Di rumah sakit, chan segera mendapatkan pertolongan. Ia sedang di periksa, jadi jeonghan menunggu diluar.
Jeonghan menunduk sambil memegang jas nya dan HP Chan. Joshua masih memarkir mobil karena kebetulan saat itu cukup ramai.
Tingg..
(Saldo sebesar ₩1.000.000 masuk ke rekening anda.)
Notif seperti itu masuk ke HP chan, jeonghan melihatnya dan tahu bahwa itu dikirim oleh papa Lee.
"Apa paman pikir, tadi menelepon karena Jungchan membutuhkan uang?" Gumam jeonghan.
"Jeonghan-ah! Ini HP lo dan powerbank nya. Udah nyala kok karna tadi langsung gue cas." Ucap joshua.
"Thanks. Lo balik aja, istirahat. Pasti capek kan?"
"Ya kali gue ninggalin lo? Capek? Emang siapa yang ga capek? Gue sama sekali gapapa. Gue bakal disini sama lo." Joshua merangkul jeonghan.
Disisi lain, dirumah jeonghan, terlihat mama nya sedang ingin menelepon seseorang.
"Sayang, sedang apa?" Tanya papa Yoon.
"Oh, gak kok. Ini mau nelpon jeonghan. Dia belum balik sampai jam segini tapi gak ngabarin." Jawab mama Yoon.
"Astaga aku lupa bilangnya, jeonghan ke rumah Jungchan. Hari ini Seungyeon hyung pergi untuk menemui temannya. Katanya temannya dari inggris datang." Ucap papa Yoon
"Oalah.. yaudah. Tadi aku khawatir aja."
"Hehe dia nemuin adik kesayangannya tuh. Nanti kalau ada apa-apa pasti dikabarin kok."
Chan sekarang di ruang IGD. Sebagai walinya, jeonghan menemani di dalam. Karena pasien di ruang IGD tidak banyak, joshua juga bisa masuk kedalam.
"Joshua.."
"Hm?"
"Kenapa gue harus menyaksikan hal kaya gini? Pertama kali di hidup gue, dan itu adek gue. Orang yang sangat gue sayang." Ucap jeonghan dengan air mata yg menetes. Tangannya menjulur ingin meraih tangan chan, namun dia urungkan.
"Jeonghan.." joshua juga menjadi sedih melihat jeonghan serapuh itu.
"Lo liat sekarang kan.. dia gak sadarkan diri, selang apa itu di hidungnya? Liat kedua tangannya, dia pasti sangat risih dengan alat-alat itu. Dan mesin itu, berisik." Jeonghan melirik alat deteksi jantung samping ranjang chan.
"Chan.. hikss.. lo gila"
"Apa lo udah hubungin papanya?" Tanya joshua
"Ga perlu gue hubungin dia."
"Tapi chan anak-"
"Lo gatau apa-apa josh"
Joshua pun tak melanjutkan bicaranya.
"Eh HP gue mana ya? Gue mau nelpon, lo bisa jagain dia bentar ga?"
Joshua mengangguk dan jeonghanpun pergi.
Disuatu tempat sepi di kisaran rumah sakit tersebut, jeonghan menelepon seseorang.
📞
🍒: hello bro.. tumben nelpon jam segini, ada apa?
😇: apa kabar?
🍒: baik dong, lo gimana? Btw adek gue gaada balas chat, ada ketemu dia? Bagaimana kabarnya hari ini?
😇: menurut lo?
🍒: .... maksud lo?
😇: menurut lo gimana kabar adik lo?
🍒: ya-ya baik? Eh gue ga paham, ada sesuatu ?
😇: Pulang
🍒: hah? Maksud lo?
😇: balik, seungcheol.
🍒: hah???
😇: BALIK!!! PULANG!!!! PULANG BANGSAT!!! APA YANG BIKIN LO BETAH DISANA HAH?! Hikss
🍒: jeonghan?? Lo kenapa?? Han, ada apa? Kenapa lo nangis? Dino nakal? Dino kenapa?
😇: PULANG!!! Selametin adik lo! Gue yakin cuma lo satu-satunya orang yang bisa!
🍒: gue ga ngerti han, please. Ada apa? Dino sakit? Jangan bikin gue ga tenang gini.
😇: IYA CHAN SAKIT! PUAS?!
🍒: sakit apa? Tapi papa gue-
😇: lo berharap apa dari paman lee?
🍒: han..
😇: pulang, tapi jangan kasi tau siapapun. Terutama papa lo. Kalo lo sampe bilang, lo ga bakal ketemu gue dan chan lagi.
🍒: kenapa sih??? Ada apa??? Adik gue kenapa???
😇: lo bakal tau sendiri nanti. Chan bakal aman sama gue, gue janji. Segera pulang!
🍒: han..
😇: APA LAGI SIH LEE SEUNGCHEOL???!! PULANG! PULANG!!!! KALO GA MAU PULANG YAUDAH JANGAN PULANG DAN JANGAN MUNCUL DI HADAPAN GUE LAGI ! Hiks hikss ..
