akun kedua khusus komik.
Bercerita tentang Nero yang tersesat ke kore hingga terlibat dengan orang orang disana.
-ooc
-cerita tidak sejalan dengan looksim (sedikit melenceng karena ada tambahan karakter yang saya buat)
-hanya cerita imajinasi saja
...
GIMYUNG MENATAP KEPERGIAN NERO, banyak yang ingin ia tanyakan pada gadis itu, bagaimana kondisinya setelah kejadian waktu itu, dan kemana saja pergi gadis itu, ia ingin mengajaknya bertemu dengan shinwo.
.
.
.
"Apa disini?" Nero berdiri di depan klinik kecantikan yang dikatakan oleh Gimyung letak bisnis anak perusahaan pertama ilhae.
"Hmm..."
Nero melirik ke belakang, disana ada taman yang tadi sempai ia tempati bersama Gimyung, ia tak tau bahwa kliniknya tak jauh dari tempat mereka tadi.
Ia sudah menghabiskan waktu 30 menit mencari klinik kecantikan, ternyata tempatnya tak jauh dari dirinya.
"Makin lama makin buta arah aja"ucap Nero menggaruk kepalanya dan menghela nafas, ia lalu masuk ke dalam klinik tersebut.
"Normal saja tuh"ucap Nero melihat sekeliling.
Nero lalu lanjut berkeliling dalam klinik tersebut, tapi ia tak menemukan sesuatu akhirnya ia berjalan keluar rumah sakit dan mulai mengelilingi area.
"Aku heran..."
Nero terhenti, dan menoleh kebelakang untuk melihat suara siapa itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau menghilang secara tiba' dan muncul seperti orang yang berbeda"
- Janghyun. ²2
Nero tersentak kaget melihat Janghyun yang juga tampak berbeda, ia terlihat lebih suram dan letih.
"Kebetulan sekali kau disini, ayo ikut aku menemukan Park Hyungseok dkk"ucap Nero mendekati Janghyun.
Janghyun menatap Nero dengan tatapan sayu, sorot matanya tak bisa berbohong, ia terlihat sangat lelah.
"Kenapa selalu Park Hyungseok..." guman pria itu pelan
"Eh?"
Pria itu menatap Nero dingin, matanya penuh kilatan seolah' instingnya terbangun dan ingin menerkam Nero.
'Kenapa dia...?'batin Nero Mundur karena Janghyun yang semakin mendekat.
"Hei Janghyun, kau kenapa?"
"Lee zin, lee jihoon, Park Hyungseok, park Seok...kenapa pria' itu mengelilingi milikku..."
"Nani?"
tuk
Ah, Nero menabrak dinding, kini ia terpojok dengan Janghyun yang sudah berdiri didepannya dengan tatapan siap menerkam dirinya.
'Ada apa dengannya?'batin Nero bingung, ia melihat sebuah pin yang menempel di jas Janghyun, pin itu adalah tanda ilhae, mengapa Janghyun memakainya? apa yang sudah terjadi selama ia pergi? kenapa semua orang terasa seperti orang yang terdesak?
"Nero..."
Pria itu menyatukan dahinya ke dahi Nero, ia memeluk pinggang Nero, kemudian menyenderkan kepalanya ke bahu Nero, menghirup aroma tubuh Nero yang ia rindukan.
Nero terdiam kaku, ia tak tau ingin merespon Janghyun seperti apa? ia yang dulu mungkin akan memeluk Janghyun dan mengelus punggungnya, tapi ia yang sekarang? ia merasa perasaan gelisah dan tak enak.
'Janghyun seperti orang yang lelah, apa yang harus ku lakukan? disisi lain dia seperti ingin menerkam ku?...'
"Janghyun---"
"Biarkan seperti ini dulu"ucapnya memohon.
Nero menelan ludah, ia khawatir Janghyun akan mengalami nyeri punggung karena menunduk terus hanya untuk memeluk Nero yang lebih pendek darinya.
"ayo kita duduk saja Janghyun"ucap Nero mendorong tubuh Janghyun menjauh, pria itu menurut tapi tak melepas pegangan pada pinggang Nero.
Kini dipojok gang, dengan dipangku Janghyun, Nero membiarkan Janghyun memeluknya sampe puas, pria itu menggesekkan mukanya ke bahu Nero bahkan mengendus-endus leher Nero.
Ia kemudian melepaskan Nero dan menatap wajah Nero yang terlihat sangat datar, wajah pria itu memerah dan memindahkan Nero ke samping, pria itu lalu berdiri, tanpa berbalik pada Nero, ia langsung menyelonong pergi meninggalkan Nero.
"Awas kau!"ucap Nero geram melihat tindakan tak sopan Janghyun.