Life with them1

717 57 1
                                        

Sepulang dari bandara, mereka singgah di suatu restaurant untuk makan siang. Betapa hangatnya suasana kala itu. Kebahagiaan terlihat jelas dari wajah kedua putra Lee tersebut. Khususnya si bungsu, Lee Jungchan. Chan jadi banyak bicara, dia mengoceh kepada mama nya. Banyak sekali cerita yang sedang ia sampaikan.
"Ma, pa. Aku ke toilet sebentar." Ijin seungcheol
"Iya sayang." Jawab mama lee

Setelah seungcheol pergi ketoilet, papa Lee yang tadinya hanya diam akhirnya berbicara.
"Jungchan, gimana tangan kamu?"
"Oh ini .. udah gapapa kok, Pa. Dikit lagi sembuh total kok." Jawab chan
"Apa yang kau lakukan? Mengapa menyusahkan hyungmu? Apa sering kau menyusahkannya seperti ini?" Ucap papa lee dan dengan segera tangannya dipukul oleh mama Lee.
"Kamu bicara apasih?" Kesal mama lee.

"Jungchan, sayang, kamu lanjut cerita aja. Mama pengen denger lagi hari-hari kamu." Ucap mama lee mengelus punggung chan.
Chan sedikit sedih, ia terbawa perasaan dengan ucapan papa nya.

"Hi, i'm back. Makanannya belum dateng juga?" Tanya seungcheol yang kembali dari toilet.
"Belum, nak." Jawab papa lee.

"Chan, pinjem HP dong. Ada perlu nih, bentar ajaa." Ucap seungcheol. Chan mengangguk dan memberikan hp nya.

Merasa ada yang aneh, setelah selesai meminjam, saat mengembalikkan HP milik chan, seungcheol menuliskan sesuatu di Catatan di HP chan.

"Lo gapapa?"

Chan membacanya kemudian melirik seungcheol, dia sadar bahwa dia mendadak jadi diam. Maka dari itu ia kembali seperti biasa agar seungcheol tak negatif thinking lagi.
Chan mengacungkan jempolnya kemudian kembali mengoceh.

Selanjutnya, mereka pulang untuk beristirahat. Semuanya di kamar dan sudah hening. Mungkin sudah pada tertidur. Namun tidak dengan chan, ia masih mendengarkan lagu dengan headphone di kamarnya. Karena tak kunjung tidur, ia pun keluar kamar dan mengambil minum ke dapur.

"Jungchan?" Ada yang memanggilnya dan ia pun menoleh.
"Papa? Papa engga istirahat?" Tanya chan
"Saya haus. Mau minum dulu. Kamu tidak tidur siang?" Tanya balik papa Lee
"Aku belum bisa tidur, ini mau ambil minum juga." Jawab chan.
"Kapan ulangan semester nya?"
"Sekitar 2 bulan lagi pa."
"Kamu tuh kalau engga tidur gini, ya belajar dong! Hari ini kamu udah izin ga sekolah kan? Kamu mikir ga berapa pelajaran yang tertinggal? Kamu udah SMA sekarang, kamu harus berpikir lebih dewasa. Setidaknya sekarang kamu harus bisa mendapat peringkat pertama. Jangan seperti sebelumnya yang peringkat kamu naik turun begitu." Ucap papa Lee
"Iya pa, maaf"
"Kamu harus bisa juga membanggakan seperti seungcheol, paham?"
"Iya chan paham."
"Minum, lalu belajar dikamar."
"Baik, pa." Chan pun menuruti perintah ayahnya.

"Bener juga ya, harusnya gue belajar." Gumam chan


Chan belajar di kamarnya, dia enjoy dengan itu. Sudah hal biasa bagi seorang Lee Jungchan, bukan?

Drrrttt drrrttt
Ponselnya berdering, nama Seungcheol sebagai panggilan masuk saat itu.

"Halo?"
🍒 : chan udah bangun ya?
🦖 : emang gue tidur?
🍒: emang enggak?
🦖: ya enggak
🍒: tau gitu gue daritadi ke kamar lo.
🦖: ya ada apa? Kesini aja
🍒: pengen kopi
🦖: ya gue bikinin yaa
🍒: jangan, tar lo luka lagi
🦖: dih lebay banget njir, tenang aja.
🍒: ga mau. Turun kedapur temenin gue bikinnya.
🦖: lo sehat kan hyung?
🍒: sehat lah! Dah sini buruan. Sekalian bikin untuk mama papa juga
🦖: oh oke otw.


Di dapur, seungcheol membuat kopi sedangkan chan hanya membantu sedikit-sedikit saja.
"Kenapa ga tidur?" Tanya seungcheol
"Gabisa tidur." Jawab chan
"Terus ngapain lo tadi?"
"Belajar."
"Rajin banget adek gue."
"Biar peringkat pertama nanti, gue ulangan bentar lagi."
Seungcheol terkekeh "Don't push yourself too hard, Chan."
"Gue harus bikin kalian bangga."
"Selama ini Lo udah membanggakan buat gue kok."
"Lo aja, bagaimana dengan yang lain?"
"Siapa? Tentu aja mereka juga bangga."
"Lanjut bikin kopi, kok malah ngobrol kita?" Ucap chan sambil menepuk-nepuk punggung seungcheol.
"Oh iya ya, lo mau apa?"
"Gue milk tea. Ada dikulkas, tar tinggal ambil es batu aja."
"Okedeh."

Mereka selesai membuat kopi dan meletakkannya di meja depan tv. Orangtua mereka sudah bangun, kemudian menikmati itu bersama-sama.











Tbc.

Hari ini aku libur, akan aku usahakan menulis lagii💪😙

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang