27.

3.3K 141 0
                                        


Cecily melambaikan tangan nya saat mobil Gerrad dan Alessandro mulai pergi dari hadapan nya.

Cecily tersenyum tipis, pagi ini ia berencana akan berolahraga, sudah lama sekali Cecily tak jogging di pagi hari.

Hitung-hitung berolahraga untuk kesehatan kandungan nya.

Sebenar nya pagi-pagi sekali Cecily telah bangun mempersiapkan semuanya, tanpa diketahui Gerrad.

Setelah selesai dengan semuanya, Cecily mulai berkeliling kompleks sambil mengelus-ngelus perut nya.

Setelah selesai berkeliling kompleks, Cecily melihat jam yang ada di ponselnya ternyata sudah pukul sepuluh, Cecily meminum air putih yang ia bawa sambil memainkan ponselnya, tanpa memperhatikan jalan, Lalu tak lama ia menabrak sesuatu yang keras.

Duk

"Aws" ringis Cecily pelan.

"Maaf, a-aku tidak melihat jalan tadi, kamu tidak apa" tanya laki-laki yang menabrak Cecily tadi.

"Tidak apa-apa, itu juga salahku karena tidak memperhatikan jalan juga" ucap Cecily sambil tersenyum tipis.

"Ayo kita duduk disana" ajak pria itu, Cecily menurutinya, mereka duduk di sebuah taman, disana ada kursi panjang, mereka duduk disana.

"Perkenalkan aku Azil" ucap pria yang bernama Azil itu, Cecily membalas juluran tangan Azil.

"Cecily" balas Cecily.

"Wah, nama kita hampir sama, atau jangan-jangan kita jodoh" ucap Azil.

"Beda, dari mana letak sama nya." Cecily tertawa pelan setelah nya.

"Rumah nya yang mana di sini, tinggal sendiri atau sama orangtua?." Tanya Azil.

"Aku sudah punya suami."

Dapat Cecily lihat tatapan terkejut dari pria di samping nya ini.

"Memang nya berapa umur nya?." Tanya Azil penasaran.

"22."

"Kelihatan seumuran." Ucap Azil sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

"Umur hanyalah angka kan, kita hanya berbeda lima tahun, aku akan menunggu kau janda." ucap Azil santai. Ucapan itupun mendapatkan pukulan dari Cecily.

"Dasar, kamu mau rumah tanggaku berantakan memangnya" tanya
Cecily pelan, tapi dengan nada yang tidak bersahabat.

"T-tidak, maksudku manatau kita jodoh Cecily cantiiiiik" ucap Azil.

"Can i have your number?." Belum sempat Cecily menjawab, dapat Cecily lihat jika telinga Azil di jewer seseorang.

"Gatel banget lo jadi orang, pergi sana ah, bikin mata gatel aja liat lo." Ucap Lisandro sambil mendorong Azil.

"Lisandro, jangan kasar gitu, kasian."

"Udah ah, jangan belain dia, lo mau bubur ayam gak?." Tanya Lisandro, Cecily yang mendengar ucapan Lisandro langsung mengerutkan kening nya.

"Emang ada tukang bubur di dalam kompleks ini?."

"Ada dong, tuh." Ucap Lisandro sambil menunjuk sebuah gerobak yang ada di taman.

"Loh, kok bisa?." Cecily menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena heran.

"Karena gue yang nyuruh, cepetan ah, nanti keburu habis."

Cecily mengangguk dan kemudian mengikuti langkah kaki milik Lisandro.

"Gimana keadaan bayi lo?." Tanya Lisandro sambil menatap perut Cecily.

"Baik."

"Trus gak jadi pisah nya?." Tanya Lisandro.

Cecily menggeleng."Kalau aku masih di sini berarti gak jadi dong, kamu gimana sih." Ucap Cecily sambil terkekeh pelan.

"Iya juga sih, tapi kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin gue." Ucap Lisandro sambil menatap sendu Cecily.

"Iya iya, ayo bubur nya udah selesai, kita duduk di tempat tadi aja." Ucap Cecily.

Gerrad mengangguk mendengar ucapan Cecily, dan kemudian mereka mulai duduk di tempat tadi sambil memakan bubur.

"Menurut lo ada gak copy an lo di dunia ini?."

"Maksud kamu?." Tanya Cecily tak paham.

"Maksud gue ada gak orang yang dongo dan bodoh nya kaya lo." Ucap Lisandro, setelah itu pria itu tertawa terbahak-bahak setelah melihat ekspresi kesal dari Cecily.

"Ayo cepetan, balik, sebentar lagi juga anak-anak bakalan pulang." Ucap Lisandro.

Cecily mengangguk dan kemudian menghabiskan sisa bubur nya.

Setelah selesai Cecily dan Lisandro kembali pulang.

Cecily turun ke bawah saat sudah jam makan malam, di sana sudah tersusun rapi makan malam.

Dan juga sudah ada Gerrad dan Alessandro yang sekarang sedang bercerita.

Lebih tepat nya Gerrad yang mendengar kan segala celotehan sang anak.

Gerrad dan Alessandro menoleh saat mendengar suara langkah kaki mendekat.

Mereka mengakhiri pembicaraan dan kemudian memilih untuk mulai memakan makan malam saat Cecily telah datang.

Dua puluh menit berlalu, baru lah mereka semua selesai dengan makan makan.

Cecily, Alessandro dan Gerrad langsung menuju kamar masing-masing saat telah selesai, berniat untuk tidur.

Cecily sendiri sebelum tidur, memakai skincare terlebih dahulu.

Setelah berbalik badan, Cecily langsung bisa melihat Gerrad yang berjalan ke dalam kamar membawa sebuah nampan.

"Lupa bikin pas makan malam tadi." Ucap Gerrad, Cecily mengangguk-ngangguk mengerti.

Dengan perlahan Cecily mulai meminum susu yang di berikan Gerrad, tak lupa dengan vitamin itu juga.

Cecily merebahkan diri, dan mengambil salah satu novel yang belum kelar ia baca.

"Mau beli pakaian bayi gak besok?." Tanya Gerrad tiba-tiba.

Cecily yang sedang membaca sebuah novel itu menoleh saat mendengar suara pria itu.

"Kamu yakin?, ini baru masuk bulan ketiga baby nya."

Gerrad mengangguk, Cecily yang melihat itu langsung melebarkan senyum nya dan kemudian mengangguk semangat.

"Yaudah, cepetan tidur." Suruh Gerrad, Cecily mengangguk semangat, ia meletakkan novel nya dan merebahkan diri.

Tanpa pria itu tau ia hanya menutup mata, bukan berarti pikiran nya juga tertutup.

Bahkan Cecily sejak tadi susah sekali untuk menahan senyum yang akan terbit.

Ia tak bisa membayangkan bagaimana hari esok, ia juga tak sabar.

Tak pernah Cecily bayangkan ini semua akan terjadi setelah semua yang terjadi dalam hidup nya.

Semua nya terasa seperti mimpi, gila sekali memang.

to be honest, aku gak tau mau sedih apa ketawa haha, tiap hari vote sm komen nya nurun terus, bahkan ga sampe 100 vote nya, klo kalian ga pada vote yg ada cerita last option rating nya rendah, ini pada mau aku up sampai sini aja yaa??

btw klo ada yang mau tau lebih dulu ceritanya, boleh wa aku ke nomor di bawah ini yaaaa

083143977387

LAST OPTIONWhere stories live. Discover now