The night before..

939 69 2
                                        



Dino merasa sedikit lebih baik setelah diinfus. Wajahnya sudah mulai cerah lagi.
"Gue tinggal beli snack boleh ga? Sampe kantin doang kok. Ga lama." Ucap seungcheol
"Boleh lah, santai aja kali. Gue udah enakan." Jawab chan.
Seungcheol tersenyum, mengusap rambut Dino kemudian pergi keluar. Dino membalas senyuman itu sambil menatap langkah kakaknya yang berjalan keluar. Lalu ia menyamankan kembali posisinya di atas ranjang itu, kemudian menatap langit-langit ruangan. Saat itu juga Dino menjadi teringat hal yang terjadi kemarin malam.

Flashback

Tingg
✉️ Mama
👩🏼 : Jungchan sayang.. selamat ya nak. Mama akan kasi kamu hadiah. Ditunggu yaa.

*chan tersenyum membaca pesan dari mamanya.

Tingg
✉️Papa
👨 : Jungchan..
*degg, senyum chan memudar.

🦖 : iya papa.
👨: juara 2?
🦖: iya pa maaf gabisa dapat juara 1
👨: ngapain minta maaf? Ga guna chan! Ini pasti gara-gara kamu lebih banyak mainnya daripada belajar kan? Papa sudah bilang untuk ambil les pelajaran lebih banyak. Kamu disekolah malah ikut basket, coba aja ganti pake matematika atau apa gitu.
🦖: semester depan aku akan berusaha pa.
👨: kamu keenakan karena di manja mama sama seungcheol kan? Coba deh bikin papa bangga, bisa gak? Pokoknya kamu harus ambil les lagi. Udah SMA, semakin besar seharusnya bisa semakin pintar. Heran deh sama kamu, udah bodoh terus suka bikin masalah lagi.

Bla bla bla.. Chan mendapat banyak ceramah dari papanya. Bukankah itu berlebihan? Namun chan tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya semakin kepikiran dengan ucapan papanya itu. 1..2.. jam berlalu, ia menangis dan merenung tanpa menyadari malam perlahan berganti menjadi pagi. Chan tidak tidur semalaman, mungkin bisa dibilang ia mulai tidur sejak jam 5pagi ketika ia mendengar aktivitas dari bibi Kang.

Flashback end.

Ceklek
"Gue lama ya chan?" Ucap seungcheol begitu memasuki ruangan.
"Lo gapapa selama gue tinggal?" Tambah seungcheol
"Lebay, gapapa lah." Jawab chan.

Seungcheol bermain ponsel sambil menikmati makanan yang ia beli. Sedangkan Chan telah tertidur. Mengetahui adiknya tidur, seungcheol meminimalisir suara. Ia hanya fokus pada ponselnya sekarang.

"Eugh.."
"Hyung.."
"Iya? Kenapa chan?" Mendengar panggilan dari adiknya, seungcheol bergegas menghampirinya.
"Hyung terimakasih." Ucap chan dengan matanya masih tertutup. Ternyata ia mengigau.
"Makasi untuk apa?" Tanya seungcheol yang meladeni sang adik yang sedang mengigau itu.
"Makasi udah selalu nenangin chan.." air mata chan tampak menetes. Seungcheol mengusap dengan tangannya.

"Ahh dia masih demam" batin seungcheol.

Kemudian, chan mengulurkan tangannya. Seungcheol pun kini menggenggam tangan chan.
"Hyung, janji untuk tetep bersamaku kan? Tolong tetap genggam tanganku ketika aku takut. Hikss" chan menangis.
"Tentu aja, gue bakal tetep ada buat lo." Seungcheol shock, kenapa adiknya bisa sampai mengigau seperti ini? Ia pun mengusap air mata chan kemudian menenangkannya hingga kembali tertidur.

"Seungcheol-ah.." panggil Jeonghan yang membuka pintu sangat pelan. Seungcheol pun menoleh kearah suara.
"Mau nyebrang lo pegangan tangan?" Canda jeonghan. Seungcheol meliriknya dengan tatapan tajam.
"Hehe bercanda. Chan kenapa? Gue perhatiin dari luar tadi, nangis lagi ya?" Ucap jeonghan.
"Ngigau dia tadi. Badannya masih panas. Ya biasalah mungkin karna demamnya makanya ngigau." Jawab seungcheol.
"Eh btw lo bawa apaan itu banyak banget? Taruh dulu, ngapain di tenteng terus." Seungcheol salfok sama beberapa paperbag yang ditangan jeonghan.
"Oh iya lupa, ini buat adek kesayangan gue karena dia udah hebat." Jawab jeonghan.
Setelah menaruh paperbag nya, jeonghan mendekati Chan dan memegang dahi chan untuk mengecek demamnya. Chan terkejut hingga ia terbangun.
"Eh sorry.." ucap jeonghan

"E-eh jeonghan hyung?"
"Maaf lo kebangun gara-gara gue."
"Eh engga kok hyung."
Chan menatap kearah seungcheol dan menyadari tangannya masih saling genggam. Chan pun melepas tangannya.
"Ngapain kita pegangan tangan? Mau nyebrang?" Ucap chan.
Dahinya di jitak seungcheol "Ihh bocahh"
"Aww.. jeonghan hyung liat diaa, daritadi nyiksa gue mulu. Tadi dimarah sekarang di jitak." Ucap chan manja kepada jeonghan.
"Ngadi-ngadi ni bocah" ucap seungcheol tak terima.

"Haha udah udah.. ohya chan, ini buat lo." Jeonghan mengambil paperbag dan memberikannya pada chan.
"Waw, apa ini?"
"Hadiah buat lo, congrats. Gue bangga. Don't be sad anymore, lo segitu udah hebat banget."
Chan mengangguk "Makasi hyung."

Ia melihat didalam setiap paperbag itu, ada banyak barang/game, dan sesuatu yang memang Chan suka. Ia tersenyum, jeonghan pun merasa senang karena berarti chan menyukai barang yang ia berikan.











Tbc.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang