Berkat sang kakak dan kakak sepupu yang begitu telaten menjaga Chan, Chan pun menjadi pulih lebih cepat. Kini ia sudah diperbolehkan pulang dan menghabiskan waktunya dirumah.
Pada malam hari, seungcheol dan chan sedang menonton televisi bersama. Saat itu juga mama nya menelepon.
📞
👩🏼 : anak-anak mama lagi apa?
🍒: kita lagi nonton nihh
👩🏼: ohh.. hm mama mau kasi kalian sesuatu.
🦖🍒: apa ma?
👩🏼: hmm mama mau ajak kalian datang ke acara akhir tahun perusahaan mama.
🍒: caranya?
👩🏼: ya datang kesiniii
🦖: hah? Ke Inggris?
👩🏼: iya dong sayang, mama udah siapkan semuanya. Nanti kalian tinggal berangkat aja pokoknya.
🦖: wahh yeeyyyy, mama see you soon!
🍒: thankyou ma! Ohya papa mana?
👩🏼: papa lagi ngurus urusannya, dahh pokoknya mama tunggu kalian disini. Nanti mama info lagi.
- - - - -
"Gue bingung, gue seneng tapi terbebani juga." Batin chan.
"Chan asiiikk ke Inggris kita.." ucap seungcheol
"Hehe iyaa hyung" jawab chan
Hari demi hari berlalu, tiba hari keberangkatan mereka. Tak membawa banyak barang, hanya satu koper besar dan tas ransel saja. Perjalanan hampir 15jam mereka tempuh dari Korea sampai ke Inggris.
Sesampainya di Inggris, mama dan papa lee tampak sudah menunggunya. Sangat rindu walaupun beberapa bulan lalu mereka berjumpa.
"Anak-anakku.. sayang, kalian pasti lelah yaa." Ucap mama lee memeluk satu persatu anaknya.
"Kita seneng ma, ga ngerasa capek." Jawab chan.
"Orang liburan, mana mungkin capek? Apalagi seumuran dia." celetuk papa lee.
"Dah kita yuk pulang. Nanti mama masak makanan kesukaan kalian."
Mereka berempat pun pulang. Saat itu juga menjadi pertama kalinya Chan ke Inggris dan ke rumah orangtua mereka disana. Saat itu juga baru menjadi kedua kalinya untuk seungcheol, sebelumnya saat masih kecil ia pernah sekali saja diajak pulang ke Inggris oleh orangtua nya.
Chan tidak bisa menutupi kegembiraannya, ia begitu senang dapat bersama orang tuanya ditambah itu diluar negeri. Asing, namun sangat seru.
Acara yang dimaksud mama Lee sebelumnya adalah acara natal dan tahun baru. Dimana perusahaan nya akan didatangi oleh investor/orang-orang penting dan yang bekerja sama dengan perusahaan mama Lee.
H-2 acara, mereka pergi ke butik untuk fitting seragam yang sebelumnya sudah dipesan. Mereka berempat tampak serasi, cantik dan tampan. Bahkan sang designer pun memuji mereka.
Singkat cerita, hari itu tiba. Sekitar pukul 8:00 pagi, semuanya telah standby di tempat. Tamu mulai berdatangan. Sejujurnya, seungcheol dan chan cukup canggung. Orang asing semua, ditambah bahasa Inggris mereka yang kurang. Mereka seskali tertawa karena peka terhadap perasaan satu sama lain.
"Chan, bukankah kita seperti orang bodoh." Bisik seungcheol
"Benar, mengapa kita sangat canggung? Haha." Jawab chan.
"Hey Alinne, apa mereka anak-anakmu?" Ucap salah satu tamu
"Iya, mereka anak-anakku." Jawab mama Lee
"Astaga lihatlah betapa tampan buah hati Alinne. Benar-benar tampan dan menawan."
"Kau bisa saja." Mama lee tersipu malu.
"Permisi nak, saya teman mama kamu." Seorang tamu menyapa mereka dengan bahasa korea.
"Ohh halo." Jawab seungcheol dan Chan
"Saya bisa bahasa korea, saya pernah tinggal di korea dulu. Jangan canggung, panggil saja tante." -tamu
"Senang bertemu denganmu, tante." -chan&sc
Lama kelamaan mereka tidak canggung lagi, mereka dapat berbaur dan acara lancar sampai selesai.
Saat kembali pulang kerumah, mama Lee sedang mandi. Seungcheol juga sedang mandi, Chan menunggu giliran jadi ia bersantai di kamar.
"Jungchan, ikut papa sebentar." Ucap papa Lee dan chan mengikutinya.
"Ada apa pa?" Tanya chan.
"Papa sudah mendapat guru les dan mengatur semuanya. Pulang dari sini kamu segera daftar les nya." Jawab papa Lee.
"O-oh iya pa."
"Keberatan?"
"Ehh engga kok, engga pa."
"Bagus. Jangan bilang ke ke mama atau seungcheol demi kebaikan kamu ini. Papa ingin yang terbaik untuk kamu, paham kan?" Tiba-tiba papa lee mengusap rambut chan dan memeluknya.
Chan tersentuh, yang tadinya ia merasa takut kini jadi hilang.
