginjak kacamata itu, "HEY! itu mahal tau!! Aku membelinya pakai duit ma taeso" seru Nero geram

Wonseok menarik tubuh Nero lagi menjauh ketika Seok mengincar mereka berdua. Jitae dan Vasko maju untuk menahan tubuh Seok.

"Sial"

Wonseok bangkit dan melepaskan genggamannya pada Nero, ia bergerak untuk menahan tubuh Seok dengan tekniknya.

Seok dengan mudahnya menghindar dan menyerang balik dengan teknik yang sama. "Aku benci dengan teknik mencopy itu, tapi itu juga terlihat keren" guman Nero mengerutkan alis, ia menonton di pojokan.

Ketika Vasko, Jitae dan Wonseok terdesak. Seok berjalan ke arah Nero.

"Sial! Seok! Sadarlah! Kau akan menyesal!!" Ucap Wonseok berteriak ke arah Seok, ia tak memiliki tenaga yang cukup untuk menahan tubuh Seok yang terlihat tak tergoyahkan.

Nero berdiri dari duduknya, ia berkacak pinggang menatap seok. "Meh, majulah" ucap Nero mengambil ancang ancang.

"Nero..." Jitae tak habis pikir dengan jalan otak Nero, sudah jelas seok itu monster yang tak bisa mereka kendalikan. Dan Nero dengan tengilnya menantang Seok, tubuh Nero yang lebih lemah dari mereka? hufh.

Seok sudah didepan Nero, menatap kosong pada gadis itu. "Seok ...sadarlah" ujar Vasko menatap khawatir, tubuhnya berusaha bangkit untuk mencegah Seok menyentuh Nero.

BRACKKK

Seseorang datang dan langsung menghantam tubuh Seok sebelum tangan Seok bisa menyentuh ujung kulit Nero.

"Hey nak"

'Penyelamat?'

Nero berkedip, tubuhnya dipeluk dengan erat oleh Seok. "Eh?"

Mereka tertegun, melihat Seok yang memeluk tubuh Nero. "Kenapa dia memeluk Nero?" Tanya Jitae

"Dia tetap brengsek rupanya" ucap Wonseok

"Dia melindungi Nero" ucap Vasko

Mereka menoleh pada vasko, "Hah?"

Park jinyeong menatap Seok yang kembali bangkit, Seok mengamankan tubuh Nero di sudut ruangan, pemuda itu tak berbicara dan hanya menatap kosong. Tapi Nero bisa rasakan perasaan aman ketika Seok berdiri dihadapannya.

"Kenapa dia imut sekali" guman Nero pelan

Seok kembali menatap park jinyeong, menghantam tubuhnya untuk membalas dendam.

Pertarungan mereka terjadi, lagi dan lagi Seok menghadapi musuh yang memiliki teknik mencopy.

"Old lawan kids, mereka saling mencopy" guman Nero

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

lookism × OC Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang