akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
JANGHYUN SEDARI TADI TERUS MEMERHATIKAN GERAK GERIK NERO. karena terus diperhatikan, Nero menatap tajam janghyun dan meminta penjelasan atas tindakannya yang membuat Nero risih tersebut.
"Apa?"
"Aku hanya khawatir pada mu"ucap janghyun menghela nafas.
"Aku terlihat sangat baik, luka tusuk ya tak terlalu dalam jadi bisa langsung sembuh"ucap Nero mengacak' rambutnya merasa frustasi dengan ke-khawatiran yang dirasakan oleh janghyun, sebenarnya bukan hanya janghyun tapi yang lain juga khawatir yang berlebihan padanya, untungnya teman teman sekolahnya tidak ada yang tau, bisa rame kamarnya dengan mereka nanti.
"Kau sudah menyelesaikan tujuan mu"
Janghyun menunduk, ia bingung dengan dirinya begitu juga dengan Nero, ia tak mengerti apa maksud dari 'sudah menyelesaikan tujuan'
"Aku tau...tujuan mu hanyalah keselamatan pria dari big deal itu.."
Nero menyergit heran melihat tingkah janghyun yang seperti perempuan akan menyatakan perasaannya.
"Apa kau akan kembali ke big deal?"tanya janghyun.
Ah, jadi ini lah maksud dari janghyun, pria manis ini sedang dalam masa frustasi juga karena memikirkan hal ini.
"Aku tak pernah menjadikan seseorang sebagai tujuan ku..."ucap Nero menjelaskan.
"Tujuan ku hidup juga tak jelas tapi aku tau apa yang paling aku inginkan, tenang saja, aku tak akan kembali ke mereka, mereka hanya bagian dari perjalanan hidup ku"ucap Nero tersenyum.
"Jadi..."
"Big deal sangat miskin, aku tak suka tempat yang miskin"ucap Nero tersenyum hingga matanya juga ikut tersenyum.
Janghyun tertegun dengan pernyataan Nero, bukannya mengurangi bebannya, janghyun malah merasa Nero juga akan pergi, bukan ke big deal bukan juga hostel apalagi God dog...Janghyun mengepalkan tangannya.
'Tak boleh'
Janghyun menatap Nero yang sudah berbalik menuju kamarnya untuk beristirahat.
"Nero sama sekali tak boleh ke ilhae"ucap janghyun.
Tangannya terkepal kuat.
"Bwa bwa"
Yena yang melihat ayahnya mengepalkan tangan pun memeluk tangan sang ayah hingga urat' yang menonjol ketika ia mengepalkan tangan mulai mereda.