The End : good family & good life.

995 49 4
                                        








"Happy birthday to you, Happy birthday to you, Happy birthday Lee Jungchan, Happy Birthday to you~"

"Nah sekarang make a wish terus tiup lilinnya nak." Ucap mama lee, chan pun menutup kedua matanya untuk make a wish kemudian meniup lilin.

"Yeyyyyy"
Sorak para keluarga dan para sahabatnya di acara ulang tahun ke 18 chan.

Setelah menyantap hidangan, chan mendatangi tempat diamana ia melihat banyak kado yang ia peroleh.
"Wahh hehe, udah lama gue ga ngerayain ultah rame-rame gini." Chan terkekeh.
"Chan-ah?" Seungcheol menepuk bahu chan
"Hyung, apa jumlah kadonya sesuai usia gue nih?"
"Bentar ini semuanya ngasi gue tadi. Hmm lo, jeonghan, joshua, jun, soonyoung, wonwoo, jihoon, Myeongho, mingyu, dokyeom, seungkwan, vernon. Wow banyak banget."
"Hmm mama papa, mama papa Yoon, eh bibi kang juga ngasi. Haha gue malu deh kenapa gue ngitungin hadiah gue. Norak banget gue hahahaha."
"Iya norak banget lu hahahaha" seungcheol ikut tertawa.

"Jungchan-ah.. sini sebentar nak." Panggil papa lee, Chan menghampirinya.
"Nak, selamat ulang tahun ya."
"Terimakasih pa."

Diantara para orang tua dan Seungcheol, Jeonghan, Papa Lee mengeluarkan sebuah kertas.
"Papa tahu kamu ga bakal mau jauh-jauh dari hyung kamu kan?"
"I-iya.. memang kenapa?"
"Nak, pertama papa ga bakal larang untuk apapun yang ingin kamu ambil nantinya. Papa akan mendukung segala keinginan kamu." Ucap papa lee, chan menjadi bingung.
"Tetapi, papa ingin memberikan ini untukmu."
"Apa ini pa?"
"Perusahaan, papa membuat cabang baru dan ini atas nama kamu. Walaupun belum selesai sepenuhnya, hanya saja papa rasa tepat menyampaikan ini di hari ulang tahun mu."
"Tapi aku belum mengerti apapun pa."
"Iya sayang, tidak apa-apa. Kamu fokus belajar dan kejar keinginanmu. Masalah ini pelan-pelan saja. Kapan kamu siap, saat itu saja. Papa, mama akan mengurusnya."
"Benar sayang, jangan merasa tertekan yaa." Ucap mama lee.
"Aku bingung harus apa.. terimakasih papa, mama, hyung, dan kalian semua."
"Ahaha nak kamu kok canggung? Sama-sama."









"Anjir.."
"Jun-ssi, lu umur 18 dapet kado apa?" Tanya soonyoung
"Hah? Gue? Bukannya kita makan bersama di restoran ramen saat itu?"
"Oh ya kah.."
"Mingyu, lo dapet apa?"
"Hah? Gue? Lupa.."
"Gokil banget Lee Jungchan." -seungkwan

Teman-temannya sangat terkejut mendengar papa lee membangun perusahaan atas nama chan.

"Bu-buka lowongan untuk fresh graduate gak? Saya.. saya butuh pekerjaan. Saya mahasiswa semester akhir dan sebentar lagi lulus." Suara soonyoung kecil namun didengar oleh papa Lee.
"ck lu apa-apaan sih malu woi!" Jihoon menyenggolnya.

"Haha tidak apa-apa loh.. kita belum begitu rekrut karyawan. Kalian kalau emang mau, lamar aja sesuai bidang yang diinginkan. Nanti paman share divisi yang masih kosong." Ucap papa lee
"Benar, itu masih tante yang urus. Nanti temui tante lagi. Atau kalo tante masih sibuk, bisa titip di seungcheol. Bisa kan nak?" Ucap mama lee
"Bisa dong. Aman." Jawab seungcheol

"Waduh.."
"Paman, tante, kami sangat berterimakasih."
Jun, soonyoung, wonwoo, jihoon bersimpuh mengucapkan terimakasih.

"Lebay banget lo semua anjir!" Ucap seungcheol
"Aduh nak, jangan seperti ini. Biasakan saja, anggap saja kami keluarga kalian juga." Ucap papa lee.
"Iya, terimakasih loh sudah menjadi teman baik untuk seungcheol dan chan." -mama lee

"Terimakasih"
Berkali-kali mereka menunduk dan mengucapkan terimakasih.

Yang lainnya hanya terkekeh melihat kelakuan para mahasiswa itu.
Malam yang bahagia, semua orang dengan perasaan yang bahagia.
Dapat dipastikan bahwa Chan akan menjalani hidupnya dengan bahagia bersama para keluarga dan para sahabatnya.










End.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang