Kepala yang pusing membuat Yoongi berjalan sempoyongan, minumnya malam ini sangatlah banyak, ia ingin melampiaskan semua beban yang ada dipikirannya, terutama memikirkan bagaimana membuat Jimin juga menyukainya.
Tangan besar milik Yoongi membuka pintu utama rumahnya yang begitu besar, pikirannya masih sadar, cuma kepalanya saja yang pusing, bahkan ia juga melihat Jimin tengah duduk dengan cemilan ditangannya sembari menonton tv, kondisinya sudah sedikit membaik, ya walaupun Jimin masih terlihat kosong pikirannya.
Jiminnya sangat cantik malam ini, ini sudah larut malam tapi kenapa Jimin tidak tidur, ia malah menikmati acara tv yang tidak penting bagi Yoongi.
“Eoh, tuan Yoongi sudah pulang.” kaget Yumna yang berjalan kearah dapur dengan minuman hangat untuk Jimin.
Yoongi mengangguk dan berniat untuk pergi dari sana saja, ia tidak mau menganggu Jimin yang tengah tenang, ia tidak mau Jimin menangis ketakutan lagi melihat dirinya, tapi langkah Yoongi terhenti tepat dibagian anak tangga karena suara yumna yang memanggilnya.
“Tuan, kau tidak menghampiri jimin?.” tanya Yumna pelan setelah ia sampai dibelakang Yoongi.
Yoongi yang sudah menatap sudah mengernyitkan dahinya.
“Ada apa ajuma, apa dia-“Jimin menunggu tuan sedari tadi.” ucap Yumna memotong ucapan Yoongi.
“Dia menungguku?.” Yumna mengangguk mendengar pertanyaan Yoongi yang tidak percaya kalau Jimin tengah menunggunya, bagaimana Yoongi mau percaya Jimin tidak ada reaksi sama sekali saat ia mulai membuka pintu, bahkan Jimin tidak bergeming sama sekali, seolah ia terlalu fokus pada televisinya.
“Aku tidak tau tuan, selama anda pergi tadi ia tidak mau makan sama sekali hanya cemilan yang dia mau bahkan obatnya tidak tersentuh.”
“Saat saya bertanya dia cuma jawab sedang menunggu tuan, saya khawatir dengan keadaannya tuan.” ucap Yumna cemas sesekali meremat jemarinya.
“Dia seperti mengalami trauma yang besar.” lanjut yumna.
Yoongi menatap Jimin yang tengah fokus pada tvnya bahkan ia tidak mengindahkan mereka berdua membincangkan dirinya, kakinya hampir kembali melangkah tapi lagi-lagi terhenti oleh yumna.
“Kalau boleh saya beritahu tuan, sebaiknya tuan jangan terlalu kasar padanya, berikan dia kasih sayang yang begitu lembut, mungkin kedepannya Jimin tidak akan takut padamu, siapa tau secara perlahan dia mau menerima kehadiran tuan.” Yoongi lagi-lagi menyergitkan dahinya, apa yang dimaksud pembantunya itu.
Kasar? Apa dia terlalu kasar? Bahkan itu belum apa-apa bagi Yoongi.
“Apa Jimin bicara sesuatu pada mu ajuma?.” tanya Yoongi menelisik pada mata Yumna agar Yumna menjawab jujur pertanyaannya, Yoongi curiga yumna mengetahui yang sebenarnya.
Yumna gugup dengan apa yang baru ia ucapkan, Yumna tidak boleh tau tentang mereka berdua, ini sudah termasuk ikut campur, hatinya sedang berdegup kencang ia takut dipecat oleh Yoongi, karena lancang mendengarkan cerita dari Jimin, tapi itu kemauan Jimin ia tidak memaksa Jimin untuk bercerita kenapa ia bisa sampai dirumah megah ini.
“Jangan pernah mendengarkan Jimin, dia hanya omong kosong, jika masih mau bertahan dengan kehidupan keluargamu yang sekarang, cukup tutup mulutmu.” Yumna mengangguk kaku mendengar ucapan Yoongi, Yoongi sangat tau pasti Jimin sudah memberitahu Yumna tentang dirinya disekap oleh tuanya itu.
