Jimin tengah sibuk dengan perkerjaannya yang selalu mondar-mandir melayani customer, lelah memang tapi apa boleh buat sudah perkerjaan dia, capek sedikit tidak apa-apa asal ia mendapat uang untuk menghidupi ibu dan adiknya, ah ya dia sampai lupa untuk menghubungi sang ibu, dia sudah berkerja semalaman bahkan matahari hampir bersinar.
Tapi tidak untuk sekarang, Jimin tidak mau menghubungi sang ibu jika masih terdengar dentuman musik yang dilantunkan didalam club ini.
Jimin berjalan mendekati arah dapur untuk melepas pakaian kerjanya dan berganti pakaian tapi jimin terhenti tepat didepan pintu dapur ia tiba-tiba teringat sesuatu, Jungkook!.
Dengan tergesa-gesa ia kembali kemeja Jungkook dan para lelaki tadi, tapi sudah tidak ada, dimana Jungkook? Apakah dia baik-baik saja? Apa tidak terjadi apa-apa dengannya? Jimin sangat khawatir walaupun ia baru bertemu melihat lelaki hidung belang yang duduk disekitar Jungkook tadi cukup membuat Jimin khawatir.
“Hoseok Hyung!.” pekik Jimin saat melihat hoseok sedang berjalan menuju luar, sepertinya ia akan pulang.
Hoseok menoleh mendapati Jimin yang tengah berlari kecil kearahnya.
“Ada apa Jimin? Kenapa kau belum pulang? Sudah jam kau pulangkan?.” tanya hoseok menggebu, pasalnya ini sudah jam Jimin pulang.“Em- anu apa kau melihat jungkook Hyung?.” tanya Jimin pelan.
“Jungkook? Kau mencarinya?.” Jimin mengangguk mendengar pertanyaan bosnya itu.
“Dengar ya Jimin, aku kasih tau kau tidak perlu mengkhawatirkan Jungkook seperti itu, itu sudah menjadi kewajibannya setiap malam, kau tenang saja, dia sedang menikmati dunianya dengan sang kekasih.” kekeh hoseok sebelum ia meninggalkan Jimin sendirian dengan raut wajah yang bingung.
Maksudnya apa menikmati dunianya? Jimin tidak mengerti.
Dengan keadaan yang kecewa karena tidak tau Jungkook dimana Jimin membalikan badan dan bergegas menuju dapur untuk berganti pakaiannya. Semalaman sangat melelahkan bagi Jimin, ia ingin pulang dan merebahkan badannya di kasur, ia ingin tidur puas hari ini.
Tidak lama Jimin berganti pakaian ia sekarang sudah berpakaian biasa seperti kaos dan celana jeans ketat miliknya.
“Jimin-ssi?.” tanya seseorang yang tingginya melebihi Jimin.
Jimin mendongakkan wajahnya.
“Siapa?.” tanya Jimin.“Teman Jungkook, kau ingin tau Jungkook ada dimana?.” Jimin langsung mengangguk, Jimin rasa dia memang teman dari Jungkook sebab ia melihat pria ini tadi sedang duduk dimeja yang sama dengan Jungkook.
“Dimana dia? Apakah dia baik-baik saja?, kalian menghabiskan perbotol-botol bir tidak mungkin kalian tidak mengapa-apakan jungkook.” cerca Jimin.
“Kau ikut saja aku, kau pasti tau nanti Jungkook ada dimana, apa kau baru mengenal Jungkook?.” lagi-lagi Jimin mengangguk.
“Baiklah aku akan ikut, tapi tolong beritahu dimana jungkook.” orang yang menganggap dirinya teman jungkook mengiyakan ucapan Jimin.
Jimin tidak mengerti apa yang dimaksud orang ini, katanya ia akan diberitahu Jungkook ada dimana tapi kenapa malah diajak duduk disini? Melihat pria lugu ataupun wanita seksi menari-nari diatas panggung seperti ini? Hey dia tidak mau macam-macam kan?.
