40. Penukaran.

784 79 3
                                    

       Satu mobil terparkir tidak begitu jauh dari halaman rumah jimin, satu pasang mata mengewasi situasi dengan sangat lamat, seolah ada target yang ingin ia tangkap.

tak lama pintu gerbang itu terbuka, menampilkan sosok pria kecil yang sedang membawa dua kantong sampah ditangannya, dengan cepat ia berjalan menemuinya.

“Ah, akhirnya selesai juga, aku harus bersiap cepat, pasti mereka sudah menungguku, eomma ini selalu saja menyuruhku, kenapa tidak jimin hyung saja. ” Rutuk Yoon Woo pada ibunya yang menyuruhnya untuk membuang sampah dulu baru keluar katanya.

Malam ini Yoon woo ingin Hangout dengan teman-temannya walau itu hanya sekedar mabar ya yang penting keluar lah sama mereka.

Yoon woo melangkahkan kakinya menuju dalam lagi tapi langkahnya terhenti dengan seseorang yang dia sedikit tidak asing dengan wajahnya.

“Eh Tungguh dulu, Apa aku bisa bicara denganmu?. ” tanya seseorang itu.

“Siapa?, Sepertinya aku pernah melihatmu. ” ujar Yoon woo penasaran bahkan ia mencoba mengingat dimana dia pernah bertemu dengan pria ini.

“Ya kau pernah melihatku, aku Jungkook, teman hyungmu, yang berada dirumah sakit waktu itu. ” jawab jungkook dengan lembut, ya! Orang itu Kim Jungkook yang sedari tadi mengawasi rumah jimin.

“Ah ya, mau apa kemari,  tau dari mana hyung rumahku?. ” tanya Yoon woo penasaran.

“Kau lupa? Aku ini kan teman hyung mu. ” jawab jungkook.

“Tapi hyungku selama bekerja tidak pernah pulang, jadi tidak mungkin dia membawa teman ke-

“ah kau ini banyak sekali bertanya, dimana hyungmu, aku ingin menemuinya, kau tau betapa sakitnya sudah berteman lama tapi dia melupakanku begitu saja? Sakit sekali. ” ucap jungkook lebay, bahkan sambil memegangi dadanya.

Jungkook tidak tau saja, Jika suaminya ikut pasti sangat gemas dengan tingkahnya, sayangnya taehyung tidak diperbolehkan ikut karena jungkook berbohong ingin menemui teman-temannya, bahkan ia beralasan jika nanti taehyung ikut takut diambil mereka, mangkanya taehyung menurut saja.

“Tapi bagaimana hyungku takut denganmu, malah membuatnya sakit, aku tidak mau hal itu terjadi lagi. ”

Jungkook memegang bahu yoon woo.
“Kau percaya saja padaku, izinkan aku ya bertemu dengan hyungmu, aku sangat rindu, kita sudah berteman lama, aku yakin hyungmu sudah sedikit mengingatku. ” cerca jungkook mencoba meyakinkan kepercayaan Yoon woo.

Yoon woo sebenarnya tidak ingin hyungnya mengalami sakit yang sama seperti dulu lagi akibat terlalu memikirkan mereka yang mengaku temannya, tapi ia juga merasa kasihan dengan jungkook, sepertinya ia sangat merindukan hyungnya itu.

“Baiklah, ayo ikut. ”  ajak Yoon woo yang sudah berjalan duluan.

Jungkook tersenyum puas karena telah membuat Yoon woo mempercayai ucapannya dan mengikuti yoon woo untuk masuk kedalam rumah.

Setelah sampai diruang tamu jungkook hanya duduk diam sembari melihat sekeliling rumah jimin yang selama ini belum ia kunjungi selama mereka berteman bahkan tau rumahnya saja dari yoongi.

“Ternyata yoongi hyung benar-benar menyayanginya, sampai rela mengeluarkan uang begitu banyak hanya untuk keluarga jimin hyung, memang the best. ” gumam jungkook yang kagum dengan fasilitas mewah yang ada dirumah jimin.

Tentu saja itu hasil uang yoongi karena selama ini yoongi lah yang setiap bulannya rutin mengirim uang dengan jumlah yang banyak dengan alibi gaji dari jimin tentu saja yoongi mengirimnya mengunakan nama jimin agar orang tuanya tidak curiga.

OBSESSED | YOONMIN |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang