Tubuh Jimin benar-benar sakit setelah kejadian tadi malam, tidak! Ia tidak akan mengulanginya lagi, Jimin takut, mungkin rasa trauma sedikit demi sedikit mulai tubuh pada dirinya tapi Jimin belum menyadari itu.
Jimin tidak akan membantah Yoongi lagi, dan Jimin tidak akan membuat Yoongi kesal bukannya apa Jimin benar-benar takut, tadi malam benar-benar mimpi buruknya, tangan yang memerah, punggung yang memerah pula, bagian bawah yang sakit, perih semuanya menjadi satu, tidak ia tentu saja tidak ingin mengulanginya.
Ringisan yang ia gumamkan pertama saat ia membuka matanya ia tidak sadar kalau tadi malam dia pingsan dan baru bangun pagi, yoongipun sama tidak sadar Jika Jimin pingsan, mata yang sembab melihat sekeliling kamar luas itu, dia sendirian tidak ada Yoongi disampingnya jelas ingat kalau Jimin sedang berada dikamar Yoongi pria yang menghajarnya tadi malam.
Jimin tidak perduli jika Yoongi tidak ada disisinya yang ia perdulikan sekarang ia harus bergegas untuk mandi, perut yang tidak terisi sedari kemarin cukup membuat Jimin semakin pucat kekuatan tubuhnya semakin melemah.
“Jimin-ssi, kamu tidak apa-apa? Kau terlihat pucat sekali.” tanya Yumna yang melihat Jimin menuruni anak tangga dengan keadaan yang lemas.
Jimin tersenyum setelah sampai dihadapan pembantu Yoongi.
“Tidak apa-apa kok, aku mandi dulu ya ajuma.” jawabnya pelan, tapi masih didengar oleh yumna.Yumna mengangguk.
“Iya-ya sebaiknya kamu mandi, dan setelah itu makan, aku sudah memasakan banyak menu untukmu.” Jimin hanya tersenyum dan mengangguk sebelum ia meninggalkan Yumna sendirian dibawah anak tangga.Tidak menunggu lama akhirnya Jimin selesai juga membersihkan badannya, kali ini ia tidak mengurung dirinya dikamar, ia tidak mau hal semalam terulang lagi, dengan langkah yang pelan dan pasti Jimin berjalan menuju dapur tepat beradanya meja makan disana, menu yang sungguh menggugah selera sudah tersedia dimeja, Jimin melihat satu piring kosong disebrang ia duduk, Jimin memandangi piring itu yang sudah tidak ada isinya karena sipemilik sudah menghabiskannya.
“Tuan Yoongi sudah sarapan, dan dia baru aja berangkat ke kantornya.” Jimin terperanjat kaget mendengar ucapan Yumna yang sedang memberikan piring untuknya.
Jimin tidak menjawab ucapan Yumna dia hanya menunduk saja.
“makan yang banyak ya jimin-ssi, kau sedari kemarin belum makan.” Jimin melihat raut wajah Yumna yang sedikit senyum sedikit mengingatkannya pada sang ibu.Lahap tidak lahap ia tetap harus menelannya untuk menghargai kerja keras dari Yumna, ssebenarny ia tidak begitu selera untuk makan mangkanya ia mengambil secukup yang ia mau.
Setelah beberapa menit ia telah selesai dengan acara makannya, dan kembali kekamarnya untuk merebahkan tubuhnya, Jimin rasa ia perlu mengistirahatkan tubuhnya, ia juga tidak lupa berterima kasih pada yumna yang telah repot masak untuknya ya walaupun itu sudah menjadi tugasnya.
.
Sebua mobil berwarna hitam tengah melaju sangat kencang dijalanan, tidak perduli beberapa pengendara membunyikan klaksonnya Karena tingkah Taehyung yang sangat ugal-ugalan, tidak, Taehyung sedang tidak buru-buru sebenarnya ia hanya ingin refleksing saja dengan mengendari mobilnya ugal-ugalan, aslinya ia ingin datang ke kantornya Yoongi, ia ingin mengunjungi teman dinginnya itu, katanya Namjoon sudah ada disana juga.
Skiitt...
Suara rem mobil milik Taehyung sungguh nyaring ditelinganya, ia telah sampai didepan kantor Min Company tentu saja itu milik bos besar Min Yoongi. Taehyung ini tidak ada kerjaan, dia mau mengerjakan apa kalau semua tokonya memiliki karyawan? Dia hanya menghabiskan waktunya ya dengan bermain seperti sekarang.
Brak.
“Kau tidak bisa pelan-pelan Taehyung-a.” ujar Yoongi yang tengah duduk dengan namjoon.
Taehyung hanya menyengir saja merasa tidak melakukan kesalahan bahkan ia langsung mendudukkan pantatnya disofa yang sama dengan keduanya.
“Takut ketinggalan gibah.” jawabnya yang tentu saja mendapat geplakan dari Namjoon.
“Hyung! Kau tidak sopan, aku ini-
“Apa! Lebih tua saya dibanding kamu.” potong Namjoon sebelum Taehyung protes dengan tindakan Namjoon.
“Iya-ya yang tua.” sinis Taehyung.
“Hyung gimana pria manismu itu? Apa dia betah tinggal denganmu?, secara kau ini pemain brutal hyung.”kekeh Taehyung disela pertanyaannya, Namjoon yang mendengar pertanyaan Taehyung ikut penasaran.
“Sekali lagi kau bilang pria manis aku patahkan tulangmu, dimilikku, hanya aku yang boleh memanggilnya seperti itu.” Taehyung langsung berekspersi sinis setelah mendengar ucapan Yoongi.
“Terus siapa namanya, aku lupa.” tanya Taehyung lagi.
“Park jimin.” jawab Namjoon cepat karena Yoongi belum sempat.
“Nah ya Park Jimin, gimana dia Hyung, Jungkook terus merengek menyuruhku untuk mencarinya, aku sampai pusing ingin menjawab apa, akukan tidak pintar berbohong.”cerca Taehyung.
“Apa Hoseok tidak memberitahu Jungkook kalau Jimin tidak berkerja lagi dengannya?.” tanya Namjoon.
“Jungkook sudah tau kalau Jimin tidak berkerja lagi disana, tapi entahlah kenapa dia terus merengek padaku untuk mencari Jimin.” jawab Taehyung.
“Hyung jadi gimana?.” tanya Taehyung lagi pada Yoongi yang sedari tadi hanya menyimak obrolan mereka berdua.
“Pusing dibuatnya, dia belum terima tinggal bersamaku, belum banyak bicara juga padaku.” jawab Yoongi.
“Terus urusan ranjangnya?.” tanya Taehyung dengan alis yang mengoda, sedangkan Namjoon sudah memajukan badannya ingin mendengar lebih jelas Yoongi menjawab apa.
“Kurasa jika dia sudah menerimaku mungkin urusan ranjang dia paling jago, dasar dia masih tidak suka saja padaku, jadi hanya aku yang menikmati nya.” jawaban Yoongi mampu membuat kedua temannya bersorak gaduh.
“Boleh aku mencobanya hyung.” pertanyaan Taehyung membuat Yoongi menajamkan matanya.
“Kalau begitu aku akan mencoba Jungkook juga.” balas Yoongi.
“Yaa Hyung!! Tidak-tidak kau tidak boleh menyentuh Jungkook ku, kau berani menyentuhnya Hyung akan ku pastikan lehermu patah.” ancam Taehyung yang tentu saja tidak dianggap serius sama Yoongi.
“Hyung jika kau menyentuh Jungkook bilang padaku ya aku akan ikut haha.” goda Namjoon kepada Taehyung, Yoongi hanya mengangguk saja sesekali tersenyum melihat Taehyung merajuk pada mereka berdua.
“Tidak! Aku tidak akan mencoba Jimin Hyung, aku mohon jangan sentuh Jungkook ya, aku sangat mencintainya aku tidak mau dia menjadi milik kalian berdua.” mohon Taehyung yang sudah merengek seolah-olah ucapan Yoongi dan Namjoon benaran, padahal mah bercandaan.
Sungguh ramai ruangan Yoongi kali ini dengan suara-suara cempreng milik Namjoon dan juga Taehyung yang mulai bertengkar kalau tidak begitu ruangan Yoongi sangat sepi seperti tidak ada penghuninya karena Yoongi sangat sibuk dengan perkerjaannya, mereka bertiga ini sudah berteman lebih dari lima tahun tapi mereka masih tetap bersama tidak ada selisih paham sama sekali bahkan masalah pasangan sekali pun.
•OBSESSED•
[Myg&Pjm]Catatan penulis : ini aku udah nentuin buat up cerita ini dihari apa, kalian tunggu aja dihari selasa sama sabtu ya, dihari itu aku bakal up cerita ini, jamnya pagi. Kalo aku lupa up kalian yg ingetin, aku biasanya lupa hari karena sibuk kerja.
See u.

KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED | YOONMIN |
Fanfiction"END"✔ -SUKA CERITANYA WAJIB FOLLOW PENULISNYA (◍•ڡ•◍)❤ Menjadi cantik itu kutukan! Lihat Park Jimin sekarang! ia tidak tau apa-apa bahkan ia pria yang sangat baik, yang harus terjebak dengan seorang pria yang berhati dingin, tidak ada rasa peduli d...