30.

3.2K 146 24
                                        

Cecily yang sedang menonton tv itu, langsung mematikan televisi nya, guna memastikan jika itu adalah suara mobil Gerrad.

Setelah beberapa saat, baru lah Cecily yakin jika itu adalah suara mobil milik Gerrad.

Dengan cepat Cecily berdiri dan mulai berjalan ke arah ruang tamu.

Cecily langsung memberikan senyum lebar karena Gerrad sudah pulang dari luar kota.

Ia sudah tak sabar bicara dengan pria itu, Cecily tidak sabar sekali.

Ia sudah sangat amat rindu, andai Alessandro masih terjaga, pasti anak nya itu juga akan ikut menyambut papa nya dengan semangat.

Cecily terkekeh saat mengingat Alessandro yang dua hari ini terlihat lesu karena tak ada sang ayah.

Cecily menunggu di depan pintu sambil melihat Gerrad yang sedang memasukkan mobil ke dalam garasi.

"Mas, aku kangen banget." Ucap Cecily saat Gerrad sudah ada di depan nya.

Sudah dua hari pria itu di luar kota, dan selama dua hari itu pula Gerrad tak pernah mengabarinya.

Telpon dan pesan Cecily juga tak pernah pria itu jawab.

Cecily langsung terdiam sejenak saat Gerrad malah melewatinya begitu saja tanpa melihat wajah nya sama sekali.

Cecily terdiam sejenak, berusaha mengigat apa yang salah pada dirinya, sehingga pria itu mengacuh kan nya.

Cecily bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa pria itu tiba-tiba seperti itu apa karena faktor kelelahan?.

Cecily menghela nafas dan kemudian berlari mengikuti Gerrad yang sekarang sedang menuju kamar mereka.

Saat tiba di kamar, Cecily melihat-lihat sekitar kamar, ia mencari keberadaan Gerrad.

Tetapi Cecily tak dapat menemukan pria itu. Cecily tersenyum tipis saat menyadari jika Gerrad sedang di dalam kamar mandi.

Lima belas menit menunggu, baru lah nampak bayangan Gerrad yang keluar dengan pakaian yang lebih santai.

"Mas, kenapa kamu gak bales-bales pesan aku?." Tanya Cecily saat hanya keheningan yang menyapa mereka.

Lagi dan lagi Cecily terdiam, karena Gerrad mengacuhkannya.

Cecily menghela nafas, apa yang salah?.

"Kamu ada masalah ya mas pas keluar kota?, kalau kamu mau kamu boleh cerita kok sama aku." Ucap Cecily sambil memegang lengan Gerrad.

Lagi dan lagi Gerrad hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Cecily, ia lebih memilih merebahkan diri dan memunggungi Cecily.

Gerrad menutup mata, berharap agar masuk ke alam mimpi secepat nya.

Cecily menghela nafas, dan akhir nya memilih untuk ikut merebahkan diri dan masuk ke alam mimpi.

Di pagi hari nya mereka sarapan dalam hening, termasuk Alessandro yang hanya diam melihat wajah sang papa.

Alessandro merasa jika sang papa dalam keadaan mood yang buruk.

Cecily hanya memperhatikan kepergian Gerrad dan Alessandro dari jauh, tanpa tahu harus berkata apa.

Ia benar-benar bingung, Gerrad benar-benar berubah 180° sejak pulang dari luar kota.

Ada yang berubah dengan Gerrad, tetapi Cecily tak tahu apa penyebab nya.

Cecily menghela nafas, ia masuk ke dalam rumah, berencana ingin membersihkan rumah.

Cecily hanya memperhatikan Gerrad yang pulang dari kantor tanpa berbicara apa-apa.

Melewati Cecily yang sedang menonton tv begitu saja, Cecily mengerutkan kening nya dan akhirnya memilih mengedikkan bahu nya tak peduli.

Cecily menghela nafas dan memilih untuk pergi ke kamar Alessandro.

Melihat apa yang di lakukan anak nya itu, setengah jam di sana, membuat Cecily kelelahan dan berkeringat, mengingat ia juga ikut bermain dengan sang anak.

Cecily keluar dari kamar Alessandro dan memilih untuk ke kamar nya, bertujuan untuk membersihkan dirinya.

Cecily baru saja selesai mandi sore, setelah selesai dengan semuanya Cecily turun ke bawah, turun ke ruang keluarga yang di sana ada Gerrad.

Cecily berjalan ke arah Gerrad dan duduk di samping pria itu. Sambil memeluk lengan kekar sang suami.

Cecily memperhatikan dagu pria itu, dan kemudian tatapan nya jatuh pada wajah tampan milik suami nya ini.

Cecily menghela nafas dan memilih untuk memulai pembicaraan, mengingat sudah hampir satu jam mereka hanya di landa keheningan.

"Mas, besok pemeriksaan kandungan aku yang ke lima bulan, kamu mau kan temenin aku?."

"Mas..." panggil Cecily yang kedua kalinya saat pria itu malah diam, tak membalas ucapan nya.

Entah kenapa beberapa minggu terakhir, Cecily merasa jika pria itu kembali menjadi dirinya yang dulu, menjadi suami dan ayah yang cuek pada mereka.

"Apa sih, aku gak bisa, besok ada kerjaan penting di kantor, pergi aja sendiri dulu." Ucap Gerrad ketus.

Cecily terdiam mendengar jawaban dari Gerrad, dan ia benar. Gerrad nya yang lama sudah kembali.

"Ooh, yaudah, mungkin bulan depan." Ucap Cecily sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

Cecily berjalan kedalam kamar nya dan kemudian mengunci kamar itu terlebih dahulu.

Jantung Cecily berdetak kencang, apa ia membuat kesalahan hingga pria itu tiba-tiba berubah?.

Badan Cecily bergetar karena takut, ia berjalan ke atas kasur. Takut dengan bayangan-bayangan buruk.

Cecily menghela nafas, Cecily takut jika Gerrad benar-benar berubah.

Rasanya 4 bulan ini tak cukup bagi Cecily, tak cukup hanya 4 bulan saja ia merasakan kebaikan pria itu.

Cecily menghela nafas lagi dan lagi, ia berusaha untuk menenangkan diri. Dan meyakini dirinya, itu semua karena faktor Gerrad yang kecapean karena pria itu baru saja pulang dari kantor.

Dan juga meyakinkan pada dirinya sendiri jika Gerrad hanya dalam keadaan mood yang buruk.

Cecily harus meyakini itu semua, karena bagaimana pun tak mungkin jika Gerrad tiba-tiba berubah seperti itu.


Bakalan lanjut kalau udah 100 voteee

Kalau tertarik beli pdf nya bisa hubungi nomor di bawah ini yaaa.... harganya 15k

083143977387

LAST OPTIONWhere stories live. Discover now