39. Hasil

747 72 5
                                    

    “Bagaimana hasilnya?. ” tanya yoongi pada dokter yang habis memeriksa pil obat yang yoongi berikan malam tadi.

Setelah kecurigaan itu terjadi yoongi langsung bergegas menuju dokter termahal hanya untuk sekedar mengecek pil obat yang tidak ada mereknya, yoongi sangat curiga dengan pil itu, tidak mungkin tidak ada ingatan satupun tentangnya dan tentang yang lain sekalipun jimin rutin meminumnya.

“Siapa yang memberikan obat ini?.” tanya dokter Lee Hyun pada yoongi sembari memberikan selembaran kertas pada yoongi, itu cek yang menyatakan keterangan dalam obat.

“Baek Ji Sung. ” jawab yoongi sembari membaca kertas itu.

“Apa dia salah memberikan obat? Itu sangat tidak baik untuk daya ingat seseorang, obat ini memang pereda nyeri sakit kepala tapi efeknya dia bisa melupakan apa saja, termasuk ingatan sebelumnya.” jelas Lee Hyun.

Yoongi mengeraskan rahangnya, jadi selama ini jimin dibuat hilang ingatan terus menerus oleh Ji Sung dengan memberikan obat ini alibi kalau obat ini bisa menyembuhkan daya ingatnya?

“Brengsek.” gumamnya pelan.

“Dia tidak salah memberikan obat ini, ini faktor disengajaan, Ji sung sengaja memberikan obat ini pada pasiennya.” geram yoongi.

Ternyata selama ini jimin sudah mulai mengingatnya karena sibrengsek Ji Sung jimin kembali melupakannya lagi.

Yoongi tidak habis pikir dengan Ji Sung, apa yang diinginkan ji Sung sudah jelas terlihat, dia tau Ji Sung menginginkan Jimin dan ingin merebutnya, ini tidak akan pernah terjadi, jimin hanya tetap milik Min Yoongi, dipertegas sekali lagi
'MIN YOONGI! '

“Berikan aku obat yang sama persis dengan yang ini, tapi dengan efek yang bisa menyembuhkan daya ingat seseorang, aku mau besok pagi jangan sampai telat, aku bayar lebih untukmu. ” Lee Hyun mengangguk mengiyakan ucapan yoongi, setelahnya yoongi pergi dari hadapan Lee Hyun, ia ingin kekantor, pekerjaan sudah menantinya disana.

Sepertinya Ji Sung salah memilih lawan bermain, dia tidak tau saja rumah sakit yang selama bertahun-tahun ia tempati sekarang sudah menjadi tutup.

Saham yang ditanamkan yoongi sudah dicabut paksa bahkan kontraknya dengan sang ayah sudah yoongi hentikan, pemasukan uang Ji Sung sekarang sudah tidak ada, kekayaan memang menguasai semuanya, lihat dengan mudahnya yoongi mengambil semua yang telah Ji Sung gapai selama ini.

Tentu saja yoongi melakukannya tidak sendiri, dibantu Ko Min Jung yang mengurus semuanya.

“Kau yang memulainya baek. ” Gumam yoongi diselingi sungingan remehnya pada Ji Sung.

Sepertinya Ji Sung sangat lupa dengan drajat, sebagian kekayaannya itu adalah milik yoongi, semua yang mencukupi hidupnya sekarang itu berkat yoongi, kalau tidak Ji Sung tidak akan hidup enak selamanya, meskipun dia seorang dokter.

Yoongi mengalihkan pandangannya kearah ponsel yang berdering, menampakan nama orang yang sangat ia tidak suka sekarang.

Baek Ji Sung call.

Tangan yoongi meraih ponselnya memencet tombol jawab pada panggilan tersebut.

“Ada Apa baek? Kau tidak bisa makan? Atau kau tidak bisa bekerja?.” Ujar yoongi blak-blakan.

“Bukannya ini semua ulahmu? Kau yang menuangkan bensin dan aku yang menyalakannya, tidak salahkan?. ” ujar yoongi lagi saat Ji Sung tidak Terima dikatakan begitu.

“Brengsek, kau yoongi!. ” pekik Ji Sung kesal.

“Akan ku kembalikan semua fasilitasmu jika kau menjauh dari jimin.”

Tidak akan! Aku tidak akan pernah menyerahkan jimin padamu lagi! Kau psikopat min, aku tidak akan membiarkan jimin terluka olehmu, dia itu sangat berharga bagiku. ” cerca Ji Sung yang tidak mau memberikan jimin pada yoongi.

