Dirumah sakit, chan bersama kedua temannya berbincang-bincang. Mama dan Papa Yoon pulang sebentar, sedangkan seungcheol dan jeonghan memberi adik-adiknya itu waktu untuk mengobrol jadi mereka berdua juga tidak ada di ruang rawat Chan.
Disuatu tempat yang masih dalam kawasan rumah sakit tersebut, seungcheol dan jeonghan duduk dengan memegang minuman yang tadinya mereka beli di mesin minuman.
"Seungcheol-ah, ada info ga tentang tangan chan?" Tanya jeonghan
"Info apanya? Hasil lab ?" Tanya balik seungcheol
"Yaa kalo tentang penyebab pasti yang bikin chan kayak gitu?"
"Belum.. Ya belum lahh kan gue berangkat kerja bareng lu, balik kesini juga barengan." Jawab seungcheol dan jeonghan hanya terkekeh.
Namun sejenak seungcheol menatap jeonghan.
"Apa?" Tanya jeonghan
"Lo tau sesuatu ya?" Seungcheol semakin menatapnya curiga
"Dih apaan, gak tuh." Jawab jeonghan dengan santai
"Ah curiga gue." Seungcheol menggodanya.
"Lo tau kan? Kann?? Tau kan??" Sambung seungcheol sambil menyiku-nyiku tubuh jeonghan.
"Jauh-jauh ih!" Ucap jeonghan menepis tangan seungcheol
"Lo tadi dateng bareng dua bocah itu, gue yakin lo tau sesuatu. Gausah bohong."
"Dih" jeonghan berusaha menahan senyumnya.
Tiba-tiba seungcheol berdiri sehingga mereka berhadapan, seungcheol menatapnya serius.
"Gue kenal lo selama 25tahun bro, gue tau kalo lo lagi berusaha ngerahasiakan sesuatu tuh." Seungcheol berusaha memancing Jeonghan.
"Gue bakal turutin kemauan lo, janji." Ucap seungcheol
"Janji?" Jeonghan memastikan
"Iya, mau apa? Janji cerita juga ya"
"Gampang permintaan gue sih, cuma janji lo pura-pura engga tau."
Seungcheol menaikkan alisnya tanda bertanya-tanya.
"Lo bener, cheol. Gue tau sesuatu dari kedua temen dino. Dan yang terpenting adalah lo juga bener, bener kalo dino ga jatuh gitu aja dari sepeda."
"Sehari sebelumnya, dia ditabrak sama seorang murid dari kelas lain. Nabraknya pas si anak tersebut lagi lari gitu. Nah posisi anak itu lagi bawa minuman, jadi tumpah. Dia nyalahin dino, jelas-jelas dino yang korban. Katanya, dino sampe jatuh ditabraknya. Ya lo tau kan adik lo tuh gimana? Dia disuruh minta maaf tapi nolak, akhirnya ditantang lomba sepeda. Adik lo milih lomba daripada minta maaf."
Seungcheol tampak emosi, namun ia berusaha menahannya.
"Awal lombanya baik-baik aja kok, dino menang walaupun dicurangin. Tapi anak itu kesetanan, dia coba nabrak dino. Dino berhasil menghindar. Tapi kebaikan hatinya tak sanggup untuk tak menolong ketika anak itu hampir jatuh ke jurang. Dino mencoba menolong namun anak itu malah menariknya hingga jatuh bersama."
Sambil menceritakan semuanya, jeonghan juga terus membuat seungcheol agar tetap dalam kendali.
"Sial!"
"Anak itu sialan! Dino sialan!" Umpatan seungcheol
"Seungcheol.." ucap jeonghan lembut
"Lo janji kan?" Tambah jeonghan
"Iya, gue bakal pura-pura gatau. Jangan khawatir." Jawab seungcheol
"Good. Kalau lo bocor, hak asuh dino pindah ketangan gue."
"MAKSUD LO?!"
"Hahahaha makanya.." jeonghan memeberi jari kelingkingnya, kemudian seungcheol mengaitkan jari kelingkingnya juga tanda berjanji untuk merahasiakannya.
"Thanks."
"Gue yang makasi karna lo udah ceritain kebenarannya." Ucap seungcheol.
Mereka berdua masih duduk di tempat yang sama, hingga terdengar dering dari ponsel seungcheol.
"Papa nelpon lagi, gue angkat ya." Ucap seungcheol kemudian mengangkat telepon itu.
📞
🍒 : halo papa
👨이: kamu lagi apa nak?
🍒. : nyantai aja pa sama jeonghan. Kita lagi di RS sih, cuma chan lagi sama temennya.
👨이 : oh. Papa mau bilang kalau papa dan mama akan pulang, secepatnya setelah selesai mengatur semuanya disini.
🍒. : wahh serius? Aku seneng banget, jadi ga sabar.
👨이 : iya , kamu mau hadiah apa dari papa? Bilang aja nanti papa belikan. Tanya jeonghan juga.
🍒. : papa pulang aja aku udah seneng banget. Ohya udah bilang ke Jungchan? Dia pasti bahagia banget kalo tau.
👨이 : yaudah kamu aja yg bilangin ya, nakal gitu anaknya.
🍒. : maksudnya?
👩🏼 이: halo sayang? Gapapa kok, papa kamu salah ngomong. Maaf mama baru sibuk, kamu kalo ada apa apa bilang ya. See you soon anak-anak mama.
.....
Telepon diakhiri oleh mama Lee. Cukup membingungkan namun seungcheol maupun jeonghan yang juga mendengarnya mencoba berpikir positif.
"Nanti kita kasi tau chan, kebayang ga si gimana bahagianya dia kalo denger ini." Ucap jeonghan dan dibalasi anggukan oleh seungcheol.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
CasualeSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
