38

1.7K 82 2
                                        

mau curhat dikittt, akhir-akhir ini aku kangen bngt tau era baca wp, era dmna aku lg seneng²nya baca dan beli novel. bahkan aku sampe nangisss🤧💔. jujur aja aku bisa dibilang beberapa tahun terakhir baca novel atau cerita wp bisa di hitung hari aja. keringat banget, fav author aku dulu kak poppy, aku suka bangeeet sama cerita septihan, td pas liat story ig, kaget bngt ternyata mereka udh nikah🤧😭😭. ada yg tau ga cerita Argentara? Alvaska? Galaksi? Angkasa?, aduh akuu kangeeeen bngttt sm mereka, tpi entah knpa cerita skrng gd yg punya vibes kaya mereka.

tiba-tiba aku kepengen bikin cerita anak sma, gmna mnrt temen-temen??

ohiya vote dan spam komen nya jangan lupa klo mau lanjut readers, ohiya bagi yang mau tau duluan drpd yg lain, bisa text no di bawah ini yaaa

083143977387

.
.
.

Berbulan-bulan sudah berlalu, sekarang usia kandungan Cecily sudah masuk ke bulan yang ke delapan.

Selama itu juga Cecily hanya hidup berdua dengan Alessandro. Dan jangan lupakan Lisandro yang selalu membantu nya.

Cecily tak pernah bertemu dengan Gerrad lagi, semenjak pertemuan terakhir mereka saat meeting.

Pria itu selalu menyuruh seseorang untuk mewakili nya jika ada pertemuan antar perusahaan, tak pernah lagi datang sendiri.

Cecily berkecil hati, karena ia menyadari jika Gerrad tak mau bertemu dengan nya. Tetapi itulah fakta nya, jadi Cecily bisa apa.

Padahal Cecily sendiri yang ingin bercerai, tetapi kenapa malah Cecily yang merasa berat hati?.

Cecily keluar dari kamar nya dan pergi ke arah ruang keluarga.

Disana ada Alessandro yang sekarang ini sedang menonton tv.

"Lessa, ayo makan malem, kayak nya masakan mama udah dingin." Ajak Cecily.

Alessandro mengangguk, ia berdiri dan kemudian mematikan tv

Mereka berjalan ke ruang meja makan dan mulai memakan makan malam.

"Eh, lo udah usg belum bulan ini?." Tanya Lisandro sambil melihat wanita itu mengemaskan barang-barang yang akan di bawa wanita itu.

Cecily menoleh dan langsung menggeleng.

"Sejak bulan ke enam aku gak pernah usg lagi." Ucap Cecily dan kemudian melanjutkan pekerjaan nya.

"Lo gila?, bisa-bisanya gak usg, kalau anak lo kenapa-kenapa gimana?."

"Enggak kok, aku yakin dia baik-baik aja, lagian mending di tabung uang nya buat lahiran nanti." Balas Cecily saat pekerjaan nya telah selesai.

Lisandro yang mendengar itu langsung menepuk kening nya sendiri, gemas dengan jawaban tak bermutu dari wanita itu.

"Lo bisa bilang sama gue, bisa pakai uang gue, bahkan biaya lahiran lo bakalan gue tanggung Cecily, jangan kan biaya lahiran, biaya mereka sampai gede pun bakalan gue tanggung." Ucap Lisandro dengan wajah serius.

Sayangnya Cecily tertawa mendengar ucapan pria itu.

"Kamu ada-ada aja deh, aku gak mau terlalu ngerepotin kamu, apalagi sampai bayar usg dan biaya lahiran, kamu gak perlu sampai segitu nya." Balas Cecily dengan senyum tipis.

"Lo banyak bicara akhir-akhir ini gue liat, udah ah, nanti kita bakalan pulang kerja dua jam lebih cepet."

"Buat apa?." Tanya Cecily tak mengerti.

Lisandro tersenyum gemas mendengar pertanyaan dari wanita di depan nya ini.

"Ya usg lah, gue tempeleng juga pala lo." Ucap Lisandro sambil memutar bola matanya malas.

LAST OPTIONWhere stories live. Discover now