Yoongi melengang pergi dari hadapan Yumna dan menghampiri Jimin yang masih saja tidak bergeming, pandangannya kosong walaupun televisi didepannya menyala, sedangkan Yumna pergi menuju dapur.
Tangan Yoongi meraih bungkusan yang ada diatas meja, itu obat Jimin, ia dianjurkan meminumnya sehari tiga kali tapi untuk pertama ia diberi obat Jimin tidak meminumnya sama sekali terbukti pil-pil itu masih lengkap.
“Kenapa tidak meminum obatmu.” tanya Yoongi sembari duduk disamping Jimin.
Jimin mendongakkan wajahnya, ia baru saja bergerak tidak seperti mayat hidup lagi.
“Aku tidak suka obat.” jawab Jimin pelan.“Kau harus memaksanya, jika tidak kau tidak akan sembuh.” ujar Yoongi yang sudah membuka bungkus pil-pil itu.
“Aku tidak mau kau terlalu lama sakit.” ucap Yoongi sembari memberikan obat itu kejimin dengan minuman hangat yang dibawa Yumna tadi.
Jimin hanya menatap pil-pil kecil yang ada ditangan besar Yoongi, tidak ada pergerakan sama sekali darinya, ia tidak mau meminum obat itu, untuk apa Jimin sembuh nanti bakal disakiti Yoongi lagi, lebih baik ia tidak pernah sembuh sekalian, biar Yoongi puas menyakitinya.
“Maafkan aku, telah lancang kepadamu.” Yoongi menatap Jimin yang tiba-tiba meminta maaf padanya, Jimin ini kenapa, apa benar yang dikatakan yumna jika Jimin tengah mengalami trauma, apa rasa trauma Jimin ia yang memulainya?.
“Aku hanya ingin bertemu dengan ibu dan adikku.” lanjut Jimin.
“Kau tidak perlu khawatir tentang mereka, sekarang minumlah obatmu.”lagi-lagi Yoongi mendapat gelengan dari Jimin, tetap Jimin tidak mau meminum obat itu.
“Aku sangat rindu pada mereka.” ucap Jimin lagi, Jimin ini sangat merindukan keduanya, mangkanya Jimin sangat stres memikirkan, ia merasa sangat kesepian, tidak punya teman, selalu berada dirumah, membuatnya sedikit bosan.
Yoongi melihat kemerahan dileher Jimin, bukan bekas ciumannya melainkan bekas cekikan yang amat kuat dileher putih itu, Yoongi membayangkan betapa memohonnya Jimin pada saat kejadian itu.
Tanpa aba-aba Yoongi memakan obat itu lalu menarik tekuk leher Jimin yang masih merah untuk dilumatnya bibir pucat itu, bibir Jimin sedang tidak merah merona melainkan pucat pasi akibat badan yang kurang enak.
Jimin melotot dengan apa yang dilakukan Yoongi barusan, Yoongi mentransfer obat itu lewat mulutnya, Yoongi rela ikut merasakan pahit demi Jimin bisa meminum obatnya, tidak lama Yoongi menciumnya setelah lepas Jimin langsung meminum air hangat itu, pahit rasanya, Jimin sangat tidak suka, bahkan ia sedikit tersedak dengan air minumnya sangking tidak tahan dengan pahit dari obat itu.
“Tidurlah, besok kita menemui ibu dan adikmu.” ucap Yoongi terakhir sebelum meninggalkan Jimin yang masih tersedak dengan air minumnya, Jimin tidak menjawab ucapan Yoongi, ia hanya menatap punggung besar itu pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
•OBSESSED•
[Myg&Pjm]
DOUBLE UP!

KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED | YOONMIN |
Fanfic"END"✔ -SUKA CERITANYA WAJIB FOLLOW PENULISNYA (◍•ڡ•◍)❤ Menjadi cantik itu kutukan! Lihat Park Jimin sekarang! ia tidak tau apa-apa bahkan ia pria yang sangat baik, yang harus terjebak dengan seorang pria yang berhati dingin, tidak ada rasa peduli d...