Seungcheol tidak bisa tidur semalaman, ia terjaga disamping brankar dino. Sedangkan mamanya tidur di extra bed disebelah brankar dino.
Pukul 4 pagi, seorang dokter dan seorang suster masuk keruangan tersebut.
"Selamat pagi, ini masih pagi dan bapak sudah bangun?" Sapa dokter
"Pagi, hehe iya dok." Jawab seungcheol kemudian ia menjauh dari brankar dino.
"Pak, pasien sudah bisa di pindah ke ruang rawat." Ucap dokter setelah memeriksa.
"Wahh itu berarti kondisinya membaik?" Tanya seungcheol
"Benar pak, kami akan bersiap memindahkan nya sekarang."
Dokter bersiap, seungcheol pun membangunkan mama nya. Dan tak lama setelah itu mereka pindah keruang rawat.
"Nak, kamu semalam bisa tidur? Kenapa wajah kamu pucat dan seperti tidak tidur?" Tanya mama lee yang sedari tadi memperhatikan seungcheol.
"Iya ma aku gapapa kok. Ini masih pagi, mama lanjut istirahat gih."
"Hari ini jangan ke kantor ya sayang? Kamu istirahat aja."
"Mama jangan khawatir, aku gapapa. Aku setengah hari aja di kantor hari ini."
"Sayang.."
Seungcheol hanya tersenyum dan mengelus tangan mamanya.
Hari itu seungcheol pergi ke kantor, awalnya masih biasa saja hingga semakin siang, ia merasa tubuhnya sangat lelah. Jadi, ia berniat membeli minuman segar. Ia pun keluar ruangan dan berjalan menuju mesin minuman. Disana ia bertemu salah satu staff nya.
"Siang pak, mau beli minum juga ya?" Staff basa basi, dibalas anggukan dan sedikit senyuman oleh seungcheol.
"Pak maaf, bapak gapapa? Sepertinya kurang sehat?"
Brukkk
"PAK SEUNGCHEOL?!!"
Tepat setelah ditanyai staff nya, seungcheol pingsan. Staffnya panik, ia meminta bantuan dan saat ini seungcheol dibawa ambulance ke rumah sakit. Kebetulan juga, ia dibawa kerumah sakit yang sama dengan tempat chan dirawat.
Jeonghan adalah yang pertama kali mengetahui hal itu, karena ia lah orang yang dihubungi pihak kantor. Kemudian jeonghan pun memberi tahu mama lee.
Seungcheol masih belum sadar, ia diberikan infus dan masih berada di ruang UGD.
"Hiks hiks.. hyung bangun dong. Hikss"
"Hyung pasti sakit gara-gara gue ya?"
"Kata dokter hyung kelelahan, gara-gara jaga gue ya? Hiks hiks"
"Hyung bangun dong, chan mohon. Hikss"
Seungcheol perlahan mendengar isakan tangis itu, matanya mulai terbuka. Ia mulai sadar, ia menoleh kesebelah ranjangnya terdapat sang adik yang menangis tersedu-sedu sambil menyalahkan dirinya, dan tangannya yang masih tertempel infus. Disana ada jeonghan, jeonghan berusaha menenangkan chan.
Jeonghan menyadari seungcheol sadar, ia mau memberi tahu chan namun seungcheol memberi kode untuk diam. Chan kini menyembunyikan wajahnya dibalik tangannya.
"Chan udah dong, kalo nangis gini entar lo sembuhnya lama loh. Denger kan kata dokter tadi? Seungcheol cuma kelelahan. Sekarang udah diinfus, pasti dia udah ngerasa lebih enak." Ucap jeonghan sambil mengelus kepala chan.
"Kan kelelahan kaann.. pasti gara-gara jagain chan. Atau, atau dia kerja terlalu keras untuk biaya pengobatan gue... pasti mahal soalnya. Hikss hikss"
Seungcheol merasa lucu mendengar apa yang di katakan adiknya, ia nyengir.
"Udah ya adek.. tuh seungcheol ngetawain kamu loh." Ucap jeonghan, chan langsung menoleh kakaknya yang telah sadar dan tersenyum kepadanya.
"Hyung??" Chan memeluk seungcheol, ia semakin menangis.
Sedangkan jeonghan siaga memegang infus chan yang hampir jatuh karena pergerakan chan yang begitu keras, untungnya itu tidak tercabut dari tangan chan.
"Hyung, lo sakit pasti gara-gara gue kan? Hikss"
"Jungchan, gue gak sakit gara-gara lo. Bukan gara-gara jagain lo, bukan juga karna kerja untuk pengobatan lo. Astagaa, gue cuma masuk angin. Kemarin sore ujan, gue sempet kehujanan. Lo ga tau kan? Siapa suruh masuk ICU." Canda seungcheol
"Btw, lo udah enakan? Engga ada yang sakit lagi?" Tanya seungcheol, chan mengangguk tanda sudah baikan.
"Balik kamar lo ya? Tar gue selesai, gue nyamperin lo."
Chan menggeleng dan menggenggam erat tangan seungcheol.
"Pasien Lee Jungchan?" Seorang suster menghampiri mereka sambil membawa kursi roda.
"Maaf, kami harus mengganti infus anda. Mari kembali ke ruangan anda." Ucap suster
"Kan? Balik ya, tar gue nyusul kok. Ohya mama mana?"
"Mama ke administrasi."
"Yaudah minta tolong jeonghan nemenin lo-"
"Gak!! Jeonghan hyung sama lo disini, kalo gue duluan selesai, gue balik kesini lagi." Ucap chan
"Hehe iya chan."
Chan pun pergi bersama suster.
"Choi seungcheol-ssi, jujur lo ada apa sampe sakit gini?" Tanya jeonghan
"Gatau, tiba-tiba."
"Gak ada tiba-tiba ya pak! Gak tidur lo? Kantong mata lu muat dimasukin handphone sama dompet tuh. Lo pikir gue ga paham masalah ginian? Gue paham bro.... dikit."
"Ckk"
"Oke seungcheol-ah, kenapa?" Jeonghan bertanya dengan nada lembut. Seungcheol pun tak bisa untuk tak menjawab dengan jujur.
"Gue ga bisa tidur semalaman, han. Gue over thinking tentang chan. Tiba-tiba gue ngeliat dia nyaman banget nutup matanya gitu. Sumpah han, gue ngerasa takut. Makanya gue terjaga semalaman."
"Untuk hari ini, lo udah makan? Jangan bilang lo skip makan juga?"
Seungcheol terdiam.
"Seungcheol?"
"Tadi udah teh anget 2 gelas."
Jeonghan menghela nafasnya "Udah gila lo?"
"Lagi sekali gue ngedapetin lo kayak gini, gue ambil alih hak asuh Chan!"
"Lah? Lo lebih gila anjir!"
"Lee Jungchan..." seungcheol melambaikan tangannya dari brankar yang sedang di dorong oleh perawat.
"Loh hyung?"
"Gue harus dirawat sampe besok, dan kita diruangan ini sama-sama."
"Gue bersyukur kita satu ruangan, jadi gue bisa rawat lo terus. Kalo ruangan lo jauh, setiap beberapa jam pasti gue harus balik lagi kesini." Ucap chan.
Seungcheol terkekeh "Iya dek, makasi udah mau ngerawat gue. Besok gue sembuh, gue boleh pulang. Lo juga ya? Sampe rumah gue perlu dirawat dulu lagi soalnya."
Baik jeonghan maupun suster terkekeh mendengar percakapan kedua saudara itu.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
