PASKIBRA

1.8K 95 4
                                        

Tingg..
"Hyung, chan mampir kantor bentar ya hari ini. Ada yang mau gue kasi"

Isi pesan Lee jung chan kepada sang kakak.
"Hufhh apalagi kira-kira tu bocah. Yang jelas pasti bakal bikin gue ngehela nafas sih." Ujar seungcheol ketika membaca pesan itu.

Dan benar saja, sekitar pukul 1 siang chan sampai di kantor seungcheol. Ia masih dengan seragam sekolah dan tas di pundaknya.

Tok tok tok
"Hyung, boleh gue masuk?" Chan tetap mengetuk pintu kaca kedap suara itu. Seungcheol yang melihatnya hanya memberi syarat agar ia masuk.

"Sepenting apasih sampe lo harus datangin gue ke ruang ini? Gak nunggu gue pulang atau ketemu di ruang pribadi gue aja?" Tanya seungcheol
"Males ah" jawab chan sambil mengeluarkan surat dari tasnya.
"Gue mau ikut ini, lo tanda tangan dong." Ucap chan
Baru membaca judul saja seungcheol telah menghela nafasnya dengan berat.
"Paskibra" satu kata yang keluar dari mulut seungcheol.
"Tinggi gue memenuhi hyung! Terus Mingyu's squad dan kedua temen gue itu juga ikut loh. Jadi aman" ucap chan meyakinkan.
"Chan, lo udah banyak kegiatan. Gue takut lo gabisa ngatur dan ngebagi waktu lo?"
"Gue sibuk ga tiap hari kan.."
"Tapi, sebelumnya ini bakal ada latihan fisiknya kan?
"Yapp, kita bakal latihan kayak militer gitu. Dan ya hyung katanya kalo paskib nih bisa nambah nilai. Jadi kemungkinan gue dapet peringkat 1 itu besar. Ya lo tau kan peringkat gue naik turun."

Lagi lagi seungcheol menghela nafasnya "ke mapel mana guru lo bakal nambahin nilai ?"
"Ish yaudah sii jugaan hal biasa aja ini."
"Chan, gue ga mau lo capek"
"Apaan si lo lebay deh" chan mulai merajuk karena merasa hyungnya tak menyetujui.
"Oke oke, okedeh." Seungcheol menandatangani surat tersebut.
"YEYYY, makasi hyung!! Gue kumpul hari ini juga nih surat" ucap chan dengan excited.
"Eitsss pokoknya awas lo sakit gara-gara ini."
"Santai, bye gue balik ke sekolah dulu. Sampai junpa dirumah." Chan bergegas meninggalkan kantor hyungnya.

"Ma, anak mama itu ma.. gimana cara bilanginnya" ucap pasrah Lee seungcheol.







Disisi lain, chan dengan gembira mengumpulkan surat izin tersebut.

"Cepet banget chan, lo gak palsuin tanda tangan kan?"  Goda mingyu berserta teman-temannya yang ditunjuk sebagai pemimpin kegiatan tersebut.
"Ya kagak lah, ini tuh asli cap nya seungcheol." Jawab chan
"Btw kedua temen lo belum ngumpul nih" ucap myeongho
"Ya tunggu aja. Gue tadi ke kantor makanya bisa lebih cepet dari mereka."
"Oalah pantess."

"Btw biasanya kapan mulai latihannya hyung?" Tanya chan
"Setelah semuanya ngumpul surat ini. Paling sampe lagi 2 hari" jawab dokyeom
"Dah dah lo pulang sana. Udah dikasi pulang awal malah nangkring disini."
"Suka-suka gue. wleee" chan menjulurkan lidahnya seakan mengejek kemudian melambaikan tangan dan pulang.

"Hyung nya ngasi ijin semudah ini, tumben gak si?" Ucap dokyeom
"Ya mau gimana lagi. Kenyataannya udah gini." Jawab myungho.













Sore hari, sepulang Seungcheol dari kantor, ia tak mendengar sedikitpun suara Chan. Karena biasanya sore-sore chan pasti aja terlihat entah itu di teras atau di ruang tengah.
"Sore bibi Kang, chan dimana?" Tanya nya kepada ART yang baru keluar dari dapur.
"Eh nak seungcheol udah pulang. Hmm Chan di kamarnya, dia bilang dia belajar. Engga mau diganggu. Coba kamu kesana, bibi ga enak ganggu dia." Jawab bibi Kang.
"Okedeh, makasi ya bi." Seungcheol pun naik ke lantai 2 rumahnya, tempat dimana kamar chan berada.

Tok tok tok
"Keluar woi, mengerami telur kah lo di dalem?" Ucap seungcheol
"Paansi, ganggu" jawab chan sambil membuka pintu.
"Lo lagi apa chan?"
"Belajar hyung, lupa kalo gue ada niat mau ikut olimpiade."
"Hufhhh, apa si yang lo kejar chan? Semua hal lo ikutin di sekolah. Sekarang gue tanya, lo tau ga apa tubuh lo itu kuat dengan semua itu?" Ucap seungcheol
"Maksud lo?" Chan belum menangkap dengan baik ucapan seungcheol.
"Lo tau ga batas kemampuan lo tu sampe dimana? Jangan nge-push diri lo terlalu berlebihan. Jangan melakukan sesuatu karna lo suka aja, liat juga resiko-resiko yang bakal lo hadapi." Jelas Seungcheol
"Aishh berlebihan banget cuma gini doang. Dah dah santai aja, gue juga gapapa." Chan menanggapinya tidak serius.
Seungcheol lagi-lagi menghela nafasnya "Oke terserah. Btw siang tadi lo makan dimana? Sekolah? Dirumah?"
"Eh?" Chan terdiam beberapa saat.
"Gue lupa deh.." sambungnya
"Kagak makan lo?"
"Makan kok makan, tapi lupa."
"Chan, lo pikir gue lupa bulan lalu lo pulang mendadak dari sekolah gara-gara lo sakit maag? Mau ngulang itu lagi? Ga jadi ikut paskib?"
"Hyung maaf. Ayodeh kita makan bareng. Tar menunya lo yang pilihin deh buat gue." Chan mencoba merayu seungcheol
"Oke, mau makan diluar atau dirumah ?" Seungcheol lagi-lagi memberi chan kesempatan dan tidak memarahinya.
"Dirumah aja biar dimasakin bibi Kang yuk?"
"Oke, tar gue bilang ke Bibi. Lo mandi gih, dah sore."
"Oke hyung."













Tbc.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang