Kaya biasa klo ga 100 vote ga lanjut atau update nya bkln aku lamain😔
Bagi yg mau tau lebih dulu drpd yg lain bisa hubungin aku di nomor di bawah ini yaaa dg harga 15k.
083143977387
.
.
.
Gerrad memperhatikan kepergian Cecily dan Alessandro dari jauh. Gerrad memilih untuk masuk ke dalam rumah dari pada memedulikan Cecily dan Alessandro yang pergi.
Ia mulai membersihkan diri dan kemudian merebahkan diri di atas tempat tidur sambil melihat langit-langit kamar
Gerrad tak tahu harus melakukan apa, ia bingung. Jujur saja, semua pilihan berat bagi nya.
Tapi jika itu semua adalah keinginan wanita itu ia bisa apa.
☆
Cecily mulai berjalan keluar dari rumah itu sambil memegang Alessandro di tangan kirinya dan sebuah koper di tangan kanannya.
Ia keluar dari rumah ini, padahal saat ini kandungannya sekarang sudah berumur 5 bulan. Cecily sudah tidak kuat lagi, ia capek, mentalnya sudah benar-benar terkuras.
Gerrad yang dulu sudah kembali, bahkan menurutnya bertambah buruk dari sebelumnya.
Bagaimana bisa pria itu bilang jika mereka ini adalah beban di dalam hidup pria itu. Setelah semua harapan yang Gerrad berikan pada Cecily dan Alessandro, pria itu malah menghempaskan mereka se jatuh-jatuh nya.
Cecily tak tahu lagi kata-kata umpatan yang cocok untuk Gerrad, pria itu terlalu bejat dan kejam pada mereka.
Cecily menghela nafas, ia menatap Alessandro yang yang ada di sebelah kirinya.
Ia menatap wajah anak nya itu yang sekarang sembab.
Cecily berhenti, yang membuat Alessandro mau tak mau pasti berhenti juga.
"Kenapa ma?, kok berhenti?."
"Lessa marah sama papa gak karena semua yang papa bilang baru-baru ini?."
Alessandro langsung menggeleng dengan cepat mendengar pertanyaan dari sang mama.
"Oh ya, kenapa?, bukan nya papa itu banyak nyakitin Lessa ya?." Tanya Cecily dengan nada penasaran.
Bukan menekan Alessandro untuk membenci ayah nya, hanya saja Cecily bingung.
Bagaimana bisa anak kecil yang ia kandung ini tak membenci papa nya sendiri setelah apa yang pria itu lakukan.
Cecily ingin tau dan ingin mendengarkan jawaban nya dari Alessandro.
"Gak tau, Lessa gak tau kenapa gak bisa rasanya benci atau marah sama papa, yang bisa Lessa rasain cuman takut saat ngelihat papa."
"Tapi Lessa tetap sayang sama papa kok." Lanjut nya.
Cecily yang mendengar itu langsung tertegun. Polos sekali anak nya ini.
Tin tin
Tatapan mereka teralihkan saat mendengar suara klakson mobil.
"Om Lisa." Sorak Alessandro bahagia, Cecily yang menyadari jika itu Lisandro langsung tersenyum tipis.
"Ayo, masuk ke mobil om nya." Suruh Cecily sambil menarik sebuah koper.
YOU ARE READING
LAST OPTION
RomanceJika Gerrad sang suami hanya tak mencintai nya, Cecily masih dapat menerimanya, tetapi mengapa pria itu juga mengabaikan anak mereka?, apakah waktu 5 tahun ini tak cukup untuk menumbuhkan sedikit rasa cinta di dalam hati pria itu?.
