45.Tragedi.

823 81 21
                                    

     Happy reading!


















Bruk!

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Suara itu terdengar sangat renyah ditelinga yoongi, ia datang tepat waktu saat jimin sedang dalam bahaya.

Jangan salahkan Yoongi jika Ji Sung mati ditangannya, salahkan saja Ji Sung yang dengan beraninya menyentuh miliknya, Yoongi tidak akan takut masuk penjara asal jimin tidak tersentuh orang lain selain dirinya.

Tidak puas dengan tangannya Yoongi mengambil vas kosong yang ada dinakas kamar jimin, lalu tanpa ampun Yoongi memukulnya dengan tenaga yang ia punya, tak perduli Ji Sung memohon ampun dibawahnya dengan darah yang sudah mengalir dikepalanya, kebayangkan betapa kerasnya Yoongi menghantam Ji Sung?, Ji sung benar-benar salah memilih lawan.

Sebenarnya ia takut dengan Yoongi tapi sok berani,  lihat sekarang dia sudah terkapar parah dilantai, bahkan Yoongi belum berhenti memukulinya.

Yoongi benar-benar ingin melihat Ji Sung Mati, Ji Sung tidak bisa melawan karena pergerakannya terkunci Oleh Yoongi, bahkan saat awal Yoongi mendorongnyapun ia tidak ada persiapan sama sekali alhasil ia kalah sekarang.

“Mati kau!!!. ” geram Yoongi yang masih memukuli Ji Sung dengan Vas bunga yang sudah pecah itu.

Jimin histeris bukan main, adegan dimana Yoongi benar-benar menghabisi Ji Sung terpampang jelas dimatanya, Ji Sung tidak berhasil menikmati tubuh jimin tapi ia berhasil membuka jalan untuk Yoongi membunuhnya.

“Hyung! Hentikan! Hentikan Hyung! Aku mohon!. ” pekik jimin yang tidak digubris sama sekali oleh telinga Yoongi.

“Hyung Aku mohon hentikan! Kau bisa membunuhnya! Hyung!! Yoongi Hyung!!!.” jimin terus saja memekik meminta Yoongi menghentikan tindakannya tapi lagi-lagi teriakan itu hanya dianggap semut berteriak bagi yoongi tidak digubris sama sekali.

Jimin sudah maju untuk menahan Yoongi tapi tangannya ditepis begitu kuat alhasil Yoongi makin gencar menghabisi nyawa Ji Sung.

Ji Sung sudah tidak ada, Yoongi memukuli raganya saja, kepalanya benar-benar remuk akibat vas tajam itu, Yoongi sungguh emosi, ia tidak bisa melihat jimin hampir diperkosa seperti itu.

Yoongi sedari awal berada di dekat rumah jimin, kedatangannya dan Ji Sung tidak begitu berjarak lama, Tapi Yoongi sampai terlebih dahulu, karena Yoongi tidak tau kunci rumah jimin ia hanya berdiam diri saja didalam mobil sampai menunggu jimin kelua.

Tapi sorot matanya melihat kedatangan Ji Sung dan masuk begitu saja kedalam rumah tanpa menutup pintu itu lagi, awalnya Yoongi hanya berdiam saja di dalam mobil tapi lama-lama ia sangat curiga karena sedikit tersamar teriakan jimin yang meminta tolong, tanpa pikir panjang lagi Yoongi masuk dan mendengar teriakan itu dari kamar, dan hasilnya yang begini Ji Sung mati ditangan Yoongi.

“Hyung hentikan aku mohon... ” ujar jimin memohon kali ini dengan air mata yang terus mengalir.

Ia sangat takut sekarang, ingatkan jimin ia tidak memakai baju, dan simpuh memohon agar Yoongi menghentikan tindakannya.

Yoongi menghentikannya, kali ini ia mendengarkan jimin yang sudah memohon padanya, nafas yang mengebu dengan baju dan tangan yang sudah berlumuran darah Yoongi melihat Ji Sung Yang sudah tak bernyawa.

Yoongi mundur dan mendudukan dirinya lemas, rasa emosi didadanya sudah terlampiaskan sekarang.

Melihat Ji Sung mati di hadapannya sudah menjadi tujuannya, apa lagi depan mata jimin langsung, sungguh puas hati Yoongi, sekarang ia tidak ada lagi saingan, jimin kembali menjadi miliknya! Jimin hanya untuknya! Jimin ditakdirkan bersamanya! Tidak ada lagi yang akan menghalangi cintanya! Termasuk orangtua dari jimin.

OBSESSED | YOONMIN |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang