Pesta yang diadakan di kantor yoongi benar-benar mewah, para pejabat dari berbagai negari ikut serta karena mendapat undangan dari yoongi.
Tidak luput dari kedua orang tua dan kakaknya setiap tahunnya yoongi selalu mengadakan pesta entah itu besar atau kecilnya yang penting yoongi merayakan hari jadi kantornya, mengingat betapa susahnya ia untuk mencapai dititik ini.
Ia tidak perduli bagaimana keadaan jimin dirumah, setelah puas bermain ia tinggal begitu saja, itu terserah Min Jung akan mengurusnya bagaimana, ia masih sedikit kesal dengannya.
Suara tepuk tangan melantun indah di telinganya setelah ia selesai berpidato di depan para tamunya, gelas yang berisi wine terangkat begitu tinggi mengisyaratkan agar seluruh tamunya juga ikut mengangkatnya.
dentingan gelas terdengar nyaring setelah yoongi mengizinkan mereka untuk meminumnya, acarapun sudah mulai bebas terserah mereka mau minum, makan atau sekedar berbincang itu urusan mereka, yang terpenting mereka menikmatinya.
"Bagaimana jimin?. "tanya NamJoon yang menghampiri yoongi dengan sang istrinya Seokjin.
"Aku hajar. " jawab yoongi enteng sembari meminum winenya.
"Kalau jungkook?. " kali ini Seokjin yang bertanya.
"Aku tidak tau, itu urusan tae, mungkin senasib dengan jimin." jawab yoongi singkat.
Taehyung tidak datang keacara pesta yoongi, mungkin ia merasa tidak enak setelah kejadian kemarin, yoongi tidak tau nasib jungkook bagaimana ia tidak terlalu perduli.
"Yoongi-a, bukannya aku sok bijak, tapi kau begitu kasar dengan jimin, kau boleh menyukainya tapi tidak dengan kekerasan, aku melihatnya jadi kasihan. " ucap Seokjin tiba-tiba.
Yoongi menatap Seokjin seksama, sedangkan yang ditatap tidak takut sama sekali, beda dengan NamJoon ia sudah takut jika ucapan istrinya disalah artikan sama yoongi.
"Itu sudah menjadi urusanku, aku tidak suka pengkhiatan. " jawab yoongi santai lalu pergi meninggalkan keduanya, tau apa mereka hanya yoongi yang tau jimin.
Sedangkan Seokjin sudah dipelototin namjoon, Seokjin tidak takut, lagipula ia tidak salah bicara.
"Jangan pernah mencoba berpikir mengajak jimin untuk lari dari yoongi hyung, jika kau tidak mau bernasib sama dengan jimin semalam, kau mengerti?. " ancam NamJoon pada Seokjin, seokjin tidak menanggapi NamJoon ia tinggal pergi begitu saja dari hadapan suaminya itu.
Yoongi kembali menikmati acara pestanya mengobrol asik dengan para tamunya sampai tak terasa acara sudah ada di penghujung akhir, pidato terakhir yoongi benar-benar memuaskan telinga para pendengarnya, saat ini yoongi tengah bersiap untuk pulang.
"Yoongi-a, mana jimin katanya mau diperkenalkan." tanya nyonya Min selaku ibunda dari yoongi.
"Hm, dia sakit, maafkan aku eomma." jawab yoongi beralasan.
Yoongi bilang pada kedua orang tuanya kalau dipesta nanti ia akan memperkenalkan jimin pada mereka, tentu saja mereka akan setuju bagaimanapun juga yang membuat mereka sampai ke titik ini juga yoongi jadi apapun keinginan yoongi mereka pasti setuju termasuk dengan memilih pasangan, tapi harapan itu sirna karena ulah konyol yang dilakukan jimin dan jungkook sampai membuat mereka tidak hadir diacara tersebut.
"Sakit apa, kenapa kau tidak menjaganya saja, jika dia membutuhkanmu bagaimana?. " tanya Nyonya Min pada putranya dengan nada yang khawatir.
"Iya yoongi, bagaimana jika dia butuh bantuan, kau hanya tinggal sendiri dirumah. " sambung Tuan Min.
Yoongi tersenyum, hanya dengan mereka berdualah yoongi sedikit luluh.
"Ada ahjuma dirumah, aku sudah memperkerjakan seseorang. " Nyonya dan Tuan Min mendengar itu sangat lega, karena mereka tidak mau calon mantunya itu terluka.

KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED | YOONMIN |
Fanfiction"END"✔ -SUKA CERITANYA WAJIB FOLLOW PENULISNYA (◍•ڡ•◍)❤ Menjadi cantik itu kutukan! Lihat Park Jimin sekarang! ia tidak tau apa-apa bahkan ia pria yang sangat baik, yang harus terjebak dengan seorang pria yang berhati dingin, tidak ada rasa peduli d...