"Han, keluar yuk? Mumet."
"(📍location)"
Isi pesan yang dikirim seungcheol kepada jeonghan saat itu.
"Hah? Ini kira-kira yang berulah si kakak atau si adik nih?" Jeonghan meng-iya-kan ajakan seungcheol, ia segera berangkat ke lokasi itu padahal baru saja ia sampai dirumah dari kantor.
~
Jeonghan sudah melihat keberadaan seungcheol dari pintu masuk.
"Woi!" Ucapnya kemudian menyeruput seteguk ice americano milik seungcheol.
"Oh iya lo pesen aja, bills on me. Makasi udah nemenin, gue maksa sih ini sebenernya." Ucap seungcheol
"Santai aja kali, baru kenal sama gue?" Jeonghan terkekeh.
"Ada apa? Lo baik-baik aja? Chan?" Tambah jeonghan.
"Gue nanyain tentang ditampar itu ke chan." Jawab seungcheol.
"Terus?"
"Anaknya masih trauma, dia sempet marah. Terus entarannya dia nangis ke gue dan mama, minta buat engga marah ke papa."
"Duh Lee Jungchan emang sebaik itu yaa.."
"Dan lo tau? Dia bilang kalo dia kangen papa. Gue bingung, gue masih belum bisa maafin perlakuan papa ke chan."
"Tapi kalo dia emang mau, gapapa kan? Tinggal kita bicara baik-baik ke papa lo, biar dia gak nyakitin perasaan chan lagi. Chan tulus loh perasaannya kan?"
"Gue ga yakin sama bokap gue."
Disisi lain, mama lee juga sedang berkomunikasi dengan papa lee. Mama lee sebenarnya sangat ingin meminta agar suaminya itu mau merubah sikapnya kepada chan.
👩🏼: Seungyeon..
👨: sayang, kamu sudah makan malam? Aku merindukanmu.
👩🏼: iya, sudah. Kalau memang merindukanku, pulanglah sebentar. Temui aku dan anak-anak.
👨: alinne..
👩🏼: kenapa? kau masih membenci anakmu? Chan kangen kamu, seungyeon.
👨: itu tidak mungkin alline.
👩🏼: aku lelah dengan sikapmu seungyeon. Mau sampe kapan?
👨: alinne..
"Mau sampai kapan dia seperti ini? Anaknya hanya merindukannya. Hal umum yang dirasakan anak ke ayah. Aku tidak pernah menyangka suamiku seperti ini."
"Seungcheol, Jungchan, maafin mama ya nak. Mama janji akan membuat kalian bahagia." Ucap mama lee sendiri di dalam kamarnya.
Pov :Papa Lee
"Apa benar dia merindukan aku? Tapi bagaimana bisa? Bukankah dia seharusnya membenciku?"
"Ahh mengapa aku kepikiran ? Aku kan tidak menyukainya." Ucap papa lee. Kemudian ia mengambil ponsel dan membuka roomchat nya dengan chan.
"Jangan ganggu saya!"
"Anak sialan!"
Isi pesan yang dikirim oleh dirinya ke chan hanyalah kata kasar dan tekanan. Saat ini papa lee terus men-scroll keatas dan menyadari bahwa dirinya memang terus mengabaikan chan sejak dulu.
"Terus kenapa? Saya sibuk, isi pesan nya juga tak penting-penting amat." Papa lee menutup ponselnya dan meletakkan diatas meja.
Perbedaan waktu yang cukup jauh antara Inggris dan Korea sebenarnya membuat papa lee agak kesulitan jika ada sesuatu penting yang ingin ia sampaikan. Namun kali ini, ia merasa pikirannya terus dihantui oleh kata-kata yang disampaikan sang istri tadi.
"Jika aku menghubungi alinne sekarang, itu pasti mengganggunya. Tapi.. aku merasa sangat tidak nyaman." Gumam papa lee kemudian ia menelepon sang istri.
📞
"Halo"
Papa lee agak kaget karena telponnya diangkat dengan cepat.
👨: a-alinne.. maaf aku ganggu ya?
👩🏼: tidak, aku belum tidur.
👨: kenapa suaramu sangat kecil?
👩🏼: maaf aku lagi di kamar chan.
👨: dia kenapa? Kok kamu dikamarnya?
👩🏼: chan gak enak badan kayaknya, daritadi kelihatan lesu.
👨: oh.. ohya sayang, aku ingin bertanya.
👩🏼: apa?
👨: ini tentang-
"Mama.." tiba-tiba chan memanggil mamanya.
"Iya nak? Ada apa?" Tentu saja mama lee langsung memprioritaskan Chan.
"Papa dimana?" Tanya chan, ia mengigau lagi.
"Nak.." mama lee mengelus rambut putra bungsunya itu.
"Papa di Inggris, kerja."
"Boleh ketemu gak?" Kalimat terakhirnya sebelum chan kembali tertidur.
Mama lee masih terus mengelus-elus rambut chan, kemudian ia tersadar bahwa teleponnya masih tersambung.
👩🏼: seungyeon aku minta maaf.
👨: sayang, istirahatlah. Ada kerjaan yang harus ku kerjakan saat ini. Jumpa nanti.
- - - - -
Mama lee tak menghiraukan itu, ia meletakkan ponselnya dan kembali fokus ke anaknya. Menjadi orang tua selama 25tahun, baru kali ini ia merasa benar-benar stress. Bukan karena chan yang sakit dan kadang rewel, tetapi karena perilaku suaminya.
"Jika seungyeon dulu berkata bahwa chan anak nakal dan keras kepala, lalu dirinya apa? Huhhh.." kesal mama Lee.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
