Vote dan komen nya jangan lupa yaaaa, seperti biasa, 100 vote lebih baru lanjut yaaa, bagi yang mau tau lebih dulu drpd yg lain bisa hubungi no di bawah ini yaaa dg harga 15k
083143977387
.
.
.
"Bapak Lisandro, saya gak bisa." Rengek Cecily setelah melihat-lihat berkas yang di berikan Lisandro.
"Bisa, cobain aja dulu."
"Nanti kalau bagus, buat meeting penting besok, lo bakalan gue suruh juga."
Cecily menghela nafas dan kemudian mengangguk, sepuluh menit lagi meeting akan di mulai.
Cecily menghela nafas berkali-kali, agar menghilangkan kegugupan nya.
Cecily mengelus perutnya, berusaha agar ia tak terlalu panik dan berusaha santai.
"Nah, ayo, dua menit lagi di mulai." Ajak Lisandro, Cecily mengangguk dan kemudian mulai masuk ke dalam ruangan.
Dua menit menunggu, para klien dan investor sudah mulai masuk ke dalam ruangan.
Mata Cecily menatap ragu pada Lisandro, saat moderator sudah menyuruh nya untuk mempresentasikan hasil diskusi perusahaan.
Cecily takut karena ia belum pernah melakukan ini sebelum nya. Cecily menghela nafas dan kemudian menoleh pada Lisandro.
Mendapat anggukan dari Lisandro, akhirnya Cecily maju dan kemudian berdiri di samping layar infocus yang sedang menampilkan presentasi.
Sebelum itu Cecily menghela nafas, ia mulai menjelaskan apa-apa saja yang perlu di jelaskan sesuai apa yang di tampilkan. Tak lupa juga Cecily menambahkan beberapa fakta yang menurutnya ada yang kurang sesuai pemahaman.
Lisandro yang melihat itu langsung tersenyum lebar karena senang, tak menyangka jika ternyata Cecily bisa sehebat ini.
Setelah Cecily selesai, orang pertama yang bertepuk tangan dengan sangat keras adalah Lisandro.
Diikuti oleh para klien lain nya. Cecily tersenyum tipis dan kemudian duduk kembali ke tempat nya.
Setengah jam berlalu, barulah rapat mereka selesai, mereka satu persatu memberikan salam perpisahan.
"Hebat banget lo tadi, gak nyangka gue." Puji Lisandro saat semua orang telah keluar, hanya ada mereka di dalam ruangan ini sekarang.
Perlahan Cecily membereskan semua barang dan dokumen-dokumen.
"Iya, makasih, ini semua juga berkat bapak." Lisandro terkekeh pelan saat mendengar suara formal milik wanita itu.
Mereka akhirnya keluar dari ruangan saat Cecily sudah selesai membereskan semua nya.
"Mau makan siang gak?." Cecily menoleh pada Lisandro yang saat ini ada di samping nya.
"Kayak nya enggak deh, aku bawa bekal." Jawab Cecily.
"Yaudah, gue duluan, have a nice day."
"Kamu juga." Cecily menatap kepergian Alessandro hingga pria itu tak nampak lagi.
Cecily berjalan dengan santai ke ruangan nya.
☆
Cecily akhirnya tiba di rumah, dengan cepat ia membersihkan diri dan mulai merebahkan diri di atas tempat tidur.
Menatap langit-langit ruangan, ternyata bekerja semelelahkan ini. Tetapi bagaimana pun Cecily harus kuat.
Jika Cecily tak kuat, bagaimana caranya ia bisa menghidupi kehidupan mereka.
YOU ARE READING
LAST OPTION
RomanceJika Gerrad sang suami hanya tak mencintai nya, Cecily masih dapat menerimanya, tetapi mengapa pria itu juga mengabaikan anak mereka?, apakah waktu 5 tahun ini tak cukup untuk menumbuhkan sedikit rasa cinta di dalam hati pria itu?.
