Sekitar 2 minggu menjalani rawat inap, akhirnya dino diperbolehkan pulang. Dengan kondisinya seperti itu, ibu dan kakaknya berniat melakukan home schooling saja. Tapi ini adalah Dino, dia tidak mungkin menyetujui hal itu. Mau bagaimana lagi, seungcheol dan mama lee pun membiarkan dino datang ke sekolah seperti biasa. Hanya saja jangan mengikuti kegiatan yang melelahkan. Bahkan olahraga sekalipun. Mama lee telah memberitahu ke pihak sekolah tentang kondisi chan agar ia dapat dimaklumi.
Sekali dua kali ia masih merasa tidak apa-apa untuk tidak mengikuti kegiatan disekolahnya. Namun beberapa kali kedepannya ia merasa bosan. Jam istirahat ia melihat para siswa lain sedang bermain basket atau futsal, ia sangat ingin bergabung. Tapi ia memiliki penjaga bersamanya, yaitu seungkwan dan vernon. Apapun yang akan dia lakukan, biasanya menunggu persetujuan mereka berdua, mereka dimintai tolong oleh seungcheol untuk menjaga chan.
Suatu hari, vernon tidak masuk sekolah karena sakit. Maka dari itu chan hanya bersama seungkwan. Setelah jam makan siang, ada rapat para guru yang mendadak. Mendadak juga seungkwan dan beberapa siswa lainnya dimintai tolong untuk membantu mempersiapkan ruang rapat. Sebenarnya chan bisa saja dimintai tolong juga, hanya saja guru mengetahui kondisinya dan menyuruhnya tidak ikut.
"Gue ga bisa nolak chan. Lo diem di kelas, jangan ngeyel. Kalo gue balik lo gaada dikelas, gue gampar lo! Paham kan?" Ucap seungkwan sebelum meninggalkan chan
"Halah lebay." Jawab chan.
Beberapa saat setelah ditinggal, chan bosan dan ia menonton temannya bermain futsal dari jendela kelas.
"Jungchan!! Ayo join!!" Salah satu temannya menganggilnya. Chan tersenyum lalu menggeleng.
"Kita butuh kipper, kita kurang 1 temen."
"Kipper kan ga lari-larian. Ga mungkin capek kan? Kalo capek tinggal berhenti? Gue juga udah merasa jauh lebih baik." Gumam chan.
"Otw!!" Ucap chan kemudian berlari ke lapangan.
Chan menikmati permainannya. Ia juga tidak merasa kelelahan.
Selesai membantu para guru, seungkwan kembali ke kelas. Namun ia bingung karena tak melihat chan.
"bro, liat Jungchan gak?" Tanyanya kepada salah satu teman sekelas.
"Tuh lagi jaga gawang." Sahut temannya yang sedang duduk dekat jendela.
Mendengar itu, seungkwan bergegas ke jendela dan melihat bahwa benar chan sedang menjadi kipper. Seungkwan membelalakkan matanya dan lari ke lapangan.
Di pertengahan sebelum sampai di lapangan, ia berpapasan dengan dokyeom, mingyu, dan hao.
"Eeh mau kemana? Kayak dikejar setan." Hao memberhentikan seungkwan.
"Aishh, Jungchan dilapangan! Gue mau nyamperin dia." Seungkwan menghempas tangan hao dan lanjut berlari. Mereka ber 3 pun menyusul.
Sampai di lapangan, ternyata chan sedang istirahat. Ia duduk di pinggir lapangan sambil minum air.
"YA! LEE JUNGCHAN SIALAN BANGET LO! NGAPAIN LO MAIN BOLA, HAH??!!" Kesal seungkwan pada chan.
"Yaelah santai kali, gue gapapa kan ini?" Jawab chan santai.
"Terus kalo kenapa-"
"Jungchan, ayo lanjut!" Ucap teman yang diajak bermain tadi.
Seketika itu seungkwan menarik tangan dino.
"Engga ya, chan lu ga boleh kecape-"
Dino memberi kode pada seungkwan untuk tak melanjutkan ucapannya. Sebelumnya chan memang meminta agar tak memberitahu orang lain tentang sakitnya, biarkan saja hingga waktunya orang tahu sendiri.
"Ah hemm Maaf, chan harus pergi."
"Lah kemana? Nanggung." Ucap temannya.
"Bye.." seungkwan mengajak dino pergi dari lapangan.
"Seungkwan ih, lepasin!!" Ucap dino.
"Kagak!" Tegas seungkwan yang terus mengajak dino berjalan.
"Seungkwan, Chan!!" Panggil mingyu
"Kalian mau kemana? Kayaknya cepet-cepet banget." Tambah mingyu.
"Eh tadi kwan bilang, dino di lapangan? Dari lapangan ya?" Ucap dokyeom.
"Jangan bilang lo main bola, chan?" -mingyu
"Emang bokem dia ini." Ucap seungkwan.
"Jadi bener??!! Yaampun lo ga boleh capek."
"Gue cuma jadi kipper." Ucap chan dengan santai
"JUNGCHAN?!!" Kompak para sahabatnya itu.
"Kalau seungcheol hyung tau, habis lo." Ucap Myeongho
"Cepu! Alay ih orang gue ga kenapa-kenapa. Dah ah, mau ke kantin beli minum." Chan menuju kantin dan tentu diikuti oleh para sahabatnya itu.
Disisi lain, mama lee sedang berkutik dengan laptopnya dirumah.
Drrrtttt
(Teleponnya berdering.)
👩🏼: kenapa?
👨: Alline, sayang aku kangen.
👩🏼: lalu?
👨: Alline, aku di Inggris.
👩🏼: aku tau.
👨: kembali kesini Alline.
👩🏼: tidak, anak-anakku membutuhkanku disini.
👨: kenapa? Mereka dari dulu biasa tanpa kita tuh
👩🏼: sekarang kondisinya berbeda, Seungyeon. Jungchan, anak aku lagi sakit!
👨: sakit? Halah Minum obat aja tar sembuh palingan.
👩🏼: obat apa?! Kamu kira demam yang dikasi paracetamol terus nanti panasnya turun?!
👨: terus?
👩🏼: Jungchan mengidap gagal ginjal! Dia bahkan beberapa kali melakukan home schooling ketika kondisinya kurang baik. Jika sakit sedikit saja, dia pasti dirawat. Dia juga harus menjalani cuci darah, seungyeon! Kau tidak perduli kan? Kau cukup tahu saja!
👨: sayang? Tapi aku juga butuh kamu disini, terus perusahaanmu bagaimana?
👩🏼: jangan perdulikan aku. Aku akan fokus pada anak-anakku. Seungcheol sudah pulang, aku tutup telponnya.
____
Di kediamannya, papa lee tiba-tiba kepikiran tentang yang dibilang mama lee.
"Gagal ginjal? Kok bisa?"
Kemudian ia mencari di internet tentang gagal ginjal.
"Sejak kapan? Sepertinya ia tidak pernah menunjukkan gejala."
"Aishhh sekarang dia merenggut perhatian semua orang, semua orang yang paling aku sayangi."
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
