Seperti yang dibilang dokyeom sebelumnya, latihan akan dimulai setelah semuanya mengumpulkan surat. Hari ini adalah hari latihan pertama. Pembina telah mengumumkan sehari sebelumnya tentang pakaian dan jam latihan. Dan hari itu sejak pagi sudah dipenuhi dengan banyak arahan dan kegiatan.
Cuaca yang cerah, sinar matahari yang terik dan suhu yang cukup panas hari itu harus diterjang oleh para peserta paskibra putra maupun putri. Awal-awal memang tidak ada masalah, namun semakin siang banyak peserta mulai kelelahan. Bahkan beberapa siswi ada yang pingsan.
"Sumpah gue khawatir." Ucap mingyu secara tiba-tiba.
"Maksud lo?" Jawab Dokyeom yang belum paham dengan ucapan mingyu.
"Coba lo liat Jung Chan" ucap mingyu
"Oh!" Serentak jawaban myungho dan dokyeom sambil melirik kearah chan.
"Baik anak-anak, sekarang kita lari mengelilingi lapangan sebanyak 20x putaran untuk putra, dan 15x untuk putri ya." Ucap pembina
"Baik pak." -siswa/i
Lari pun dimulai.
"Akh gue capek" ucap seungkwan dan kepinggir lapangan. Ia merasa tak sanggup.
"Kwan, jangan dipaksa. Lo minum dulu terus atur nafas." Myeongho menghampirinya dan membawakan sebotol air minum.
"Thanks hyung." Jawabnya dengan nafas yang terengah-engah.
*Fyi: beberapa siswa yang sudah berpengalaman ditunjuk sebagai pengawas selama latihan. Misalnya mingyu dkk.
Disisi lain, vernon masih berlari bersama chan.
"Oi chan, lo gapapa? Masih sanggup?" Tanyanya
"Hm." Jawab chan. Namun vernon tampak khawatir dengan keringat chan yang mengucur begitu banyak disertai wajahnya yang begitu pucat. Ia pun memberi kode ke mingyu. Mingyu langsung paham dan berlari menyamakan posisinya dengan chan.
"Chan, kalo ga kuat lo minggir aja dulu gapapa kok." Ucap mingyu, chan hanya menggeleng.
"Jungchan-ah.."
"Nanggung lah hyung 5 putaran lagi" jawab chan.
Kini chan telah menyelesaikan 1putaran dan berarti dia masih harus menyelesaikan 4putaran lagi. Namun ia tampak memburuk, mingyu yang ikut lari bersamanya terus mengawasi chan.
"Chan kepinggir!" Perintahnya
"Lee Jungchan kepinggir!" Lagi-lagi mingyu memerintah chan, namun chan tampak masih ingin melanjutkan larinya.
"Aishh ckk!" Mingyu menarik tubuh chan dan saat itu juga chan langsung ambruk.
"Kim Mingyu, apa dia baik-baik saja?" Tanya pembina
"Pak sepertinya di terkena heat stroke." Jawab mingyu sambil membuka kancing baju chan, mengipasinya, dan melakukan pertolongan sebisa mungkin.
"Chan!" Vernon dan seungkwan menghampiri chan.
"Seungkwan, udah baikan?" Tanya mingyu pada seungkwan.
"Aman hyung. Ini chan gimana?" Tanya seungkwan
"Kita akan bawa ke rumah sakit"
Ambulance tiba dengan cepat, kemudian membawa chan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, chan diperiksa. Bajunya digunting agar mempermudah pemeriksaan di tubuh chan. Setelah selesai, ia dipakaikan baju rumah sakit dan dibawa ke ruang rawat.
Sementara itu, seungcheol sudah ditelepon oleh pihak sekolah. Dia pun sudah mendatangi sekolah dan pergi ke rumah sakit tempat chan dirawat. Setiba Seungcheol di rumah sakit, ia sudah mendapati chan yang duduk di ranjangnya ditemani oleh mingyu.
"Seungcheol hyung." Ucap chan ketika seungcheol masuk.
Tanpa menjawab, seungcheol berjalan mendekati chan. Kemudian ia melempar paperbag berisi logo sekolah kepada chan.
"Apa?" Tanya chan kemudian melihat isi didalamnya.
"Baju olahraga?"
"Ya gue langsung beli tadi ke koperasi sekolah lo." Jawab seungcheol
"Kenapa?" Tanya chan
"Baju lo ke gunting chan." Jawab mingyu
"Lah?"
"Ya lo sekarat anjir. Wajah lo udah membiru. Gue panik, soalnya lo cuma satu doang didunia ini." Jawab mingyu dengan sedikit candaan.
"Chan, baru beberapa hari lalu gue bilangin kan?" Seungcheol menatap datar pada chan.
"Mingyu hyung, terus gue sekarang gimana?" Tanya chan penuh khawatir.
"Maaf ya chan, tahun ini lo ga bisa gabung paskib." Jawab mingyu pelan.
Chan menatap kearah seungcheol dengan mata berkaca-kaca.
"Aigo, gapapa" ucap seungcheol dan memeluk chan. Chan menangis tersedu-sedu karena merasa salah satu impiannya gugur.
"Chan gapapa, kamu masih bisa ikut tahun selanjutnya kok." Ucap mingyu juga mengelus-elus punggung chan.
"Bener kata mingyu, udah ya udah"
Chan menangis cukup lama sehingga dia lelah dan kemudian tertidur. Karena seungcheol sudah disana, jadi mingyu pulang. Seungcheol pun mendapat pesan bahwa Jeonghan akan mengunjungi mereka ke rumah sakit.
"Seungcheol, gimana keadaan chan?" Ucap jeonghan yang masuk keruang rawat.
"Udah baikan, sekarang tuh dia tidur karna capek nangis tadi. Dia dikeluarin dari paskib." Jawab seungcheol
"Oalahh."
"Nak, gimana ichan?" Tak lama kemudian, Ibu jeonghan pun datang.
"Eh Mama Yoon juga datang. Chan lagi tidur, tapi dia udah mendingan kok." Jawab seungcheol
"Tadi mama denger pas jeonghan nelpon kamu, jadi mama ikut kesini." Ucap mama Yoon
"Makasi ya ma, ini emang kebiasaannya chan kaya gini."
"Hyung.." chan terbangun dan melihat ada jeonghan dan mamanya. Ia kembali berkaca-kaca.
"Aigo anakku jangan sedih." Mama yoon memeluk chan yang membuatnya kembali menangis.
"Chan gapapa, lo masih punya kesempatan di tahun berikutnya. Udah yaa." Ucap jeonghan
"Tapi coba aja gue minggir terus istirahat bentar pas lari tadi" ucap chan menyesal.
"Dino, udah. Jangan nyesel gitu, engga apa kan lo bisa ikut tahun depan. Jangan nangis terus tar lo makin lama dirawat disini."
Walau sulit, dino berusaha menelan tangisnya.
Tbc.
Note : setelah menikah, ibu jeonghan biasa dipanggil dengan Mama Yoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
