Bulan demi bulan yoongi menunggu jimin terbangun dari tidurnya tapi tetap saja jimin tidak membuka matanya, ia sangat merindukannya.
hatinya terlalu sakit melihat orang yang dicintai terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit, ia benar-benar tidak memaafkan dirinya sendiri, betapa besar rasa bersalah itu pada jimin.
Dia hanya ingin bertemu ibu dan adiknya tidak lebih, jimin tidak meninggalkannya untuk mencari pasangan lain, tapi kenapa dirinya terlalu egois?, yoongi begitu obsesi dengannya, ia mengakuinya.
Namjoon, Seokjin, Taehyung, bahkan jungkook ikut serta menunggu jimin, jadi dirumah sakit tidak hanya yoongi mereka juga ikut walaupun tidak setiap hari menunggu.
mereka juga punya kesibukan, yoongi juga tidak sepanjang hari dirumah sakit, terkadang jam-jam malam baru sempat ia mengunjunginya, kerjaan yang bergitu menumpuk membuatnya tidak bisa menemani jimin sepanjang waktu.
Jungkook ingin mendekat kearah yoongi, ada hal yang ingin ia bicarakan tapi pergelangan tangannya tercengkram oleh taehyung yang ada di sampingnya.
setelah kejadian itu taehyung lebih dingin dengan jungkook, ia tidak seperti dulu lagi yang masih sering bercanda dengan jungkook, mereka dirumah serasa hanya tinggal berdua bukan bersama.
keharmonisan rumah tangga mereka sedikit sirna karena taehyung masih merasa kecewa dengannya, tapi tenang saja jungkook sedang berusaha memperbaikinya.
“Sebentar saja. ” ucapnya pelan, meminta izin taehyung agar melepaskan genggamannya dan membiarkan dirinya mendekati yoongi.
Taehyung diam saja tidak menjawab tapi tangannya terlepas memberikan isyarat kalau jungkook boleh mendekat, jungkook tersenyum dan berterima kasih karena telah percaya padanya lagi, perlahan jungkook mendekat kearah yoongi tentu saja semua pandangan mengarah kepadanya.
“Apa yang dia lakukan, taehyung-a. ” tanya NamJoon yang sudah was-was, mengingat situasi ini tidak pas.
“Diamlah hyung, biarkan, kita lihat apa yang akan dilakukan jungkook.” jawab taehyung sambil berbisik, sejujurnya ia tidak tega mendiamkan jungkook seperti ini, tapi mau bagaimana lagi itu semua ia lakukan semata-mata agar jungkook jera dan tidak mengulanginya lagi.
“Percaya saja padanya. ” sambung seokjin, namjoon hanya mengangguk, mempercayai jungkook.
Yoongi melihat jungkook yang sudah dihadapanya, saat ini posisinya yoongi sedang duduk diam.
“Hyung, boleh aku bicara sebentar?. ” tanya jungkook, pertanyaan itu tentu saja hanya ditatap sekilas oleh yoongi ia tidak menjawab, jungkook sudah gelisah dan takut sekarang, takut diabaikan begitu saja.
Jungkook heran saat yoongi berdiri menatapnya sejenak lalu pergi seolah memberi isyarat untuk mengikutinya, jungkook melihat taehyung dan taehyung mengizinkannya dengan cepat ia mengikuti yoongi yang sudah berada di luar rumah sakit dengan rokok yang sudah menyala.
“Apa yang ingin kau bicarakan.” tanya yoongi to the point saat jungkook sudah tiba di sampingnya.
Jungkook meremat jemarinya gugup.
“Pertama maafkan aku hyung telah lancang waktu itu. ” yoongi hanya mengangguk mendengarkan apa yang akan dibicarakan jungkook.
“Jimin hyung hanya bercerita padaku kalau dia sangat merindukan ibu dan adiknya, lantas aku.. Aku. ” gugupnya.
“Aku mencoba membawanya kepada mereka. ”lanjutnya pelan.
Yoongi tetap diam sesekali menyesap rokoknya, karena didalam ia tidak bisa merokok.
“Dia- sudah menyukai dirimu hyung, jimin hyung tidak ada niatan dihatinya untuk pergi darimu, bahkan jimin hyung bilang dia bimbang memilih siapa diantara kalian. ” cerca jungkook.
