35.

1.9K 91 2
                                        

Vote dan komen nya jangan lupa yaaaa, seperti biasa 100 vote lebih baru aku up yaaa, bagi yang pengen tau lebih dulu drpd yg lain hingga ending bisa hubungin no di bawah ini yaaa dg harga 15k

083143977387

.
.
.

Hari ini adalah hari pertama Cecily bekerja, maka dari itu Cecily bangun lebih pagi dari biasanya.

Ia dengan semangat turun dari atas tempat tidur dan mencuci wajah nya terlebih dahulu.

Cecily akan memasak lebih mulai dari hari ini, mengingat Cecily juga akan membawa bekal.

Cecily mulai memasak dengan telaten, tetapi ia tetap berhati-hati.

Satu jam berlalu, Cecily selesai dengan pekerjaan nya. Senyum Cecily langsung melebar saat melihat dua kotak bekal yang sudah selesai dan dua piring sarapan yang sudah ada di atas meja.

Setelah memastikan semua nya selesai, Cecily kembali ke kamar untuk mandi sekaligus membangunkan Alessandro.

Dua puluh menit berlalu, barulah Cecily selesai dengan kegiatan nya, sebelum memakai pakaian kantor, Cecily membangunkan Alessandro terlebih dahulu.

"Lessa, bangun." Cecily agak terkejut saat anak nya itu langsung terbangun tanpa drama-drama terlebih dahulu, ia tersenyum lebar.

Alessandro menyapa sang adik terlebih dahulu, setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk mandi.

Cecily tersenyum tipis dan kemudian mulai memakai pakaian kantor yang di berikan oleh Lisandro.

Ceko tersenyum lebar saat melihat badan nya saat telah memakai pakaian ini.

Lumayan pas, tak terlalu sempit dan tak terlalu besar, sempurna menurut Cecily.

"Mama cantik." Cecily membalikkan badan nya saat mendengar ucapan Alessandro.

"Iyakah?."

"Iya, cantik banget, kalau mama gak percaya tanya aja sama Kevin atau om Lisa."

"Ah kamu bisa aja." Ucap Cecily sedikit malu.

"Yaudah, cepetan pakai seragam sekolahnya, sebentar lagi om Lisandro nya bakalan jemput."

Alessandro mengangguk semangat dan kemudian mulai memakai pakaian nya.

Setelah memastikan Alessandro sudah rapi, mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan.

Lima belas menit berlalu, Alessandro dan Cecily selesai dengan sarapan nya. Kebetulan dengan mobil Lisandro yang sudah datang.

"Ayo, om nya udah dateng." Alessandro mengangguk, Cecily mengambil kotak bekal mereka.

Cecily menuntun tangan mungil itu ke luar, sebelum pergi ia mengunci pintu rumah terlebih dahulu.

Cecily membuka pintu mobil dan mulai masuk ke dalam mobil setelah sang anak masuk terlebih dahulu.

"Pagi tante, tante tambah cantik aja." Cecily terkekeh pelan mendengar sapaan dari Kevin.

Perjalanan dua puluh menit, mereka sampai di sekolah Alesandro dan Kevin.

"Ini bekal nya Lessa."

"Lessa sama Kevin belajar yang rajin ya." Mereka melambaikan tangan kepada Cecily dan Lisandro.

Lisandro mulai membelokkan mobil nya, berencana akan berangkat ke kantor.

Cecily terdiam sejenak saat melihat mobil milik Gerrad yang melewati nya.

Memperhatikan mobil Gerrad hingga tak nampak lagi, Cecily menghela nafas, ia menoleh pada Lisandro yang sedang fokus mengemudikan mobil, seperti nya pria itu tak sadar.

Cecily hanya diam sepanjang perjalan setelah melihat mobil pria itu, tak tahu harus berkata apa.

Perasaan rindu benar-benar membuncah dalam dirinya, Cecily rasanya ingin sekali melihat wajah tampan milik Gerrad.

Pria itu sudah benar-benar menyita seluruh perasaan nya. Sejahat apapun tingkah Gerrad, tetap saja tak menghilang perasaan yang Cecily miliki, atau bahkan membenci pria itu, ia hanya bisa merasa kesal, tak ada yang lai.

"Woi." Sapaan dari Lisandro membuat lamunan Cecily buyar.

"Kenapa sih?." Tanya Cecily kesal.

"Biasa aja dong, gue cuman prihatin ngeliat lo yang ngelamun kaya kukang, harus nya lo semangat buat hari pertama kerja, bukan cemberut gini."

"Iya iya, maafin aku."

Setelah perjalanan hampir empat puluh menit mereka sampai di kantor milik pria di samping nya ini.

"Nanti kalau aku mulai kerja, tolong di bantu ya, kamu kan tau kalau aku kuliah."

"Tapi jangan khawatir dulu, meski aku cuman tamatan sma, aku pinter kok."

Cecily langsung memegang kening nya yang ditoyor pria itu dengan jari telunjuk nya.

"Emang gue tanyain lo kuliah enggak nya?, enggak kan."

"Lagian ini juga hari pertama gue kerja." Mendengar ucapan Lisandro membuat mata Cecily langsung terbuka lebar karena terkejut.

"Kamu serius?."

"Ngapain bohong, udah ah ayo masuk."

"Nanti kita belajar bersama-sama."

"Dari kantor dulu, nanti baru belajar bersama-sama membina rumah tangga." Lanjut Lisandro dengan nada pelan.

"Apa? Aku gak denger suara terakhir kamu."

"Gue bilang lo budek, ayo cepetan masuk kantor."

Mereka masuk ke dalam kantor, sedangkan Cecily sendiri mengikuti langkah milik Lisandro.

Mereka sampai di sebuah ruangan yang lumayan luas.

Cecily memperhatikan sekitar ruangan luas ini, ia memperhatikan Lisandro juga yang saat ini sedang menelpon, Cecily tak tahu siapa.

Lima menit setelah nya, ada seorang wanita cantik tinggi muncul dari luar.

"Kayla, jelasin ke dia apa aja yang harus di lakukan sebagai sekretaris." Wanita yang setau Cecily bernama Kayla itu mengangguk dan kemudian berjalan ke arah nya.

Sebelum itu Kayla mengambil beberapa dokumen yang ada di atas meja.

"Tugas ibu sebagai sekretaris adalah mengatur jadwal-jadwal bapak Lisandro, mengurus dokumen apa saja yang harus di kerjakan oleh bapak Lisandro, juga membantu bapak dalam menjelaskan jika ada sebuah meeting."

"Jadwal bapak sudah saya susun dua hari ke depan, besok ada meeting biasa untuk besok dan di hari rabu nya ada meeting penting bersama salah satu investor penting."

Cecily terdiam sejenak dan kemudian mengangguk-ngangguk mengerti.

"Terima kasih." Ucap Cecily dengan senyum tipis, wanita dengan nama Kayla itu mengangguk.

"Saya pergi dulu bapak Lisandro." Lisandro menganguk dan duduk di sofa yang ada.

"Terus kerjaan kamu apa?."

"Katanya kamu gak tau, belum pernah kerja."

"Siapa bilang gue gak tau bakalan kerja apaan, gue tau kok, sering ikut bokap ke kantor soal nya, gak pernah kerja belum tentu gak tau."

Cecily memutar bola matanya malas melihat tingkah songong Lisandro.

LAST OPTIONWhere stories live. Discover now