akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
JIHOON MENATAP NERO YANG BERDIRI TAK JAUH DARI DIRINYA, gadis itu tampak sangat cantik dimatanya yang membuat sesuatu dari dirinya bergejolak dan ingin menangkap serta mengurung Nero di suatu tempat yang tak bisa dijangkau oleh orang lain.
Nero yang merasakan tatapan obsesi milik Jihoon berbalik dan menatap Jihoon jengkel.
"aku tidak tau bahwa seorang bintang besar bisa semenganggur ini"ucap Nero berkacak pinggang sambil berjalan mendekati Jihoon.
Jihoon memiringkan kepalanya dan tersenyum manis pada Nero yang berdiri tepat didepannya.
"aku sedang sibuk saat ini, kau tau?"ucap Jihoon melipat kedua tangannya di dada.
"Yang aku lihat saat ini kau sedang melihat orang dengan tatapan merisihkan yang pernah ada, ouh! aku tau aku begitu cantik makanyaa mata mu tak bisa lepas dari diriku, aku mengerti."ucap Nero menghela nafas panjang sambil tersenyum maklum.
"Benar, itulah kesibukan ku saat ini"ucap Jihoon menarik Nero lebih dekat.
Nero tersentak kaget saat Jihoon menyentuh pipinya dengan lembut, Jihoon juga memeluk pinggang Nero sehingga tubuh mereka menempel, untungnya stasiun saat ini sedang sepi karena masih pagi hari.
Yups! saat ini mereka berdua sedang berada distasiun karena Nero yang ingin kembali mudik ke rumah keluarganya mumpung libur telah tiba.
Dan Jihoon ngikut karena ingin mengantar Nero, awalnya Nero ingin berangkat saat sudah siangan tapi melihat Jihoon yang ingin ngikut membuat Nero mengganti jadwal berangkatnya. ya mikir aja lah, bintang besar kek dg ngikut nganter stasiun dimana saat pagi pukul 8-9 itu benar' rame, yang ada dg kena masalah.
'pengertian banget'batin Nero menghela nafas.
"kau memikirkan apa disaat aku didepan mu?"ucap Jihoon menatap selidik Nero.
'apasih, cemburuan banget! padahal gaada status'batin Nero menyergit kesal hingga jidatnya disentil oleh Jihoon.
"apa?" tanya Nero menyentuh jidatnya yang nyut' an
cup
Jihoon mengecup jidat Nero yang sempat ia sentil itu kemudian pindah ke pipi, mata, idung, dan terakhir bibir. agk lma ygy
Abistu itu Jihoon memeluk Nero gemess dan menggesekkan pipinya ke pipi Nero, ia bahkan mengigit pipi Nero karena terlalu gemas.
"HENTIKAN!"
Nero mendorong pipi Jihoon menjauh, ia menatap garang pada Jihoon.
Jihoon hanya menyengir ganteng melihat tingkah Nero yang kelabakan karena sikapnya.
'Jadi pengen makan'
'lucu banget sih nero'
'kalau di perkosa enak kali ya'
"TING TONG"
"Keretanya sudah mau datang"ucap Nero mendorong Jihoon menjauh.
"Belum dekat, biarkan seperti ini dulu"ucap Jihoon memeluk Nero lebih erat.
'SUMPAHH MAU MARAH!' batin Nero kesal.
"Kamu ini kenapa selalu begini terus sih ke aku!"
"karena aku suka"
Nero terdiam, ia menghela nafas.
'aku nya takut'batin Nero
"kamu suka aku ga?"tanya Jihoon membuat jarak antara mereka.
"Ga"
Jihoon tersenyum perih saat mendapatkan jawaban datar.
"Ada ya orang ga suka tapi nikmatin banget pas dipeluk' gini sama dicium--"
"Udaa datang"ucap Nero mendorong wajah Jihoon menjauh, ia mengambil tasnya dan berdiri didepan pintu masuk, saat pintu terbuka ia buru' masuk.
Jihoon tersenyum lalu melambaikan tangan ke arah Nero.
Nero melihatnya dengan muka memerah, ia menyembunyikan dirinya dibalik syal yang menutupi setengah mukanya.
"Sepertinya aku sudah gila"ucap Nero pelan pada dirinya sendiri.
sampai kereta berangkat, Jihoon tetap berdiri disitu sampai kereta tak terlihat lagi baru ia kembali, ia ada jadwal untuk menemui Yoojin sekarang karena ia ingin membahas tentang big deal serta hal penting lainnya.
.
.
.
"apa dia mengira semua orang desa itu polos?" ucap pria dengan mata seperti ular alias bungsu Kwak.
"apa ada kabar dari kak jichang?"
"tak ada"
"Dia menyuruh kita menyelesaikan ini karena ia ingin menjemput Nero"
"Harusnya aku yang menjemput Nero" ucap Jihan menyalakan rokoknya.
"Hmmm..."
"Selesaikan masalah ini sebelum Nero tiba"
"mungkin sekarang pawang anjing itu sudah mengalahkan nya"