akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
JINYEONG DAN SEOK BERTARUNG DENGAN LEBIH GILA LAGI, jinyeong hampir saja terdorong mundur, namun ia menemukan titik celah pada Seok yang menyerangnya membabi buta.
"Asmara Monster" gumannya dingin, ia menyerang titik celah.
Seok semakin gila menyerang jinyeong, menarik lelaki tua itu untuk menjauh dari zona aman yang ia buat untuk melindungi Nero yang sedang menonton di pojokan.
Wonseok menatap celah, ia berjalan ke arah Nero, berniat ingin mengamankan Nero. Namun Seok tak membiarkan wonseok mendekati Nero, jadi ia melemparkan tubuh jinyeong tepat mengenai wonseok.
Seok melompat ke arah Nero dan menarik gadis itu ke dalam dekapannya dan menggendongnya. "eh?"
Tubuh Seok kaku, perlahan ia menjadi oleng.
"Karena perhatianmu teralihkan, aku jadi bisa menyerangmu" ucap Jinyeong yang sedang menimpa tubuh wonseok, ia menatap kaki Seok yang sudah disuntikkan obat penenang.
Seok jatuh oleh, tangannya menggenggam erat tubuh Nero.
"Sial, dia lumayan juga untuk generasi 2" ucap Jinyeong berdiri dan mendekati Nero.
Ia mengulurkan tangan, Nero menatapnya dan menerima uluran tangan lelaki tua itu.
"Kau sudah aman" ucap Jinyeong membawa Nero menjauh dari tubuh Seok yang sudah pingsan.
"Apa kau baik baik saja?" Tanya Jitae mendekat
"Seperti yang kau lihat" ucap Nero berputar
Tak lama, Seok bangkit kembali. "Kau sudah sadar!?" Tanya Vasko menatap Seok
"Ah.."
"Kau memukul teman teman mu, termasuk aku" ucap Vasko
"Maaf..."
"Sekarang kita ada dihalaman terakhir" ucap Wonseok
"Hm?"
"Tujuan kita saat ini adalah mengalahkan Baek Hangyeol" ucap Wonseok
"Kau benar" ucap Seok berdiri, ia menatap Nero yang juga menatapnya.
"Kecil" gumannya
"Hah?"
Tiba tiba sebuah dentuman terdengar, mereka saling menatap heran. Perasan mereka tiba tiba terasa campur aduk, hanya Nero yang perutnya terasa gelisah.
"Aku merasakan kehadiran seseorang" ucap Nero pelan, ia menoleh ke arah pintu.
"Dia datang" ucap Jitae menarik tubuh Nero untuk bersembunyi di belakang tubuhnya yang besar.
"Musuh yang lebih kuat" ucap Seok menggeram, matanya memicing tajam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.