❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
ZIN DATANG SEMBARI MENGGENDONG HYUNSEONG DAN JIBEOM DI PUNGGUNGNYA. Nero dan lainnya tersentak kaget melihat kondisi Hyunseong dan jibeom yang terlihat mengenaskan.
"KAKAK!" Seru Jihan menghampiri Jibeom yang pingsan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Hyungseok mengecek kondisi tubuh Hyunseong yang juga terluka.
"Apa baekho sekuat itu?!"
Nero mendekati kedua lelaki yang pingsan itu, menatapnya selidik. "Hiiy hiiiy"
"Apa yang kau lakukan Hobin?" Tanya Hyungseok menoleh ke belakang
"Aku tidak memukulnya sialan" ucap Jin hobin menahan si tua yang terlihat ketakutan
"Kita akan mati..kita akan mati" guman si tua
"Sadarlah pak!!" Ujar Hyungseok menenangkan.
Setelah tenang, mereka mulai mendengarkan cerita dari si tua yang rupanya mantan direktur di rumah sakit yang sedang mereka pijaki saat ini.
Si tua ini adalah korban pertama aktivitas ilhae.
"Benar benar menjijikan" guman Nero tertegun
"Tai matanya?" Tanya hobin menoleh
Nero menoleh padanya dengan tatapan datar, "Sebenarnya aku ingin mengabaikan itu, tapi karena kau mengungkitnya..." Nero berujar pelan sambil menutup mulutnya.
"Aku ingin muntah" gumannya lagi keluar dari sel tahanan tersebut.
Setelah mendengar cerita keseluruhan, mereka mulai mengikuti si tua untuk keluar lewat tangga darurat.
Di tengah perjalan, langkah mereka berhenti
"Kau lagi sibuk, ya? Istirahat dulu disini"
"Siapa Ireng itu" ucap Nero mengintip dari belakang punggung Hobin
"Wah, ada monster pupil"
"Hum?"
Nero menoleh pada tangan Hobin yang mengepal. "Sedangkan apa kau disini Jin Hobin? Apa kau juga anggota Allied?"
"Lama tak berjumpa—"
Nero berkedip, dalam sekejap Hobin sudah didepan lelaki berkulit hitam dan menghantam wajahnya.
Punggung Hobin bergetar. Nero bisa melihat adanya kemarahan.
"Dia pasti marah karena diejek monster pupil" guman Nero beropini yang langsung ditatap datar oleh Hyungseok.
Zin menatap pada Nero yang saat ini bersembunyi di balik punggung Hyungseok, "Kau semakin kecil" guman Zin
"Huh?"
Nero menoleh pada Zin dengan tatapan polos, "Apa maksud-mu?" Gertak Nero memicingkan matanya.
"Kalian pergilah lebih dulu" ucap Hobin
"Hm?"
"Baiklah" ucap Hyungseok, menarik tangan Nero dan berjalan mengikuti si tua begitu juga dengan Jay dan Zin yang mengikuti dari belakang.
Si tua membawa mereka ke basement 2, tempat para manusia yang dianggap gila dijadikan bahan eksperimen.
"Lagi lagi penghalang" ucap Hyungseok berdecak sebal menatap lelaki Ireng lainnya yang sedang duduk menunggu kehadiran mereka.
"Biar aku selesaikan" ucap Zin maju
"Ayo"
"Mulai dari sini kita akan mencari orang yang ingin kita selamatkan" ucap Hyungseok
"Baiklah"
Si kerdil menjatuhkan Ahn Hyunseong, jibeom dan Jihan berhenti karena mereka akan menunggu.
Dan kini tersisa Kwak bersaudara, Nero menunggu kedatangan yang lain.
"Aku gelisah" ucap Nero
"Aku bisa memeluknu—"
"Aku tak bisa duduk diam disini, aku akan mencari yang lain" ucap Nero berdiri memotong ucapan Jihan
"Kau bisa tersesat nanti" ucap Jihan mencegah kepergian nero.
"Instingku mengatakan aku harus pergi" ucap Nero berjalan meninggalkan Jibeom dan Jihan.
"Tunggu..."
Nero tak kunjung berhenti.
Jihan menatap punggung Nero, "Kenapa kau selalu pergi begitu saja.." gumannya menggigit bibir.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
KAMU SEDANG MEMBACA
lookism × OC
Fanfictionakun kedua khusus komik. Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana. -ooc -cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat) -hanya cerita imajinasi saja ...
