Cecily terbangun, matanya terbuka dengan perlahan. Cecily agak terkejut saat ia terbangun di kamar Alessandro.
Cecily duduk dan mencoba mengingat-ingat apa penyebab Cecily berakhir disini.
Ah Cecily baru ingat, tatapan nya langsung melihat ke arah tempat tidur, ternyata hanya ada Alessandro di sana, tak ada Gerrad sang suami.
Kemana pria itu pagi pagi buta seperti ini?.
Cecily memperhatikan jam di dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul enam pagi. Dengan segera Cecily turun untuk membuatkan sarapan.
Sebelum itu ia membersihkan diri dahulu dengan pergi ke kamar nya. Kening Cecily langsung berkerut saat menyadari tidak ada Gerrad di kamar ini. Kemana pria itu?.
Setelah selesai Cecily pergi ke dapur, berniat untuk memesak.
Ternyata di dapur sudah ada Gerrad di sana yang sedang memasak.
"Apa yang kamu lakuin mas?." Tanya Cecily heran.
"Aku hanya memasak untuk sarapan nanti." Jawab Gerrad, tetapi pria itu tetap fokus dengan apa yang ia lakukan.
Cecily hanya mengangguk-ngangguk mengerti dan kemudian kembali ke dalam kamar, berniat untuk membangunkan Alessandro.
Tiga puluh menit berselang, barulah Cecily dan Alessandro turun dengan Alessandro yang sudah siap dengan seragam nya.
Cecily memegang tangan mungil Alessandro sambil turun ke bawah tangga.
Mereka berjalan ke ruang makan dan mulai duduk di meja makan.
Di sana sudah tersiapkan makanan untuk sarapan.
Cecily memperhatikan Gerrad sejenak, tatapan nya beradu dengan lelaki itu, tetapi Cecily memilih untuk memutuskan nya terlebih dahulu.
Cecily menghela nafas dan kemudian mulai memakan sarapan nya.
"Jangan memotong daging seperti itu, tangan mu akan terluka." Tegur Gerrad.
Setelah itu dapat Cecily lihat Gerrad memperagakan cara memotong daging pada Alessandro.
Cecily hanya memperhatikan itu tanpa berkata apapun.
Sepuluh menit berlalu, Gerrad lah yang terlebih dahulu menyelesaikan sarapan nya. Pria itu berjalan ke dapur.
Lima menit berselang, Gerrad kembali dengan sebuah nampan yang berisi dua gelas susu dan juga dua dan satu mangkuk buah.
"Ini untuk Lessa yang rasa coklat, yang rasa stawberry buat mama." Jelas Gerrad dengan wajah datar khas nya.
"Buah dan vitamin nya juga di makan, aku mau nganterin Lessa dulu sama ke kantor."
"Apa? Kamu yang nganterin Lessa?." Tanya Cecily terkejut.
"Yes."
Akhirnya Cecily langsung mengangguk-ngangguk mengerti mendengar ucapan pria itu.
Cecily ikut berdiri saat Gerrad dan Alessandro berdiri untuk pergi bekerja sambil mengantar Alessandro.
"Ma, Lessa pergi sekolah dulu." Cecily terdiam sejenak, ia tertegun melihat wajah bersinar dan bahagia Alessandro.
Anaknya bahagia sekali, Cecily tersenyum tipis dan kemudian mengangguk.
"Iya, rajin belajar nya."
"Siap."
Sedangkan Gerrad sendiri memperhatikan Cecily, ia mengusap lembut rambut Cecily dan memberi sebuah kecupan di dahi wanita itu.
Cecily yang di mendapat perlakuan seperti itu langsung mematung, ia bahkan tak sempat membalas lambaian tangan dari Alessandro.
Cecily menghela nafas dan akhirnya berjalan ke dalam rumah kembali.
Di tengah perjalanan, Cecily merasa bingung. Ia merasa tak tahu harus melakukan apa.
Apa benar ia harus memberikan kesempatan kepada Gerrad?.
Cecily benar-benar bingung dan tak tahu. Gerrad benar-benar seperti meyakinkan.
Cecily tak tahu apa sebab pria itu berubah 180° seperti ini. Entah karena Cecily yang mengancam bercerai atau ada hal yang lain.
Cecily tak tahu, ia tak tahu dan bingung.
Semua ini benar-benar membingungkan bagi Cecily.
Cecily takut, jika ini semua hanya perlakuan sejenak dari pria itu untuk nya dan Alessandro.
Tetapi tak dapat Cecily pungkiri juga jika ia sangat amat bahagia dengan ini semua.
Rasanya seperti mimpi, tetapi Cecily berharap ini semua bukan lah hayalan semata.
☆
Beberapa minggu berlalu pengakuan gerak perlakuan la lat tetap Tak Berubah pria itu masih sama seperti beberapa minggu yang lalu lihat benar-benar berubah sosial tidak tahu lagi harus berkata apa untuk menggambarkan kebahagiaannya rasanya
Gerrad benar-benar berubah 180°, pria itu tak lagi sering mencuekinya dan Alessandro seperti dahulu, Gerrad selalu mendengarkan mereka dan memberikan perhatian-perhatian kecil sekalipun.
Bahkan tiap malam Gerrad selalu menyempatkan untuk bermain dengan Alessandro dan pria itu juga membuatkan Cecily susu sebelum tidur, dan juga memberikan vitamin pada nya. Sungguh ini semua benar-benar membahagiakan.
Cecily merasa hidupnya sudah sempurna sekarang, seorang anak dan juga suami yang baik, belum lagi anak yang ada di kandungan nya.
Cecily selalu bersyukur dan selalu berharap jika semua ini akan selamanya seperti ini.
☆
Vote dan komen nya jangan lupa kalau mau pada lanjut..., aku terima kritik dan saran jg ya ges yaaa, ohiya bagi yang mau tau duluan cerita "LAST OPTION" bisa chat nomor di bawah ini yaaa dengan harga 20k...
083143977387
Selasa-01/04/2025
YOU ARE READING
LAST OPTION
Roman d'amourJika Gerrad sang suami hanya tak mencintai nya, Cecily masih dapat menerimanya, tetapi mengapa pria itu juga mengabaikan anak mereka?, apakah waktu 5 tahun ini tak cukup untuk menumbuhkan sedikit rasa cinta di dalam hati pria itu?.
