akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
NERO MENATAP PRIA DENGAN MODEL RAMBUT PERMEN KARET ITU TERCENGANG. "Papa?" pemuda itu juga menatap Nero terkejut sekaligus panik. Keduanya lalu duduk dibangku kosong didekat taman, janghyun mulai menceritakan mengapa ia bisa punya anak disaat ia masih SMA.
"Kau keran"
"Eh?"
"Kau keren karena mau bertanggung jawab"ucap Nero membuat janghyun terdiam mengingat sekilas memonya.
"Ohya katamu kalau paudnya libur kau membawa yena ke salon ya? Bagaimana kalau kau menitipnya kepada ku?"ucap Nero pada janghyun.
"Bolehkah?"
"Tentu saja tidak ada pungutan bayaran kok"ucap Nero mengedip satu matanya pada janghyun.
"Kalau begitu boleh aku minta sekarang? Sebenarnya disalon sedang ada yang menunggu, aku tidak akan lama kok paling 30 menitan doang"ucap janghyun.
"iyaa pergilah, yena juga suka pada ku, ini aman saja"ucap Nero
"benaran aku akan kembali"ucap janghyun lalu pergi menuju salonnya.
"aku tidak menyangka dia punya anak dengan gadis itu"ucap Nero melihat punggung janghyun yang mulai menghilang.
"bagaimana kabar serim ya"guman Nero
"ba!ba!ba!"
Nero menatap yena yang menepuk nepuk dadanya pelan, meminta untuk diperhatikan juga.
"kau imut sekali yena"ucap Nero membuat yena tertawa geli, Nero juga ikut tertawa karena tingkah yena yang benar benar lucu menurut nya.
.
.
.
'Karena gak mau cari ribut akhirnya aku mengalah deh'guman Nero menatap perkumpulan wanita dengan seragam God dog nya.
Nero memeluk yena lalu menatap perkumpulan wanita tersebut yang menatapnya dengan sangat sinis.
"Itu anak mu ya? Tapi kelihatannya kau lebih muda dari kami deh, jangan jangan anak haram?"ucap salah satu dari mereka, dan sisanya terkekeh menertawakan Nero yang menutup kuping yena.
"Maaf, tolong jaga bahasa kalian didepan anak kecil"ucap Nero menatap mereka dengan dingin.
"Ugh...jalang ini sok sekali!"ucap salah satu dari mereka dan mulai mendekati Nero untuk menjambaknya.
"HUAAAAA"
"YENA ADA APA?!"
"wah"
Perkumpulan wanita itu terpana dan segera mendadani diri mereka agar terlihat cantik didepan janghyun.
"BOCAH SIALAN!! PERGI KEMANA KAU!!"
"SE-ENAKNYA KABUR SETELAH KAU BIKIN RAMBUT PELANGGAN JADI BEGINI"
Nero menatap pria yang menjadi pelanggan(korban) janghyun tersebut dengan tatapan terkejut dan juga rasa geli mulai menggelitik diperutnya karena ingin tertawa.
Janghyun pun membalasnya dengan bilang bahwa itu sedang tren, Nero hanya mengangguk ngangguk sembari menimang nimang yena agar dia menjadi tenang karena sempat kaget melihat Nero dijambak.
Sementara Nero menimang nimang yena, janghyun memohon maaf pada pelanggan tersebut.
"apa kalian ini keluarga muda?"ucap min dongsan memperhatikan Nero, yena dan janghyun.
Janghyun ngeblush karena perkataan dongsan barusan, ia tidak bisa membayangkan hal seperti itu.
"Sudahlah...jadi ada masalah apa disini?"tanya dongsan sembari menutup kembali kepalanya menggunakan Hoodie.
"Itu kak, gadis itu berpikir kita pengemis!"
"Dia ngasih dompetnya padahal kami nggak minta!"
Nero hanya menatap datar perkumpulan wanita itu, ia lelah, yena terusan menangis.
"owee"
"AH BERISIK! SURUH BAYI ITU DIAM DULU SANA!!!"
Janghyun mengambil yena dari Nero dan meminta maaf pada dongsan.
"Maaf ya, yena baru 3 tahun"ucapnya pada dongsan berusaha selembut mungkin.
BUAK
Dongsan melayangkan tendangannya ke kepala janghyun, membuat janghyun menunduk pada dongsan.
"Bangga gitu punya anak saat masih SMA?sialan bangga kau bisa semprot sana sini?harusnya kau bereskan dengan rapi!"ujar dongsan meremehkan janghyun.
"Loh berdiri lagi?"
Janghyun menatap dongsan dengan ekspresi yang masih ia pertahankan sembari menutup kuping yena.
"Maaf ya, saya gak berpikir panjang..tapi tolong jangan bicara kasar, takutnya yena dengar"ucap janghyun dengan ekspresi yang sama.
"Sok jadi papa hahaha!! kau pikir keren gitu? mestinya jangan dilahirkan! Karena itulah aku menggugurkan anakku"ucap dongsan semakin mendekat untuk membisikkan kata kata nya diakhiri.
"ah..maaf, ya"ucap janghyun dengan ekspresi yang sama.
"Hahaha kelihatannya aja keren ternyata bodoh ya?"
"meski ganteng tapi bodo ah"
"tapi tetep ganteng kan?"
Nero menghembus nafasnya lelah, niatnya hari ini adalah melihat toko barunya yang akan dibuka disekitaran sini tapi malah terlibat sampai sini.
"Kami boleh pergi? Yena kedinginan"
"ah..mana boleh aku harus bermain sedikit dengan istrimu dan memberikan bocah ini pelajaran---"