Penyelamatan

121 16 2
                                        

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

SUASANA DAN GEDUNG YANG KACAW MENYAMBUT KEDATANGAN NERO...dua orang yang sedang berkelahi menatap Nero terkejut.

"Apa yang sedang kalian lakukan?"

"Berantem?"

"Oh.. silahkan lanjutkan"ucap Nero menyelonong pergi meninggalkan keduanya.

"Kenapa Nero disini?"

"Kenapa Nero disini?"

keduanya mempertanyakan hal yang sama, mereka memperhatikan punggung Nero yang mulai berjalan menjauh dari ruangan mereka.

Wonseok dan Jitae kembali fokus bertarung, mengabaikan pertanyaan yang muncul dibenak mereka ketika melihat kehadiran Nero.

.

.

.

"Aku tidak melihat ujungnya" guman Nero menatap kosong pada koridor yang sepi dan gelap.

"Terlalu melelahkan jika harus ditelusuri" gumannya lagi berbalik meninggalkan ruangan tersebut.

"ADA ORANG DISANA?!"

"Huh?"

Gadis itu menoleh ke belakang, di salah satu sel penjara, terdengar suara memanggil.

Nero melangkahkan kakinya mendekat ke asal suara.

"Kenapa kau disini?" Tanya Nero tertegun melihat keberadaan Jihan di dalam sel tahanan.

Pemuda itu berkedip, matanya mencoba mencerna situasi. "Kau Nero?" Gumannya

"Ya" ucap Nero

Jihan berkedip berkali kali, matanya perlahan melebar. "KENAPA KAU DISINI?!" Bentak Jihan

Nero berkedip, "Memangnya aku harus dimana?" Tanya Nero bingung

"BUKANKAH KAU HARUSNYA ADA DI ANSANG?!" Seru Jihan lagi, Nero menatap Jihan. Ia menjadi ragu untuk membukakan pintu yang menahan Jihan karena melihat Jihan yang menjadi reog.

"Aku melarikan diri" ucap Nero sembari celengak celinguk melihat sekitar

Jihan terdiam, "Jadi begitu" ucap Jihan pelan, matanya masih menatap Nero dengan dalam.

"Maaf, aku seharusnya menemanimu selama ini..."

Melihat Jihan yang sudah agak tenang, barulah Nero membukakan pintu untuk membebaskan Jihan yang terlihat merasa bersalah.

"Aku sudah baikan sekarang" ucap Nero menatap Jihan yang lebih tinggi darinya, ia merentangkan kedua tangannya.

Jihan menghela nafas, ia memeluk tubuh Nero dengan erat. "Maaf" ujarnya pelan, nero membalas pelukan Jihan dan menepuk punggungnya sebagai penenang.

"Aku tidak apa apa, maaf juga membiarkanmu berjuang sendirian" ucap Nero menyandarkan kepalanya di bahu Jihan yang menunduk.

"Woi Kwak Jihan! Beraninya kau bermesraan disituasi saat ini"

Keduanya tersentak, "Rupanya kau disini"

Mereka berdua menoleh, membuat tiga lelaki yang datang ke sel tahanan itu membeku.

"NERO?!"

Mereka tersentak kaget dengan wajah yang menganga lebar menatap keberadaan Nero yang saat ini dipeluk oleh Jihan.

"K-KENAPA KAU DISINI?!" Tanya Hyungseok menjatuhkan lelaki kerdil yang ia gendong.

"Kenapa kalian berpelukan...?" Tanya Jin hobin dengan raut wajah bingung, kacamatanya sedikit turun.

Nero melepaskan pelukannya dan menatap lurus pada Hyungseok dan Hobin, "Aku sudah baikan jadi aku datang untuk bersapa hello" ucap Nero tersenyum polos sembari melambaikan tangan pada kedua teman sekolahnya.

"Syukurlah kalau kau sudah baikan" ucap Hyungseok tersenyum lembut.

"Kenapa kau lama sekali" ucap Jihan berdecak sebal

"Huh? Kami tidak tau kau ada disini" ucap Hyungseok menatap Jihan tertegun

"Apa?! Jadi kalian datang bukan untuk menyelamatkanku?" Tanya Jihan tersentak

"Tidak, kami memang ingin menyelamatkan tapi menyelamatkan Si Tua" ucap Hyungseok menatap teman kerdilnya yang masih tersungkur

"Si tua?" Jihan mengangkat alis bingung.

"Seperti namanya  dia adalah orang yang sudah lama berada disini dan paling tau mengenai gedung ini dan aktivitasnya" ucap Hyungseok

"Tapi...di sel ini hanya ada dua orang" ucap Jihan tertegun, ia menoleh pada pintu sel disebelah ruangannya. Membuka pintu tersebut.

"Jadi selama ini aku mengobrol dengannya..?"

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

lookism × OC Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang