Cecily terbangun dan mulai menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul enam kurang sepuluh menit.
Tatapan Cecily jatuh kepada Gerrad yang masih tertidur di sampingnya.
Cecily memilih untuk membangunkan Gerrad yang masih tertidur.
"Mas, bangun." Ucap Cecily sambil menggoyangkan badan besar itu dengan perlahan.
"Ayo bangun, katanya mau beli pakaian buat anak kamu." Ucap Cecily dengan nada yang di naikkan satu tingkat, karena gemas pada pria itu yang tak kunjung bangun sejak tadi.
Satu menit berlalu, barulah dapat Cecily lihat Gerrad perlahan-lahan membuka matanya.
Gerrad perlahan bangun dan mulai berdiri.
Dan masuk ke dalam kamar mandi, Cecily yang melihat itu semua langsung melebarkan senyum nya melihat pria itu.
Sepuluh menit berlalu, barulah Cecily dapat melihat Gerrad yang memakai pakaian santai kali ini, bukan seperti pakaian kantor.
Gerrad berjalan ke arah Cecily dan mulai mengecup pelan pucuk kepala sang istri.
"Giliran kamu mandi, aku akan turun ke bawah untuk membuat sarapan sama bangunin Lessa." Ucap Gerrad, Cecily mengangguk-ngangguk semangat.
Melihat respon sang istri, membuat Gerrad tersenyum kecil. Ia mulai berjalan ke bawah, ke arah dapur untuk membuatkan sarapan.
Cecily berdiri setelah tak melihat bayangan dari Gerrad lagi. Cecily sambil bernyanyi-nyanyi kecil pergi ke kamar mandi.
Dua puluh lima menit berlalu, Cecily selesai dengan pakaian nya dan pergi ke meja riasnya, mulai memakai skincare dan make up.
Cecily tersenyum lebar saat merasa ia telah selesai. Bianca berjalan ke bawah dapur dengan riang.
Dapat Cecily lihat, sudah ada Gerrad dan Alessandro yang menunggu di bawah sana, dengan sarapan ommelet dan salad.
Cecily dengan berlari pergi ke meja makan.
"Jangan berlari." Tegur Darren, Cecily yang mendengar itu hanya membalas dengan senyum lebar.
"Mama kok bahagia banget kayak nya."
"Iya dong, mama mau pergi sama papa kamu, mau beli pakaian buat dedek bayi nya." Ucapnya sambil duduk di samping pria itu.
"Iih, Lessa mau ikut juga."
"Gak bisa."
"Papa, Lessa mau ikut." Rengek Alessandro pada Gerrad.
"Gak bisa, Lessa sekolah." Jawaban dari wajah datar itu langsung membuat Alessandro terdiam dan cemberut.
Lima belas menit berlalu, mereka selesai dengan sarapan mereka.
Cecily dengan cepat berdiri setelah menghabiskan sarapan serta susu dan vitamin nya.
"Ayo." Teriak Cecily tak sabaran.
Gerrad mulai berdiri berjalan keluar sambil memegang tangan Alessandro, Cecily menuruti langkah Gerrad.
Mereka melaju di salah satu toko peralatan bayi yang lumayan besar setelah mengantarkan Alessandro ke sekolah.
Mata Cecily berkaca-kaca saat melihat itu semua, ia sendiri rasanya tak sabar melihat-lihat semuanya.
Tak dapat ia ungkapkan betapa bahagia nya dirinya. Dulu Cecily hanya bisa pergi sendiri untuk membeli peralatan bayi untuk Lessa dan lihat lah sekarang. Gerrad mau menemani nya.
Cecily dengan cepat menarik tangan Gerrad masuk ke dalam.
"Mas, lihat."
Gerrad yang sedang melihat sebuah celana menoleh saat Bianca memanggil nya.
Wanita itu menunjukkan sebuah alat makan set berwana biru.
Darren terkekeh pelan melihatnya.
"Ambil jika kamu mau." Balasan dari Gerrad
membuat Cecily tersenyum lebar.
Mereka mulai memilih-milih peralatan serta pakaian bayi yang menurut mereka akan cocok untuk bayi laki-laki maupun perempuan.
