bohong

164 20 2
                                        

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

MA TAESO MENATAP NERO YANG MULAI MEMBAIK DARI HARI KE HARI, gadis itu tak lagi sama seperti sebelumnya, yang suka murung dan melamun, kini ia menghabiskan waktu untuk melatih mental dan fisiknya, seperti saat ini ia sedang berlatih fisik bersama Taeso.

"Ayo bewan mas"ucapnya membuat Taeso mendengus mendengarnya.

"Kau baru belajar bela diri sudah mengajak aku duel?perlu aku ingatkan kepada mu bahwa aku seorang raja"ucap Taeso mendengus lucu.

"Aku tau, makanya aku memilih mu sebagai lawan duel ku"ucap Nero mengambil ancang-ancang.

Taeso menyergit, kemudian ia pun tersenyum.

"Baiklah---"

"Jika aku berhasil mengalahkan mu aku akan pergi meninggalkan Ansan"ucap Nero membuat kesepakatan

Taeso terdiam, ia pun terkekeh dan menganggukkan kepalanya, ia merasa Nero sangat percaya diri untuk mengalahkan dirinya,
.. sebelum kejadian memalukan kembali terulang kedua kalinya.

"Aku menang bung"ucap Nero berjongkok dihadapan Taeso yang terlentang ditanah.

Nero memang tidak terlalu kuat tapi ia gesit, ia mampu mengalahkan lawannya dengan kecepatan yang gila, ibaratnya jauh sebelum 1 detik lawannya berpikir, Nero akan menyerang lebih dulu ke titik paling lemah, dan dengan itu ia berhasil melumpuhkan lawannya dengan 1x serangan.

Dan Yap, ia menyerang Taeso dengan mengelabuinya, yang pertama ia bergerak ingin menyerang kemaluan Taeso tapi sebenarnya yang ia incar adalah leher Taeso.

Nero itu waras, ga mungkin dia mau menghabiskan tenaganya melawan kekuatan Taeso.

"Kau gila"ucap Taeso memegang lehernya yang terasa tak berfungsi.

"Dan Yap, aku memang gila"ucap Nero duduk disamping Taeso.

"Jika kau segesit ini, mengapa tidak melawan Choi dongso?"

Nero terdiam.

"aku terkena panick attack"ucap Nero menatap langit.

"huh?"

"Sejak awal aku sudah merasa tak beres dengan tingkah Jichang dan paman bakgu yang seperti merencanakan sesuatu, malam itu aku mencari mereka karena tak menemukan Jichang, lalu aku sampai kerumah paman bakgu dan menemukan dokumen bukti' pembunuhan Kim Gambrong"ucap Nero menatap Taeso serius.

lookism × OC Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang