akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
"
AYOLAH NERO, JANGAN MARAH LAGI YA..?"ucap mijin merayu Nero yang hanya diam sedari tadi, gadis itu diam karena lagi ada beban pikiran tapi mijin mengira bahwa Nero ngambek karena dirinya tak diajak saat ke karaokean kemarin.
"Hei..."
Zin menghampiri Nero dan duduk disamping gadis itu, pria itu menatap Nero dengan lekat, sedangkan Nero hanya diam memandang tangannya.
"Mijin, bisakah kamu meninggalkan kami sebentar?"ucap zin memohon pada mijin.
Mijin menatap Nero dan zin secara bergantian, gadis itu mengangguk meski ia penasaran tapi ia juga tak ingin mengganggu.
'apa zin berbuat salah dengan Nero?'batin Mijin mengambil pose berpikir.
"Nero"
Nero hanya diam tak melirik zin sedikit pun, ia sedang kalut dengan pikirannya.
tuk
Zin menyentuh tangan Nero dan menggenggam nya, pria itu lalu menyentuh wajah gadis itu.
"wajah mu pucat"ucap zin
"Apa kau baik baik saja?"tanya zin khawatir.
"Aku....'sedang tidak baik baik saja' "
Nero menatap zin kemudian meletakkan kepalanya dimeja, matanya berubah menjadi sayu, rasa sesak didadanya kembali terjadi saat mengingat perkataan yoojin kemarin.
"Aku tidak tau apa alasan mu kabur dari rumah...tapi jika kau benar benar mengkhawatirkan keluarga mu tidak ada salahnya kau mencari tau"ucap zin mengelus rambut Nero.
"Mungkin saja mereka mencari mu"ucap zin
Nero menatap zin kemudian memejamkan matanya.
"aku selalu memikirkannya...apakah keluarga ku mencari ku atau tidak.."
Zin menatap Nero yang menyembunyikan wajahnya ditelapak tangan zin yang besar itu. hah, zin merasakan nya, telapak tangannya basah.
Zin mengelus lembut kepala Nero menenangkan gadis itu.
"Kalau kau tidak keberatan, bisa ceritakan padaku?"tanya zin selembut mungkin.
Nero menoleh dan menatap zin, oh lihat lah gadis itu menatapnya dengan mata berkaca kaca, ini pertama kalinya zin melihat Nero seperti ini.
Zin menarik Nero keluar kelas dan berjalan menuju rooftop, saat diatas barulah Nero bisa menghirup udara sebanyak banyaknya, air matanya yang tertahankan keluar begitu saja karena tidak ada nya orang selain dirinya dan zin.
"Apa itu sangat menyakit kan?"tanya zin pada Nero yang menangis tanpa suara.
Saat itu lah air mata Nero begitu deras hingga alis Nero menukik, zin langsung saja memeluk gadis itu.