akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
"APAAA YAAANG SEDAANG TERJADIIIII SAAAT INIIIIIIII?!!!" teriakan melengking itu menghentikan pertarungan yang sedang terjadi.
"NERO?!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nero menatap Jichang sambil berkacak pinggang dengan ekspresi kesal yang terlihat diwajahnya.
"Kenapa kau sudah pulang?" tanya Jichang bingung karena Nero pulang lebih awal.
"Eh! aku lupa bilang jadwal ku berubah ya?"ucap Nero berkedip kedip polos.
"loh?"
Hyungseok menatap Nero dan Jichang secara bergantian, ia bingung mengapa Nero bisa disini dan mengapa Nero kenal dengan Jichang, apa hubungan mereka?
"Apa kau kesini jalan kaki?"tanya Jichang mengecek tubuh Nero yang sedikit kotor karena lumpur.
"Aku tak sengaja bertemu Nero ditengah sawah, jadi aku membawa nya kemari"ucap paman NOH BAKGU.
Bakgu tersenyum sembari membawa koper milik nero yang kotor terkena lumpur.
"Kenapa kau bisa ada ditengah sawah?"tanya Hyungseok speechless.
"aku tak tau, aku ingin pulang kerumah tiba' saja sudah ada di tengah sawah"ucap Nero menghela nafas.
"susahnya jalan pulang"ucap Nero sekali lagi menghela nafas panjang.
"tidak-- sudah pasti jawabannya kamu tersesat"ucap Jichang.
"e?"
"Apa kau tidak mengenali wajah orang itu Jichang?"
Jichang menatap bakgu bertanya-tanya wajah siapakah yang dimaksud.
"Anak itu mirip dengan Park Jinyeong"
Jichang pun menatap Nero dengan tatapan tertegun.
"Tidak, bukan aku tapi Hyungseok"ucap Nero memiringkan kepala Jichang menghadap Hyungseok.
"OH!"
.
.
.
"Minimal sambut kek"ucap Nero menggerutu sebal karena ia ditinggal seorang diri diruang tamu.
Jichang, bakgu dan Hyungseok sedang mengobrol serius di ruangan Jichang, hyunseong, jay, Jihan dan jibeom juga sedang berendam bersama, hanya Nero sendiri yang ditinggal padahal ia juga tamu.
"duh lapar"ucap Nero berdiri dan pergi ke dapur untuk memasak.
.
.
.
"apa hubungan mu dengan Nero?" tanya jibeom.
"Nero?ah aku tidak terlalu mengenalinya"ucap Hyunseong menangkap ular yang ada direndaman air nya.
"Tapi sepertinya teman ku dekat dengannya"ucap Hyunseong menatap jay yang dibantu Jihan membalut.
"Apa hubungan mu dengan Nero?" pertanyaan itu muncul kembali dari si bungsu Kwak.
"..."
"Dia bilang mereka teman sekelas"ucap Hyunseong diangguki Jay dengan semangat hingga Jihan dan jibeom menatap keduanya bingung.
"benarkah? Nero itu orang yang seperti apa dikelas?"tanya Jihan tersenyum.
Jay mulai menjelaskan dan Hyunseong menerjemahkan.
.
.
.
"Kami sedang buru'"ucap Hyungseok ingin segera pergi.
"WOE!"
Mereka semua menatap Nero yang kembali berkacak pinggang.
"Aku sudah masak banyak, kalian ingin pergi begitu saja? mau mati ya?"ucap Nero jengkel.
"Tapi kami sedang buru-buru"ucap Hyunseong
"Apanya yang buru'? ayo makan Nero"ucap Hyungseok menggandeng tangan Nero dengan berani didepan trio kwak.
"oi oi oi"
"nyari ribut bocah ini?"
"Persetan mau kamu itu tuan muda kek apa kek, jangan berani menyentuh Nero"
Ketiga Kwak itu menatap tajam Hyungseok.
"Jangan begitu ke tamu, ayoo masuk Hyungseok"ucap Nero menarik tangan Hyungseok masuk.
"Kalian ini posesif sekali"ucap paman bakgu ikutan masuk.