26"Mas, hari ini hari pemeriksaan aku di bulan yang kedua." Ucap Cecily sambil memakan sarapan nya.
"Oh ya."
"Iya, kamu bisa nemenin aku gak ke rumah sakit nya?." Tanya Cecily, setelah itu ia gigit bibirnya sekuat tenaga, takut jika akan di tolak oleh Gerrad.
"Boleh, aku bakalan nyuruh sekretaris aku buat kosongin jadwal." Cecily yang awal nya menunduk langsung tegak kepala nya saat mendengar jawaban dari suami nya itu.
"Serius?" Tanya Cecily semangat, Gerrad mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Cecily.
Cecily yang melihat itu tak dapat menahan senyum lebar nya.
Cecily tak sabar ia akan pergi dengan Gerrad. Ini adalah keinginan nya sejak lama.
Cecily memperhatikan Alessandro yang ada di samping nya yang sekarang tetap fokus dengan sarapan nya.
Lima belas menit berlalu, barulah mereka selesai dengan sarapan.
"Ayo, Lessa papa antar sekolahnya." Alessandro mengangguk semangat.
Gerrad mengambil tangan mungil itu dan membawanya keluar, ke dalam mobil untuk di antarkan ke sekolah.
Cecily memperhatikan itu semua, memperhatikan betapa Gerrad terlihat menyayangi Alessandro.
Cecily rasanya ingin berteriak bahagia. Tak tahu lagi bagaimana mengungkapkan perasaan bahagia nya.
Cecily suka versi Gerrad yang sekarang, Gerrad yang baik, dan lemah lembut pada nya dan Alessandro. Gerrad yang tak lagi mencueki mereka, Gerrad yang sangat perhatian dengan hal-hal kecil.
Cecily melompat-lompat bahagia, ia bahkan melupakan jika ia sekarang sedang berbadan dua.
Cecily merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar nya.
Cecily memeluk guling, Cecily sekarang benar-benar yakin jika saat ini ia telah gila, gila karena pria itu.
Tak pernah terbayangkan oleh Cecily selama ini jika semua ini akan terjadi.
Akhirnya Cecily memilih untuk menutup matanya, karena kantuk yang menyerang.
Setengah jam berlalu, akhirnya Cecily benar-benar tertidur sambil terlentang.
Tanpa ia tau jika ternyata Gerrad sudah pulang, pria itu sekarang sudah ada di depan pintu.
Gerrad memperhatikan Cecily sejenak, ia berjalan ke arah tempat tidur dan ikut merebahkan diri di sana.
Gerrad menggalungkan tangan nya pada badan Cecily sambil menelusupkan kepalanya pada leher Cecily.
Nyaman, itu yang ia rasakan.
Sedangkan Cecily sendiri yang merasa tidur nya terganggu langsung terbangun perlahan-lahan.
Mata Cecily terbuka, ia sedikit terkejut saat melihat ternyata Gerrad sudah pulang dan dalam keadaan memeluk nya.
Cecily tersenyum tipis, ia ikut membalas pelukan yang Gerrad berikan dengan erat.
"Ayo bangun, katanya mau ikut usg." Ucap Cecily sambil memeluk Gerrad dengan erat.
"Biarkan saja seperti ini dahulu."
Cecily terkekeh pelan mendengar ucapan dari Gerrad. Dan kemudian mengelus lembut rambut milik Gerrad.
"Thank you."
"Untuk apa?." Tanya Gerrad heran sambil memperbaiki posisi tidurnya, sekarang ia menatap wajah cantik milik Cecily.
"Cantik." Ucap Gerrad pelan.
"Apa?." Tanya Cecily heran.
"No, answer my question."
YOU ARE READING
LAST OPTION
RomanceJika Gerrad sang suami hanya tak mencintai nya, Cecily masih dapat menerimanya, tetapi mengapa pria itu juga mengabaikan anak mereka?, apakah waktu 5 tahun ini tak cukup untuk menumbuhkan sedikit rasa cinta di dalam hati pria itu?.