“Dia sangat menyayangi hyung tapi dia juga sangat merindukan ibunya, jika dia pergi menemui ibunya dia tidak akan bisa bersama mu lagi karena dia takut denganmu, takut hal ini terjadi, dan jika dia terus bersama mu dia tidak akan pernah bertemu ibu dan adiknya, dia sangat merindukannya hyung. ” jungkook bercerita begitu panjang.
“Aku sudah membuat hidup ibu dan adiknya menjadi kaya apa lagi yang diinginkan jimin? Cukup dia menurut padaku saja. ” jawab yoongi yang memalingkan wajahnya dari jungkook.
“Dia hanya menginginkan satu dari mu hyung, ingin kebebasan, dia ingin seperti pasangan lainnya, dia ingin memiliki keduanya, kau dan juga keluarganya, sesimple itu, dia tidak menginginkan pria lain hanya ibunya, kau tega memisahkan anak dari ibu kandungnya?. ”
Yoongi diam, ia mencerna apa yang dikatakan jungkook.
“Menjadi kaya memang enak hyung, semua urusan akan dimudahkan termasuk mencari pasangan tapi dengan cara hyung seperti itu, hyung benar-benar tidak punya hati. ”
“Percayalah padaku hyung, jimin hyung tidak akan pernah meninggalkanmu, dia hanya ingin bertemu ibu dan adiknya saja. ” lanjut jungkook yang menjajarkan tubuhnya disamping yoongi.
“Beritahu mereka bagaimana keadaan jimin hyung sekarang, aku rasa mereka sangat khawatir dengan anaknya, semoga saja setelah mereka dengar, jimin hyung sadar dari masa kritisnya. ” ujar jungkook sambil menepuk pundak yoongi pelan.
Sebatang rokok itu habis sia-sia, yoongi tidak menghisap nya lagi, ia merenungi apa yang dikatakan jungkook, berarti selama ini ia yang tidak punya hati bukan cinta yang yoongi rasakan hanya obsesi belaka? Iya?.
“maafkan aku hyung telah berbicara banyak padamu, aku pergi dulu, pikirkan baik-baik. ” ujar jungkook terakhir sebelum meninggalkan yoongi sendirian di luar.
Tak lama yoongi menyusul jungkook setelah ia membuang bekas rokoknya, ia berjalan dengan pikiran yang campur aduk, ia hanya ingin memiliki jimin sendirian tidak boleh ada yang bersama jimin selain dirinya termasuk ibu dan adiknya, tapi setelah jungkook berbicara seperti itu ia sedikit mengerti betapa jimin merindukan ibunya.
“hyung, aku dan Seokjin pamit pulang duluan, aku ada kerjaan mendadak. ” ucap NamJoon saat yoongi telah tiba didepan ruangan jimin lagi.
“Ya, Terima kasih.” jawab yoongi.
“Hyung kita juga pamit, semoga jimin cepat siuman. ” sambung taehyung dan tentu diangguki yoongi, yoongi menatap jungkook yang berjalan dibelakang taehyung.
“Aku percaya pada mu hyung.” ujar jungkook pelan, supaya taehyung tidak mendengarnya.
Yoongi diam saja, ia hanya sendirian sekarang, menatap kosong keempat temannya pergi dari hadapannya, yoongi berjalan kearah depan pintu melihat jimin yang masih setia dialam mimpinya.
“Mimpimu terlalu indah ya jim, sampai tidak mau bangun, apa kau bertemu dengan ibumu, adikmu apa juga ada disana? Sampai kau betah, aku merindukanmu. ” ujarnya lirih dengan pandangan yang masih menatap jimin.
“Maafkan aku. ” ucapnya lagi, air matanya mulai menetes saat ini.
rasa sesak didadanya tidak terbendung lagi, dia mengakui dia salah telah memperlakukan jimin dengan buruk, sedangkan jimin sudah menaruh hati untuknya.
Yoongi mengusap air matanya kasar lalu berjalan cepat pergi dari sana tujuannya satu, resepsionis.
“Hallo, dengan Ibu Hyeri? putra ibu bernama park jimin mengalami masa kritis dirumah sakit JS Hospitals".
•OBSESSED•
[Myg&Pjm]
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED | YOONMIN |
Fanfiction"END"✔ -SUKA CERITANYA WAJIB FOLLOW PENULISNYA (◍•ڡ•◍)❤ Menjadi cantik itu kutukan! Lihat Park Jimin sekarang! ia tidak tau apa-apa bahkan ia pria yang sangat baik, yang harus terjebak dengan seorang pria yang berhati dingin, tidak ada rasa peduli d...
