29.

2.9K 115 5
                                        


Cecily terkejut saat masuk Gerrad memeluk nya dari belakang. Pria itu mulai menciumi tengkuk nya.

"Mas, jangan."

"Come on, sudah lama kita tak melakukan ini, aku juga akan pergi ke luar kota besok." Cecily yang mendengar ucapan dari Gerrad langsung membalikkan badan nya pada pria itu.

"Kamu akan keluar kota mas?." Tanya Cecily.

"Hmm."

"Kok kamu baru ngasih tau aku sekarang sih?." Tanya Cecily kesal.

"Aku baru ingat, maaf."

"Ayolah." Lanjut pria itu dengan ekspresi memelas.

Cecily menghela nafas dan kemudian akhir nya mengangguk.

Cecily terbangun di pagi hari nya, matanya meneliti sekitar kamar, tak ada Gerrad di sini.

Cecily menghela nafas dan kemudian berdiri, dapat ia lihat Gerrad baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.

"Pagi."

"Pagi, kamu mau berangkat sepagi ini mas?." Tanya Cecily terkejut.

Gerrad mengangguk. "Di bawah udah aku siapin sarapan buat kamu sama Lessa."

"Aku pergi dulu." Ucap Gerrad dan kemudian mencium kening Cecily.

Cecily hanya memperhatikan pria itu hingga tak nampak lagi di hadapan nya.

Cecily sendiri tak tahu, entah kenapa rasanya berat sekali melepas Gerrad.

Cecily menghela nafas, ia bangkit dan kemudian mandi, karena Cecily juga harus membangunkan Alessandro untuk sekolah.

"Ma, papa di mana?." Tanya Alessandro saat sedang sarapan.

"Papa katanya keluar kota."

"Ooh." Cecily terkekeh pelan saat melihat wajah lesu Alessandro.

"Ayo, cepetan mama anter ke sekolah nya." Alessandro mengangguk.

Lima menit berlalu, akhirnya mereka berdua selesai sarapan.

Cecily tersenyum tipis pada anak nya itu, ia mulai mengeluarkan sepeda motor dan kemudian mengantarkan Alessandro ke sekolah.

"Kalau gak tau mending diem aja deh" ucap Cecily kesal, sudah jelas ia sedang merasakan sakit yang amat sangat, pria di depannya ini malah memandangnya tak jelas.

"Disitu sakit, hiks.." tangis Cecily semakin deras, padahal Cecily sudah merasakan ini untuk kedua kalinya, tetapi entah kenapa Cecily tetap tak terbiasa.

inilah sakit yang paling sakit ia rasakan seumur hidup. Perlahan seorang pelayan yang masuk ke dalam kamar mereka dengan membawa sebuah teh hangat. Ia datang dengan wajah yang tertekuk dan bergegas berjalan ke arah Bianca yang sedang kesakitan.

"Kamu akan melahirkan?" Tanya pria itu untuk memastikan.

"Mas, kamu pikir aku sedang merakit pesawat?" Tanya Bianca kesal dan kembali mengeluarkan air mata saking sakitnya.

Menyadari itu semua pria itu terdiam, karena ia tak tau apa yang harus ia lakukan. "Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya pria itu sambil mengelus pinggang Gerrad.

"Bawa aku ke rumah sakit dong mas, kok kamu pinter banget" mendengar ucapan Cecily, ia langsung mengambil kunci mobil dan berlari keluar.

Saat telah dibawah, Gerrad melupakan sang istri, astaga kenapa dia tiba-tiba menjadi bodoh seperti ini.

LAST OPTIONWhere stories live. Discover now