Menjaga mu

281 30 0
                                        

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

JIHAN MEMPERHATIKAN NERO YANG DUDUK TERMENUNG DI RUANG TAMU , pria itu ingin berbicara dengan Nero mengenai kepergiannya.

ia mendekati gadis itu, dan duduk agak jauh dari Nero, ia khawatir Nero akan berteriak saat melihat dirinya yang mendekat.

"Nero" panggilnya dengan lembut.

Nero hanya diam menatap layar tv yang rusak.

"Dokumen...syal..dokumen...syal"

"apa?"

"Dokumen...syal..."

Jihan secara refleks mendekat untuk mendengar lebih jelas.

Nero mulai menangis lagi sembari memegang kakinya yang cedera, Jihan menatap Nero sendu, gadis itu sudah menangis berapa kali hari ini.

"Sakit...iks...diinjak...sakit"

Nero menangis terisak-isak.

"Ji...Jihan"

"ya, Nero, aku disini"ucap Jihan berlutut di hadapan Nero dan menyentuh tangan Nero menenangkan gadis itu.

"di injak...kaki.."

Jihan menahan amarah dan kesedihan nya secara bersamaan, ia bisa membayangkan seberapa sakit dan pedihnya Nero malam itu sampai membuat gadis itu trauma.

"Hiks....sakit...Jihan...dia..nyekik"

"Aku akan membalaskan dendam mu Nero, aku akan membalasnya! aku berjanji Nero"ucap Jihan menggenggam tangan Nero, ia menyandarkan kepalanya ke kaki Nero.

"Aku bersumpah Nero"

.

.

.

"Titipkan saja gadis itu padaku"ucap Ma taeso menatap Jihan dan jibeom.

Jihan dan jibeom saling tatap lalu menatap Nero yang sedang tertidur lelap sembari memeluk foto Jichang.

"Jika kalian meninggalkan disini yang ada saat kalian kembali, gadis itu sudah menjadi tulang belulang"ucap Ma Taeso

Keduanya menyergit, lalu mengangguk setuju, mereka tak bisa membawa Nero bersama mereka atau meninggalkan Nero sendirian tanpa adanya penjaga.

lookism × OC Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang