Jimin membuka matanya paksa dalam tidurnya, mimpinya benar-benar memaksanya untuk bangun.
“Yoongi hyung. ” gumamnya pelan, setelah menyadari kehadiran seseorang di dalam mimpinya.
Satu bulan lamanya jimin sudah mengkonsumsi obat yang jungkook tukar waktu itu sedikit ada perubahan dia mulai mendapatkan bayang-bayangan hitam putih itu telah berwarna sempurna, Jimin sudah kembali, jimin yang dulu bersama yoongi kini sudah kembali.
Ia terduduk, mengamati ruangan kamar yang tidak asing menurutnya, tapi ada sedikit perbedaan, ini kamarnya jimin tau sekarang tapi kenapa banyak sekali perubahan? Kenapa jadi sangat mewah seperti ini, bahkan kasurnya berbeda dengan yang dulu.
dulu ia hanya menggunakan kasur lantai sebagai alas tidur tapi sekarang sudah sangat besar dan berdipan, jimin menjadi sedikit bingung, apa yang sudah ia lewatkan sebelumnya?.
“Kenapa aku berada disini?, yoongi hyung, aku harus segera meminta maaf padanya. ” gegas jimin yang terburu-buru keluar dari kamarnya hanya mengenakan celana pendek hitam dan kaos hitamnya.
Jimin tidak ingat apa yang sudah ia lewatkan beberapa bulan ini, yang ia ingat sekarang dimana ia harus meminta maaf pada yoongi tentang apa yang telah ia lakukan bersama jungkook di malam itu.
dia tidak mau yoongi marah lagi, jimin takut melihat wajah seram milik yoongi, ia kali ini berjanji tidak akan meninggalkannya lagi.
“eoh kau sudah bangun, ayo sarapan.” ajak hyeri yang melihat jimin keluar dari kamarnya dan ada Yoon woo yang sedang menyantap sarapannya.
Jimin terkejut kenapa ada eomma dan adiknya disini? Dia sedang ada dimana sekarang? Apa rencananya dan jungkook berhasil? Apa jungkook benar-benar mempertemukannya dengan ibu dan adiknya?, apa yang sudah ia lewatkan?.
“Hyung! Kenapa bengong, ayo sarapan, eomma sudah tiga kali menyuruhmu duduk. ” Sentak Yoon woo pada hyungnya, karena jimin hanya bengong menatap keduanya padahal hyeri sudah tiga kali menyuruhnya duduk tapi tidak sigubris sama sekali.
“A-ah i-iya. ” jawab jimin gugup dan berjalan kemeja makan untuk gabung dengan ibu dan adiknya.
Hyeri memberikan semangkuk nasi di hadapan jimin.
“Bagaimana keadaanmu sudah membaik?. ” tanya hyeri sembari menyiapkan sarapan untuk jimin, pasalnya jimin semalam mengalami sakit kepala itu lagi sampai membuat dirinya kembali tidak sadarkan diri, dan baru sadar pagi ini.“Hyung, semalam kau membuatku takut. ” sambung Yoon woo yang benar-benar ketakutan tadi malam, takut Kehilangan hyungnya lagi.
“A-aku baik-baik saja, memangnya kenapa denganku?. ” tanya jimin gugup.
“Kau mengalami sakit kepala lagi tadi malam sampai pingsan, kau membuat eomma dan yoon woo bingung, tapi syukurlah kau sudah baik-baik saja.”jawab hyeri tapi jimin tidak menanggapi ia bengong seketika.
Kejadian-kejadian yang yoongi lakukan malam itu jimin mengingat semuanya, dimana yoongi menghajar habis-habisan dirinya sampai membenturkan kepalanya dengan keras itu terakhir kali ia melihat yoongi selebihnya ia tidak mengingat apapun.
“Jimin-ah/Hyung!!!. ” pekik keduanya serentak saat jimin tiba-tiba berlari meninggalkan mereka dan keluar dari rumah dengan penampilannya tadi.
Jimin berlari tanpa menggunakan alas kaki, tujuannya satu ia akan menemui yoongi, ia mau minta maaf, dia tidak akan meninggalkannya lagi, jimin sangat mencintainya, tidak mau kehilangan kali ini.
Tidak apa-apa jika ia tidak bertemu dengan ibu dan adiknya asal ia bersama yoongi, jimin sudah sangat menyayanginya, masalah keluarga mungkin ia bisa bicarakan baik-baik dengan yoongi.
Lari jimin terhenti karena berpas-pasan dengan sebuah mobil hitam, mobil itu juga berhenti dihadapannya, jimin diam terpaku ia tau mobil siapa itu.
“apa kau ingin diet? Kenapa berlari?.”tanya yoongi dengan senyumnya yang baru saja keluar dari mobilnya sembari menghampiri jimin.
yoongi selalu mengawasi jimin dari jarak yang tidak jauh dari rumah jimin, mangkanya yoongi tau jimin berlari sangat kencang saat keluar rumah tadi, tanpa basa-basi lagi yoongi mengejarnya, dan sengaja menyalip nya, supaya kesannya ia datang dari arah berlawanan dan membuat suasana romantis.
“Wow, santai sayang. ” ujar yoongi saat jimin tiba-tiba memeluknya dengan erat.
“Maafkan aku.” ucapnya pelan di iringi dengan rasa rindu yang begitu besar, berapa lama jimin melupakannya.
“Kenapa minta maaf, kau tidak ada salah padaku. ” jimin menggeleng kuat, ia sangat merasa bersalah padanya.
“Tidak, aku banyak salah padamu, aku melupakan mu begitu lama. ” ujar jimin yang tetap memeluk yoongi tanpa mau melepaskannya.
“Bukannya itu yang kau mau, bertemu ibumu, aku tidak apa-apa jika kau mau-
“tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, Aku janji. ” ujar jimin yang masih memeluknya, ingatkan mereka, mereka ini kasih di pinggir jalan, bahkan jimin tanpa memakai alas kaki.
“Bagaimana dengan ibumu, kau akan meninggalkannya? Demi aku?.” jimin mengangguk.
Yoongi melepaskan pelukannya, menatap jimin dengan lamat.
“Tidak boleh seperti itu, kau tidak boleh meninggalkan ibumu juga adikmu, aku hanya orang baru dihatimu, mereka sudah menepati terlebih dahulu sebelum aku. ” ujar yoongi.“Hyung tapi kau tidak menginginkanku-
“Ust, aku tidak akan melarangmu lagi untuk bertemu mereka, kau juga boleh tinggal bersama mereka, maaf sebelumnya aku terlalu melarangmu, aku cuma takut kehilanganmu.”kata yoongi yang memotong ucapan jimin.
“Aku takut kau tidak kembali lagi bersamaku jika bertemu mereka, aku takut segalanya, karena aku sangat menyayangimu. ” sambungnya.
Ah ini bukan yoongi yang dulu ini sangat berbeda dengan yang jimin kenal, kenapa berubah jadi manis begini? Kan jimin makin cinta.
“Hyung, tidak apa-apa?. ” yoongi mengangguk sebagai jawabannya.
“Terimakasih sudah mengingatku kembali, maafkan aku telah membuatmu begitu banyak luka, sampai aku stress memikirkanmu.”ujar yoongi lagi kali ini ia yang memeluk jiminnya lagi.
“Jika waktu itu aku tidak berbuat ulah mungkin kita tidak akan seperti ini.”
“Kau aneh-aneh saja, sudah tau aku sangat menyayangimu, masih berbuat ulah.”gerutu yoongi sambil mengeplak kepala jimin pelan, pelan ya yoongi tidak mau jimin melupakannya lagi, sungguh tidak enak.
“Yang ngajak jung-
“Jungkook! Bagaimana kabar anak itu, dia masih ingat denganku kan hyung?. ” tanya jimin yang baru ingat dengan jungkook.
“Dia masih ingat denganmu, kau yang tidak ingat dengannya. ” jawab yoongi.
“Iss hyung, ini semuakan karena mu. ” ujar jimin tidak senang.
Yoongi tertawa sembari menyusak rambut acak-acakan milik jimin dan menuntun jimin menuju mobilnya, tidak enak juga mengobrol lama-lama di pinggir jalan.
“kau sangat rindu padaku ya, sampai belum sempat mandi. ” goda yoongi yang sudah duduk di dalam mobilnya dengan jimin disebelahnya.
Jimin menyengir saja.
“Dasar.” ucap yoongi dengan senyumnya.
Yoongi sangat berterima kasih pada dokter Lee Hyun karena telah memberikan obat yang benar-benar bagus untuk jimin, sekarang jiminnya sudah kembali padanya, cintanya sudah kembali, yoongi sangat senang akan hal itu, satu misi lagi yang harus yoongi lakukan, Menyingkirkan Sibrengsek Ji Sung dari hidup jimin.
“Parasit itu harus segera mati. ” gumam yoongi sangat pelan sampai jimin tidak mendengarnya.
•OBSESSED•
[Myg&Pjm]
Kita berdoa aja guys, semoga Yoongi benar-benar berubah, jiminya sudah rela meninggalkan orang tercintanya demi dia, berharap aja dia gak diapa-apain lagi sama Yoongi.
Aku kau tau dong, kritik dan saran kalian tentang cerita ini? Bagus atau enggak?.

KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED | YOONMIN |
Fanfiction"END"✔ -SUKA CERITANYA WAJIB FOLLOW PENULISNYA (◍•ڡ•◍)❤ Menjadi cantik itu kutukan! Lihat Park Jimin sekarang! ia tidak tau apa-apa bahkan ia pria yang sangat baik, yang harus terjebak dengan seorang pria yang berhati dingin, tidak ada rasa peduli d...