“Kau ini siapa? Kenapa malah membawaku kesini? Dimana Jungkook.” tanya Jimin, Mereka masih ada siclub Jung hoseok.
Orang itu tersenyum sambil menuangkan bir ke gelas yang ada didepannya Jimin.
“Duduk dulu disini, aku lelah berjalan, nikmati dulu malammu pasti kau sangat lelah dengan pekerjaanmu.” ucap Seokjin orang yang menganggap dirinya teman dari Jungkook,
“Minum dulu, nanti akan ku beritahu dimana Jungkook, aku janji padamu.” ucap Seokjin sambil menegak birnya.
Jimin tidak munafik ia juga peminum, tapi jika perasaannya tidak tenang atau disaat ia sedang stres menghadapi dunia. Jimin menegak bir yang sudah dituang Seokjin, segelas demi segelas ia tegak sampai tidak sadarkan diri lagi alias mabuk berat, bahkan Seokjin tidak tau Jimin sedang mengocehkan apa, Seokjin rasa Jimin sudah lupa dengan jeon Jungkook yang sedari tadi ia cari-cari.
Seokjin tidak sengaja mendengar ucapan Jimin dan hoseok saat ia baru saja keluar dari ketoilet, mungkin ini ide yang bagus untuknya mengelabui Jimin agar mau minum bir sehingga mabuk berat, tapi dibalik rencana Seokjin ada rencana Yoongi yang memulainya.
Seokjin diberi tugas Yoongi untuk membuat pelayan baru itu mabuk berat agar ia bisa membawanya pulang, yap Yoongi tertarik dengan Jimin, bentuk tubuh yang mungil, seksi, manis, sangat-sangat tipe Yoongi, ini yang Yoongi cari selama ini.
Yoongi sangat menginginkan Jimin, bahkan ia rela membayar aktor terkenal itu alias istri dari Kim Namjoon berjuta-juta melebihi bayarannya sebagai artis hanya untuk membuat Jimin tidak sadar dunia lagi. Tentu saja itu diiyakan Namjoon mangkanya Seokjin mau-mau saja melakukannya.
Hanya Jungkook yang tidak tau rencana dari ketiganya, bahkan Kim Taehyung saja tau, kalau yang satu itu tidak diberitahu bakal abis rumah min Yoongi diteror dia terus agar Yoongi mau memberitahunya.
Seokjin mengeluarkan ponselnya dan menelfon Namjoon agar ia mau membantu mengangkat Jimin, Seokjin tidak kuat sendirian. Tak lama Namjoon datang dan membantu istrinya itu.
Sedangkan Yoongi yang berada didalam mobilnya tengah menunggu kedatangan Jimin sambil merokok. Sedangkan Taehyung dia sudah ada dikamar hotelnya dengan jeon Jungkook. Asal Taehyung sudah diberitahu ia tidak akan menganggu.
“Yoongi Hyung! Buka pintunya.” pekik Namjoon yang tengah merangkul Jimin yang sempoyongan. Sedangkan Seokjin sudah duduk di mobilnya, ia sudah mengantuk.
Yoongi bergegas membukakan pintu mobilnya, tanpa Namjoon sadari selama ia mendudukkan Jimin, Yoongi menyeringai senang.
“Ah. Berat juga.” ujar namjoon.
“thanks Joon-a, Sudah ku transfer ke istrimu.” ucap Yoongi yang diakhir menutup pintu mobilnya dan melaju begitu saja tanpa mendengar ucapan. Namjoon.
“OKE HYUNG!! ” Teriak Namjoon yang memandang mobil hitam milik Yoongi tengah melaju pergi.
•OBSESSED•
[Myg&Pjm]

KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED | YOONMIN |
Fanfiction"END"✔ -SUKA CERITANYA WAJIB FOLLOW PENULISNYA (◍•ڡ•◍)❤ Menjadi cantik itu kutukan! Lihat Park Jimin sekarang! ia tidak tau apa-apa bahkan ia pria yang sangat baik, yang harus terjebak dengan seorang pria yang berhati dingin, tidak ada rasa peduli d...