Dua jam berkeliling, mereka akhirnya selesai.
Cecily menenteng beberapa kotak belanjaan dan mulai berjalan ke arah mobil mereka, Gerrad merapikan belanjaan itu semua di garasi.
Di sana sudah ada berpasang-pasang pakaian, alat makan, alat mandi, produk bayi, sebuah gendongan dan sebuah kereta dorong bayi.
"Seneng?."
Bianca yang baru masuk ke dalam mobil menoleh dan kemudian mengangguk.
"Seneng banget, makasih mas."
Cecily tak membalas, ia malah menatap wajah cantik Cecily.
Mengelus-ngelus lembut rambut wanita itu.
Cecily yang di tatap seperti itu, pipi nya langsung memerah, jangan lupakan jantung nya yang berdetak kencang.
Cecily matanya terbuka lebar saat Cecily mulai mendekatkan bibir pria itu padanya, jantung Cecily semakin berdetak kencang.
Dapat Cecily rasakan jika bibir mereka mulai bersatu, bibir lembut pria itu menyapu bibir nya.
Cecily tak tahu harus melakukan apa, Cecily memilih diam, Cecily hanya mematung. Tak pernah Gerrad mencium nya dengan selembut ini.
Bahkan saat lidah Gerrad memaksa nya membuka mulut, Cecily menerimanya saja lama kelamaan Cecily meresa tersihir, dan mulai membalas lumatan pria itu.
"Terima kasih." Ucap Gerrad saat bibir mereka terlepas, pria itu membersihkan sisa-sisa saliva mereka yang ada di bibir nya.
Wajah Cecily semakin memerah, ia memilih untuk mengalihkan pandangan nya ke arah luar jendela.
Gerrad menghidupkan mesin mobil nya dan mulai melajukan mobil nya ke salah satu restoran terdekat.
☆
"Ayo." Suara dari Gerrad membuat Cecily mencoba menguatkan jantung nya dan membuka pintu mobil untuk keluar.
Cecily masih sedikit malu saat melihat wajah pria itu.
Cecily sedikit terkejut saat merasakan jika pinggang nya di tarik dan kemudian di pegang oleh pria itu.
Mereka masuk ke dalam restoran itu.
"Apa yang ingin kamu pesan?." Tanya Gerrad.
Cecily masih tak berani melihat wajah pria di depan nya ini, Cecily menghela nafas kasar dan berusaha menatap wajah Gerrad.
Sial sekali, bahkan yang Cecily lihat hanya ekspresi datar dari pria itu.
"Aku-aku mau pesan spagetti sama smootiest mangga." Jawab Cecily dan kemudian mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Gerrad berdiri dan memesan pesanan mereka, dua puluh menit berlalu akhirnya makanan mereka tiba.
Cecily yang karena faktor lapar langsung memakan makanan nya.
Baru habis setengah, tiba-tiba Cecily menginginkan makanan milik Gerrad yang terlihat sangat enak. Sebuah steak daging sapi.
Gerrad menaikkan sebelah alis nya saat melihat Cecily berhenti makan, padahal wanita itu makan dengan lahap tadi nya.
Gerrad yang melihat tatapan dari Cecily langsung menukar piring mereka.
Cecily tersenyum lebar saat Gerrad mengerti apa yang ia mau tanpa harus Bianca bilang.
"Terima kasih."
Cecily mulai memakan makanan yang Gerrad berikan tadi, sedangkan pria itu, memilih untuk melihat Cecily yang terlihat menikmati makanan nya, setelah beberapa saat barulah Gerrad memakan makanan Cecily tadi.
☆
vote dan spam komen nya jangan lupa yawww klo mau lanjuttt, atau mau lebih dulu daripada yg lain? bisa chat nomor di bawah ini yaaaa, 15k ajaaa....
083143977387
YOU ARE READING
LAST OPTION
RomansaJika Gerrad sang suami hanya tak mencintai nya, Cecily masih dapat menerimanya, tetapi mengapa pria itu juga mengabaikan anak mereka?, apakah waktu 5 tahun ini tak cukup untuk menumbuhkan sedikit rasa cinta di dalam hati pria itu?.