"Dah mandi gih, kayaknya seungcheol udah selesai."
Chan pun pergi ke kamar.
Di sisi lain, mama lee yang baru habis mandi sedang menggunakan skincare. Papa lee datang dan memeluk nya dari belakang.
"Sayang, aku ke korea lagi 2 hari ya sama chan." Ucapnya
"Hah? Yang bener kamu? Belum juga seminggu dia disini." Jawab mama lee.
"Ya gapapa, dia harus mempersiapkan sekolahnya."
"Astaga papa, dia baru aja libur. Masih jauh. Pelan-pelan lah."
"Sayang, kan aku udah turutin kamu. Sekarang jangan cegah aku lagi dong. Aku bakal jagain chan kok. Kamu disini sama seungcheol."
"Sayang, kamu yakin ini keputusan yang baik?" Mama Lee ragu.
"Kenapa takut? Ini hal biasa dilakukan antara orangtua dan anak sayang."
Mama Lee tak menjawab, ia hanya menghela nafasnya saja.
Saat ini chan sedang mandi, selagi ia berendam di bathtub tiba-tiba ia kepikiran sesuatu.
"Jangan bilang ke seungcheol hyung? Maksud papa? Ya kita kan tinggal bareng, pasti aja hyung tau dong?"
"Apa aku les nya saat hyung kerja? Tapi kan jam segitu aku juga sekolah? Hmm" batin chan.
"Chan!! Habis mandi langsung turun yaa" teriak seungcheol dari luar
"O-oh oke hyung." Chan pun langsung melanjutkan mandinya dengan cepat.
Setelah mandi, chan turun dan melakukan makan malam bersama keluarganya. Setelah makan malam, papa nya meminta agar semuanya berkumpul dahulu.
"Ada yang mau papa bilang.."
"Papa sama Jungchan akan terbang ke korea lagi 2hari." Ucapan papa Lee sangat mengejutkan chan. Seungcheol juga cukup terkejut.
"Eh kok engga bilang pa? Kan aku bisa siap-siap dari sekarang." Ucap seungcheol.
"Engga nak, kamu sementara tinggal disini sama mama. Papa dan Jungchan di korea."
"Loh kok gitu? Terus perusahaan papa disini? Perusahaan di Korea?"
"Ya kita tukeran sayang.. beberapa bulan doang kok."
"Kok papa mendadak? Aku engga siap, aku juga ga ngerti bahasa disini. Seperti biasa aja lah, gausah tukeran gini." Seungcheol menolak keras hal itu.
"Jadi maksud papa.. ini?" Batin chan.
"Mama.. Bantuin aku" Seungcheol merengek ke mama nya. Mama Lee menatap papa Lee.
"Seungcheol, semua akan baik-baik saja. Percaya deh." Ucap papa Lee.
"Chan gue ga mau!!"
Chan tak menjawab sebab ia juga speechless.
"Sayang, kita coba ya.. gapapa yaa sama mama disini." Ucap mama Lee.
"Sebenarnya mau kalian apa? Maksud kalian gini tu biar apa??"
"Seungcheol udah nurut aja, nanti kalau udah waktunya kamu bakal tahu." -papa Lee.
Seungcheol ngambek lari ke kamarnya, ia pun disusul Chan.
"Seungcheol hyung.."
"Chan, gue gak mau. Gue gak mau dipisah gini sama lo."
"Gue paham, gue juga ga mau. Tapi kita gabisa ngelawan papa."
"Chan, lo harus terus hubungin gue ya. Apapun yang terjadi."
"Aishh santai aja lah hyung, pasti gue ngabarin lo terus."
Ketika semua sudah pada tidur, seungcheol bangun dan keluar ke taman depan rumahnya. Ia mengambil ponsel dan menelepon Jeonghan.
📞
"Halo"
🍒 : han, tolongin gue.
😇: ada apa? Ini jam berapa, kenapa lo engga tidur?
🍒: engga penting
😇: lemes amat, kenapa lo?
🍒: chan sama papa pulang lagi 2 hari.
😇: wah papa ikut juga? Mau gue jemput? Kabarin aja jam nya.
🍒: masalahnya gue ga ikut anjir
😇: maksud lo?
🍒: gue sama papa tuker peran, dia di korea dan gue disini untuk beberapa bulan. Han, gue gak mau. Tolong guee..
😇: kok bisa? Ya mau nolonginnya gimana? Coba bujuk mama lo.
🍒: gue ga tau. Dan mama juga pasrah gitu aja huhu..
🍒: han, gue minta tolong buat jagain chan ya. Selain gue, cuma lo yg ngerti dia tuh anaknya gimana.
😇: seungcheol, masalah chan lo gak usah khawatir ya. Tentu gue jagain. Sekarang lo istirahat, jangan terlalu dipikir entar malah makin buruk jadinya.
🍒: thanks ya han. Bye.
- - - -
Seungcheol merasa sangat tertekan, ini sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya. Bisa-bisanya semendadak ini. Tapi karena seungcheol maupun chan hampir tidak pernah melawan orangtua nya, maka untuk hal ini pun mereka jadinya pasrah.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
