ini kenapa ya vote nya makin hari makin turun?? mau ga update tpi masih banyak yg nungguin, hadeh sedih, yaudah lah bagi yg mau tau cerita nya sampe ending bisa chat no di bawah ini yaaa
083143977387
.
.
.
"Cecily."
Cecilia yang sedang membereskan dokumen-dokumen untuk meeting nanti menoleh saat mendengar seseorang.
"Iya ada apa pak?." Tanya Cecily saat berbalik badan ternyata Lisandro lah yang memanggilnya.
"Suami kamu masuk rumah sakit."
Mata Cecily langsung terbuka lebar mendengarkan ucapan dari boss nya itu.
"Maksud bapak apa?, saya tidak mengerti, bisa di jelaskan?." Tanya Cecily berusaha tenang, padahal saat ini jantung nya sudah berdetak kencang.
Tak tahu lagi harus berkata apa, Cecily menggigit bibir nya, takut dengan penjelasan yang akan di dengar dari mulut Lisandro.
"Tadi pas gue ke rumah lo buat ngambil berkas-berkas yang berguna buat perceraian nanti, gue malah nemuin laki lo nelungkup, awalnya gue udah heran, kenapa pintu gak di kunci sama sekali, eh pas gue balikin badan nya, mulut nya berdarah, kulit dia udah pucat banget, padahal rencana nya gue mau bangunin." Jelas Lisandro.
Cecily yang mendengar itu langsung terasa pusing, ia memegang tepian meja untuk menahan bobot tubuh nya.
Lisandro yang melihat itu dengan sigap memegang badan wanita yang kandungan nya sudah berusia delapan bulan itu.
"Lisandro, anterin aku ke rumah sakit tempat Gerrad." Ucap Cecily bergetar.
Lisandro mengangguk dan kemudian membantu Cecily berjalan ke dalam mobil nya.
Dengan perlahan mereka pergi ke rumah sakit di mana Gerrad di rawat, dua puluh lima menit perjalanan mereka tiba di salah satu rumah sakit di kota ini.
Cecily dengan cepat, keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit sambil di bantu oleh Lisandro.
Mereka tiba di ruangan pria itu, ternyata ruangan milik Gerrad tertutup. Tak bisa di masuki ke dalam.
Mereka hanya bisa melihat dari luar, dari kaca ruangan yang tembus pandang.
Tangis Cecily pecah, meski suara wanita itu tak keluar. Badan nya lemah, tak bisa di topang lagi saat melihat bagaimana keadaan Gerrad saat ini.
Tubuh pria itu di penuhi alat-alat. Sedangkan Lisandro yang melihat itu langsung menahan tubuh Cecily dan mengajak wanita itu untuk duduk.
Hati nya hancur melihat wanita itu seperti ini, baru kali ini Lisandro melihat keadaan Cecily seberantakan ini.
Lisandro menuntun Cecily untuk duduk di kursi terdekat.
"Tidak apa, dia akan baik-baik saja." Ucap Lisandro sambil mengusap-usap punggung wanita yang di cintai nya itu dalam diam.
Cecily tiba-tiba teringat akan sesuatu. Dengan cepat ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang mertua.
"Ma, mas Gerrad masuk rumah sakit." Ucap Cecily sambil tersendak-sendak.
"Iya, di rumah sakit angkasa bunda."
Cecily menurunkan ponselnya saat panggilan itu telah terputus.
Cecily hanya bisa menangis, ia tak tahu harus berkata apa.
Apa yang bisa ia lakukan, Cecily bahkan tak tahu apa yang bisa ia lakukan lagi.
Setengah jam berlalu, Dian, mama mertuanya muncul.
YOU ARE READING
LAST OPTION
RomanceJika Gerrad sang suami hanya tak mencintai nya, Cecily masih dapat menerimanya, tetapi mengapa pria itu juga mengabaikan anak mereka?, apakah waktu 5 tahun ini tak cukup untuk menumbuhkan sedikit rasa cinta di dalam hati pria itu?.