“Ya terserah kau saja, aku tidak memaksa, selamat menikmati kehidupan miskinmu. ” ujar yoongi santai lalu mematikan panggilannya sepihak, ia tidak tau apakah Ji sung mengumpatinya habis-habisan atau marah-marah tidak jelas yoongi tidak tau dan tidak perduli.

“Jelas aku yang menghargai jimin dibanding kau. ” gumam yoongi lagi,

Sangat jelas bukan yang mengeluarkan uang untuk jimin siapa? Yoongi, yang menghidupi keluarganya jimin siapa? Yoongi,  dan yang memberi uang hoseok untuk membeli jimin siapa? Tentu saja yoongi,  sudah jelas yang sangat menghargai jimin itu yoongi, bahkan lebih besar dari yang Ji Sung kira.

“kita tunggu tanggal mainnya.” ucapnya lagi sebelum keluar dari mobilnya, ia telah sampai di kantornya.

Yoongi berjalan santai menjawab sapaan karyawannya, hatinya sedang bahagia sekarang karena jimin sebentar lagi akan bersamanya kembali, dan menyingkirkan parasit dihubungannya, walaupun mereka belum ada status tapi setidaknya yoongi tidak akan lagi kehilangan jimin, jimin sebentar lagi ingat padanya.

Yoongi mengetikan pesan di ponselnya entahlah apa yang dia ketik, sepertinya sesuatu rencana yang berhubungan dengan jimin.


.

Bruk.

Jimin terjatuh sembari memegangi kepalanya, sakit kepalanya kembali melanda, bayang-bayangan putih itu kembali memutari otaknya.

Dia masih tidak tau persis bayangan orang tersebut, hanya momen-momen kecil yang dia ingat, jimin mencoba mengingatnya agar bayangan itu terlihat jelas tapi nihil itu malah membuatnya mengalami sakit yang hebat.

“Aakhh... Siapa kau. ” rintihnya sembari bertanya pada orang tersebut.

“Eomma...” panggilnya pada hyeri dan  tentu saja hyeri tidak dengar karena hyeri ada di belakang sedangkan jimin sedang ada dikamarnya.

Jimin sudah berusaha berjalan tapi tidak bisa, ia tidak kuat dengan sakitnya.

“Jimin-aa, ayo makan eomma sudah- Astaga Park Jimin!. ”pekik hyeri yang mengetahui anaknya tengah meringkuk kesakitan dilantai kamarnya sembar memegangi kepalanya, hyeri ini baru selesai masak dan akan membangunkan jimin dari tidurnya tapi saat ia membuka pintu kamarnya ia mendapati jimin tengah menahan sakit seperti itu.

“Dimana obatmu. ” ujar hyeri yang sudah sibuk mencari obat jimin.

“Tidak tau eomma, aakh sakit. ” ujarnya dengan rintihannya.

“Bagaimana bisa tidak tau, semalam kau yang membawanya, bentar aku telfon Dokter saja.” jimin  tidak menjawab saat ibunya terus berbicara padanya, kepalanya sangat sakit, sampai membuat dirinya kembali tidak sadarkan diri. Iya jimin pingsan.

Hyeri masih sibuk dengan Ji Sung ditelfonnya.

“Dokter cepat kesini dokter, jimin tidak sadarkan diri, aku mohon cepat dok, dia tidak tau obatnya ada dimana.” bingung hyeri yang sudah meletakan kepala jimin pada pahanya.

Tak lama hyeri mematikan ponselnya mencoba menepuk-nepuk pipi anaknya berharap anaknya kembali sadar, sampai akhirnya Ji Sung datang dengan obat di sakunya.

Tentu saja Ji Sung membeli obat itu diapotek, memberikan keterangan izin yang diisi dengan tulisan tangannya sendiri supaya pihak apotek percaya dengan izinnya dan menjualnya pada dirinya.

“Bagaimana bisa jimin melupakan obatnya eomma. ” tanya Ji sung sembari melihat jimin yang belum sadarkan diri dikasurnya, tentu saja Ji Sung yang membopongnya.

“aku tidak tau, mungkin dia lupa menaruh dimana tadi malam. ” jawab hyeri.

Ji sung hanya mengangguk tak lama ia ingat kalau dirinya lah yang menaruh obat itu diatas kursi taman.

Sial, aku melupakannya kemarin, untung saja aku cepat. ” ucapnya dalam hati.

•OBSESSED•
[

Myg&Pjm]

Kangen banget sama bangtan😭

OBSESSED | YOONMIN |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang