Jungkook tidak ada henti-hentinya berdecak kagum dengan kemegahan yang ada didalam rumah milik Yoongi
Sungguh ini rumah impiannya waktu masih lajang, warna yang casual tidak terlalu cerah, pajangan dinding dengan foto-foto yang klasik itu membuat nuansa rumah ini menjadi tenang, bahkan Jungkook tidak melihat satupun foto Yoongi ataupun keluarganya terpajang didinding tinggi itu.
"Hyung kau mengagetkanku." pekik Jungkook terkejut dengan senggolan dari Seokjin.
"Jangan terlihat norak, bikin malu Taehyung aja, liat mukanya sudah masam." tunjuk Seokjin dengan dagunya, Taehyung tidak duduk disamping Jungkook, ia duduk disofa single berhadapan langsung dengan sang pemilik rumah.
Jungkook menggaruk kepalanya.
"Maaf Hyung, rumah ini terlalu indah, andai saja aku bersama Yoongi Hyung, mungkin aku sudah tinggal disini." bisiknya pada Seokjin yang ada disebelahnya dengan cenggiran tidak berdosanya.
"Kim Jungkook!." Jungkook duduk tegap, ia berasa kegep dengan seseorang, ya orang itu Taehyung, walaupun matanya menatap Yoongi yang tengah menatapnya juga, ia tetap mendengar bisikan dari Jungkook.
Mereka ini tengah main kerumah temannya loh kenapa suasana malah menjadi kaku, bahkan Yumna yang baru saja sampai untuk mengantarkan cemilan menjadi bingung dengan mereka, tuannya itu tampak tidak senang teman-temannya datang.
"Kenapa kalian berdua bertatapan seperti itu?." tanya Jungkook penasaran, lagi-lagi lengannya disenggol sama Seokjin, Jungkook bingung tentu saja mereka berdua ini kenapa, apa sedang tidak baik-baik saja?.
"Ah Hyung, kau besok harus datang kekantorku, ada sedikit masalah yang tidak bisa aku selesaikan." Namjoon memecah suasana sambil mengambil minum yang ada dimeja.
Yoongi hanya mengangguk, tapi matanya masih berseteru dengan Mata milik Taehyung.
"Yoongi, kau jangan menyalakan Taehyung sendiri seperti itu, kita juga terlibat." ujar Seokjin.
"Kita hanya ingin berkumpul seperti dulu, sebelum kau mengenal-
Seokjin terdiam saat ia mendapat lirikan maut dari Yoongi, walaupun tua dirinya jika Yoongi sudah menatapnya seperti itu ia takut juga, meskipun ia bersama Namjoon sang suami.
"Kalian kenapa sih? Ada masalah apa? Kenapa aku tidak tau? Taehyung Hyung tolong jelaskan, aku berasa orang asing disini." cerca Jungkook yang sangat penasaran dengan keadaan mereka berempat.
"Kenapa kalian tidak sekalian mengajak hoseok?." tanya Yoongi yang begitu geram dengan Taehyung.
Taehyung tidak bergeming, ia hanya diam saja bahkan tidak berani lagi menatap Yoongi.
"sudahlah yoongi-a, kita kemari ingin bersenang-senang, menghabiskan bir yang sudah ku bawa, jangan merusak suasana, lagian sudah kau sembunyikan kan?." pecah Seokjin lagi, Yoongi ini sungguh merusak suasana saja, ia sudah membawa perbotol-botol bir masa iya tidak disentuh sama sekali, sayang! Ia sudah mengeluarkan banyak uang untuk minuman haram itu.
Yoongi menghela nafas gusar, takut jiminnya keluar dari kamarnya.
"Lagian kau kenapa tidak memberitahu dia aja, biar dia punya teman, aku rasa dia sangat bosan sendirian." lanjut Seokjin.
"Dia siapa Hyung?." tanya Jungkook yang masih penasaran.
"Tidak Hyung, tidak untuk sekarang, aku tidak mau dia bersama-
"Jimin Hyung!!." pekik Jungkook histeris saat ia melihat Jimin keluar dari kamarnya, dengan langkah yang cepat Jungkook menghampiri Jimin yang tengah mematung kebingungan.
Yoongi, Namjoon, Seokjin bahkan Taehyung berdiri diam menatap Jungkook yang sudah memeluk Jimin.
Taehyung menepuk jidatnya, ia tau apa yang akan dilakukan Yoongi kali ini padanya.
"Ini yang dimaksud ingin bersenang-senang?." tanya Yoongi pada ketiganya.
"Lihat sekarang? Ide kalian mempertemukan mereka? Atau ini memang ide busuk dari Kim Taehyung?." tanya Yoongi menelisik mata dari Taehyung.
"Tidak Hyung, aku tidak ada niatan seperti itu! Sumpah! Aku hanya ingin-
"Diamlah Kim Taehyung!! Aku tidak mau mendengar alasanmu." potong Yoongi.
"Hyung kau ada masalah apa jika Jungkook mengetahui semuanya, dia juga bisa menjaga rahasia, kau hanya tidak ingin Jimin pergikan, aku juga bisa membuat Jungkook tidak bertemu dengannya lagi, aku janji padamu." cerca Taehyung.
"Kau bahkan tidak bisa menolak rengekan Jungkook untuk ikut kemari, bagaimana bisa kau akan membuat Jungkook tidak bertemu lagi dengan Jimin?." tanya Yoongi.
Seokjin dan Namjoon saling menatap, ia bingung dengan keduanya, niat hati cuma ingin mengunjungi teman pucatnya itu tapi malah berakhir mereka berdua berseteru.
"Aku janji padamu Hyung, ini untuk pertama kalinya mereka bertemu." mohon Taehyung.
"Hah.. sudahlah, biarkan saja mereka bertemu, kau harus menjaga Jungkook agar tidak macam-macam, kau ingat istrimu itu tidak bisa menjaga mulut, sekali saja ku liat dia menyebarkan foto Jimin, kau yang ku habisin." taehyung mengangguk cepat, tanda ia setuju dengan ucapan Yoongi.
Namjoon dan Seokjin sedikit bernafas lega, karena Yoongi mau mengerti Taehyung, dalam circlenya Taehyung ini paling muda diantara mereka bertiga.
"Jimin Hyung, selama ini kau disini?, kenapa tidak memberitahuku? Aku sangat merindukanmu." tanya Jungkook yang masih setia memeluk Jimin.
"A-aku, tidak punya nomormu." gugup Jimin, ia sudah lama tidak bertemu Jungkook. Ia sangat gugup sekarang, ingatkan lagi mereka baru kedua kali ini bertemu.
"Ah ya, akan ku berikan, kemarikan ponselmu." minta Jungkook yang sudah menadahkan tangannya.
Jimin menggeleng pelan, dengan mata yang terus tertuju pada Yoongi, Yoongi kini tengah menatapnya dengan lekat.
"T-tidak a-ada."
Jungkook bingung dengan tingkah jimin.
"Hyung kau kenapa? Kenapa jadi gugup seperti itu kepadaku?, kemarikan ponselmu, aku akan menulis nomorku."
"Em a-anu, emm."
"Hyung-
"Kim Jungkook! Kemarilah." pekik Taehyung sebelum Jungkook terus memaksa Jimin untuk memberikan ponselnya.
Jungkook menoleh kearah Taehyung, lalu menggandeng tangan Jimin untuk mengikutinya berkumpul dengannya.
Jimin hanya menunduk malu, ia takut pada tatapan Yoongi saat ini, bahkan Namjoon dan Seokjin ikut menatapnya, apa yang salah dengannya?.
"Yoongi Hyung, kenapa tidak memberitahuku kalau Jimin Hyung ada disini, aku sangat merindukannya." ujar Jungkook yang memeluk Jimin, dia sungguh merindukan Jimin, walaupun mereka baru kedua kali ini bertemu tapi Jungkook sangat suka pada Jimin, dia merasa sangat kesepian tidak ada teman. Bagi Jungkook Taehyung tidak bisa menjadi temannya ia hanya cocok menjadi suaminya saja.
Yoongi tidak menjawab ia masih menatap Jimin lekat, sedangkan yang ditatap gugup setengah mati, ia tidak tau apa yang salah disini, kenapa suasana ini sangat menegangkan, terutama Yoongi, kenapa ia seketika menjadi dingin, tidak seperti saat berdua tadi.
•OBSESSED•
[Myg&Pjm]
Maaf ya guys telat, nnti yg kedua bakal up sekitar jm 9 atau 10 malam ya, tunggu aja🙃
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED | YOONMIN |
Fanfiction"END"✔ -SUKA CERITANYA WAJIB FOLLOW PENULISNYA (◍•ڡ•◍)❤ Menjadi cantik itu kutukan! Lihat Park Jimin sekarang! ia tidak tau apa-apa bahkan ia pria yang sangat baik, yang harus terjebak dengan seorang pria yang berhati dingin, tidak ada rasa peduli d...