"Jeonghan-ah!" Joshua berlari mendekati jeonghan. Ia melihat ponselnya sedang tersambung dengan seungcheol.
"Halo? Halo?"
"I'll call you later, seungcheol." Joshua mengakhiri panggilan di HP jeonghan.
"Jeonghan lo jangan kayak gini dong, lo kenapa? Kenapa berteriak ke seungcheol?"
"Gue yakin kalo ada yang ga beres selama ini antara chan dan paman lee."
"Kenapa gitu?"
"Gue jadi inget, banyak sekali perubahan chan semenjak tinggal bersama paman. Dan paman seperti tidak begitu peduli kepada chan. Lo inget ga pas dino pingsan di sekolah, pas gue mau kerumah sakit, gue perhatiin paman lee sama sekali ga peduli. Dia malah acuh. Padahal anaknya lagi sakit loh."
"Dan tadi.. chan bilang kalau dia ga minum obat nanti dimarahin papanya. Maksudnya apa kalau begitu?"
"Jeonghan.. kita harus benar-benar memastikannya lagi." Ucap joshua dan diberi tatapan tajam oleh jeonghan.
"Oke oke han. Gue bakal ada buat lo. Sekarang lo makan atau minum sesuatu dulu yuk?"
"Lo ngapain kesini? Adik gue kenapa lo tinggal?!"
"Dokter masuk dan memeriksanya. Gue khawatir sama lo jadi gue nyari lo. Dah yuk balik ke kamar chan."
Joshua dan jeonghanpun kembali ke ruangan Chan.
Pov : Inggris (Pagi)
Setelah menelepon dengan jeonghan kemarinnya, perasaan seungcheol jadi tidak karuan. Benar-benar stress.
"Ma, aku mau balik ke korea." Ucap seungcheol
"E-eh?? Tiba-tiba banget? Kenapa sayang?" Jawab mama lee
"Kangen Jungchan."
"Telpon aja dulu adikmu, nak."
"Kenapa sih mama cegah aku? Aku cuma pengen pulang loh, toh aku disini kurang nyaman!" Seungcheol kesal
"Sayang, kamu kenapa?"
"Gapapa, aku cuma mau tinggal sama adik aku!"
"Oke sayang oke.. kasi mama waktu sebentar, nanti mama akan ke kantormu dulu. Setelah itu kita pulang ya nak."
"M-ma.." seungcheol malah menangis
"Seungcheol.. hey nak kamu kenapa?" Mamanya jadi khawatir
"Firasatku tentang chan sangatlah buruk ma.. tolong izinkan aku pulang. Hikss."
"Iya sayang, nanti mama akan memeriksa kantormu dulu. Setelah itu kita pesan tiket pulang."
"Ma.. satu lagi."
"Apa nak?"
"Jangan bilang ke siapapun kalau kita akan pulang. Terutama kepada chan dan papa."
Mama lee menaikkan alisnya karena bingung.
"Please.. aku sangat memohon."
"I-iya mama janji. Intinya sekarang kamu jangan sedih lagi ya." Mama lee memeluk seungcheol.
Mama Lee merasa curiga, yakin bahwa ada yang tidak beres dirumahnya di korea. Karena kemarin seungcheol masih baik-baik saja. Dia juga takut anak bungsunya kenapa-kenapa. Jadi dia akan menuruti permintaan seungcheol.
✉️😇 : Ma, aku nemenin chan. Aku ga pulang. Jangan khawatir.
Pesan yang dikirim jeonghan ke mama nya. Mama nya pun merasa lega.
~
"H-hyung.." lirih chan yang mulai sadar.
"Lee Jungchan.. Dino.. lo akhirnya sadar." Jeonghan yang tertidur di samping dino, dengan segera menyadari itu dan memanggil dokter.
"Hyung, lo ga bilang ke siapa-siapa kan?" Kalimat yang diucapkan chan membuat jeonghan menghela nafasnya.
"Iya engga, mana sempet gue ngasi tau orang." Jawab jeonghan.
Chan tersenyum mendengar jawaban jeonghan. Chan melirik jam dinding yang berada diruangan itu, waktu menunjukkan pukul 6 pagi, kemudian melirik ke arah sofa. Disitu terdapat joshua yang masih tertidur.
"It's okay chan. Jangan mikirin apapun ya, joshua baik-baik aja." Ucap jeonghan yang peka terhadap pikiran chan.
"Hehe iya hyung."
Tingg..
✉️👨 : Ingat kewajibanmu! jangan baru saya tinggal, kamu malah malas-malasan!
Chan melirik HP nya yg berada di laci samping kasurnya. Ia membaca pesan itu, kemudian ia memandangi dua botol infus yang tergantung, mesin deteksi jantung, dan tangannya yang pegal karena alat-alat medis itu. Chan menghela nafasnya, menaruh kembali HP nya agar ketika jeonghan kembali dari toilet tidak mengetahui isi pesan itu. Chan tetap ingin menjaga nama baik papa nya, ia tak tahu bahwa jeonghan sudah mengetahui sisi buruk papa Lee.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
